AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
hari kelulusan



hari ini hari dimana hari kelulusan bagi azza dan dengan teman teman


azza sudah siap dengan kebaya yang di kirimkan oleh papi nya, melihat nya di pantulan kaya membuatnya tak percaya dirinya merasa cantik persis mami nya


"udah cantik banget" kata Miftah memeluk tubuh azza dari belakang menatap azza dari pantulan kaya


"mirip banget kaya mami" kata azza masih dengan senyum nya membuat Miftah bahagia melihat senyum bahagia tertera dari wajah azza


"hari ini kamu milik papi, tapi nanti malam Lo milik gue" jawab serak Miftah


"jangan berbuat lebih kak, gue takut" jawab jujur azza, tak munafik azza selalu menikmati sentuhan Miftah hingga kadang dia hilang kendali


"kita nikah aja gimana?" tanya miftah


"huff.." terdengar helaan nafas panjang dari azza "bukannya gak mau, tapi Lo tau kan kak, gue pengen nyingkirin nyokap tiri gue dulu, setelah itu baru gue siap jika Lo datang pada papi gue" jawab azza menatap mata Miftah membuat Miftah tersenyum


"kita ganti panggilannya , jadi aku kamu, oke sayang" kata Miftah membalikan tubuh azza


"di usahakan" jawab azza dengan senyum


cup


hanya ciuman biasa tidak menuntut, meskipun sering di cium nya azza masih terasa malu dengan Miftah, akhirnya ada seseorang yang datang dapat menyembuhkan luka nya


"papi udah nelpon belum?" tanya Miftah sadar akan waktu yang sudah menunjukan pukul setengah delapan


"belum nih, bentar di lagi kali" jawab azza sambil membereskan tas nya


tak berselang lama telepon pun berdering pertanda papi nya sudah menunggu di depan apart azza


"hati hati, nanti aku samperin" kata Miftah sebagai tanda perpisahan


"iya, aku duluan" kata azza langsung pergi setelah mendapatkan kecupan di kening azza


"gue meluncur sekarang" kata Miftah kepada seseorang melalui interkom nya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"anjir deg degan gue" kata Roni membenarkan jas nya


"santuy aja padahal mah" jawab Adit


"iya Lo Ron, kaya cewe aja deh degan " timpal Bima


"soalnya ada calon kakak ipar gue sekarang, harus terkesan yang cool dong, masa terkesan nya yang absurd" jawab Roni


"salah Lo Ron, harus nya kalo ada calon kakak ipar atau mertua itu harus tampil dengan apa adanya, gak usah memaksakan" kata azza


"Lo gak ngerasain sih za, gue juga sama kaya Roni, dag dig gimana gitu" jawab cece


"ya udah santai, tarik nafas yang panjang" kata Adit menengahi


"eh Lo bim, di make up dikit lah biar agak kece badai, ntar kan mau foto bareng" kata azza


"gak bisa make up gue za" keluh Bima


"sini gue dandanin, biar kaya opa opa Korea" jawab azza yang langsung di angguki semangat oleh Bima


"bantuin ce" kata azza sambil memoleskan foundation di wajah Bima


sedikit keahlian azza dan cece bisa mengaplikasikan make up, tentunya make up yang di aplikasikan nya yang natural bukan yang mewah untuk acara kondangan atau sejenis nya


"waduh ini si bima, gila" teriak histeris dari galang


"ganteng juga si Bima" celetuk Roni


"za, poles gue juga dong, biar agak kece dikit lah" pinta Adit


"bentar lagi di suruh kumpul dit" kata Roni


"lah bentaran doang elah" pinta Adit


" keburu lah, kalo make up tipis mah" jawab azza melihat jam tangan nya


"Lo Ron, sama cece, Adit sama gue, ntar terakhir Galang sama gue di bantu cece" jawab azza


"elah si Galang mah gak usah" kata si Bima yang sudah di make up langsung berfoto


" gue juga mau lah, agak glowing dikit kek" cemberut Galang


"kasian bim, gak usah di anak tiri kan" celetuk azza


"habis ini kita foto foto kan?" tanya cece


"ya pasti lah, buat kenang kenangan masa SMA" jawab Adit


"kalian kan kuliah nya bakal satu universitas? gak usah lah buat kenang kenangan" celetuk Bima


"sue Lo bim, masa SMA itu paling banyak di ceritain ke anak cucu, jadi harus di abadikan" jawab Roni yang sudah di rias


"ini make up nya aman kan? tahan lama dan berkualitas? tanya Galang yang mau di oles sama cece


"wah z ngeremehin produk yang Lo pake" timpal cece


"gak usah banyak tanya Lang, yang penting Lo glow up hari ini" jawab azza yang langsung memakaikan lipt tint di bibir Galang tipis


"tau Lo Lang, jangan kaget kalo Lo tau harga tuh make up" timpal Adit yang sedang merapikan dasi nya


" tinggal minta lah sama si bos" cengir Galang di jawab gelengan azza


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


acara sedang di mulai, seperti biasa geng azza selalu duduk di bagian belakang, hal paling menyenangkan itu di belakang bisa makan dan yang paling penting bisa ghibah menurut azza


sedangkan Miftah yang sedang berdiri mengamankan acara tersebut berada di depan pintu masuk aula


beberapa sambutan sambutan sudah di isi oleh pihak sekolah, pihak ketua yayasan, dan pemilik yayasan


kini giliran penobatan Putri terfavorit dan putra favorit


"kita sambut untuk putra favorit kita "DANIEL ARDIANSYAH" dari kelas XII IPA II


tepuk riuh terdengar di bagian depan yang di kuasai oleh para anak IPA


"yang mana sih orang nya?" celetuk azza


"anjir Lo za, Lo gak tau mantan ketos?" tanya Bima kaget


membuat banyak pasang mata mengarah ke bagian belakang tempat nya di bagian azza and the geng akibat ulah Bima


"anjir malu gue" gumam azza


"yang di belakang mohon dengarkan dulu yang di depan" ucap MC


"Roni, tolong amankan dulu teman temannya" pinta nya lagi


"siap pak" jawab Roni


"oke lanjut, sekarang giliran putri favorit, kita sambut ananda "AZZALEA MICHELLE DANUARTA" dari kelas XII IPS III


sontak euforia dari azza and the Genk, bahkan dengan tanpa malu nya Adit langsung berdiri dengan maksud mengantarkan sang tuan putri


kedipan yang dia dapat dari sang papi di depan sana saat azza sudah ada di atas panggung


azza membalas dengan kedipan matanya membuat para cowo histeris menganggap kedipannya untuk nya


"perlu di hukum" gumam Miftah yang sedari tadi menyaksikan acara di bagian belakang


"hukum aja sampe lemes" jawab seseorang di interkom nya, membuat nya malu karena apa yang tadi di ucapkan di dengar oleh semua anggota galaksi bahkan adit, Roni Galang dan Bima juga mendengarnya mereka hanya terkekeh atas gumaman ketuanya


dengan usil Adit menimpali ucapan di interkom nya


"siap siap Lo za, nanti malam Lo bakal di bikin lemes" kata Adit yang masih ada di samping azza dengan terkekeh


"maksud Lo?" tanya azza yang mengernyitkan keningnya yang tak di bales oleh adit