AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
cerita adit



Malam hari nya azza masih di rawat di rumah sakit, bukan karena apa apa tapi karena Miftah yang terlalu khawatir dan juga papi Gerald yang terlalu takut akan putri nya kenapa napa


di temani sang sahabat Adit yang kini malah bermuka masam ntah masalah apa


azza yang penasaran mengkode pacar nya buat tanya masalah nya tapi dasarnya Miftah itu acuh dan mungkin lebih ke gak suka ikut campur


"hmmm dit" kata azza


"hmm" jawab adit yang masih fokus pada ponselnya


"Lo kenapa dit" tanya azza


"hmmm" bales Adit membuat azza dan Miftah saling pandang


"Raditya" teriak azza


"apaan sih Lo za?" kaget Adit


"Lo yang kenapa dit, di tanya malah hum ham Hem Hem" keluh azza


"kenapa sih tuh bang pacar Lo? gak Lo kasih jatah?" tanya Adit pada Miftah


"mungkin, harus di kiss dulu ini mah" kelakar Miftah yang langsung mendapat timpukan dari azza


"serius deh Lo dit, Lo tuh sebenarnya kenapa, tadi gak murung kenapa sekarang Lo murung gitu?" tanya azza kepo


"hufft gue bingung za" keluh Adit


"kenapa?" tanya azza


"gue sekali nya jatuh cinta tapi malah gak bisa bebas" keluh Adit


"maksud nya?" kata azza yang belum paham


"mungkin yang Lo rasa sekarang itu bukan cinta, lebih baik Lo rasain dulu apa bener itu cinta atau cuma kagum" timpal Miftah seakan tahu masalah Adit


"bentar bentar, apa sih masalah nya? Lo dit cerita dulu" titah azza


"Lo tau kan gue udah punya pacar?" tanya Adit yang langsung di angguki oleh azza


"terus?" tanya azza


" gue baru pacaran beberapa Minggu belum juga satu bulan eh sudah mulai ngatur ngatur" keluh Adit


"ngatur gimana?" tanya azza


"diem dulu deh kamu yank, dengerin dulu ceritanya" sela Miftah


"ouh iya sok" kata azza


"hufft" terdengar helaan nafas berat dari Adit


"waktu gue temenin Lo di makam, dia ngamuk ngamuk, tadi nya mungkin emang gue salah terus waktu gue anter cece kan si Roni pulang nya malem ngamuk lagi terus sekarang nih lagi ngamuk" kata Adit menyodorkan hape nya "belum juga kalo pas gue nongkrong dengan yang lain, pusing gue za" keluh Adit


"Lo kalo mau keluar ya gak papa dit, gue masih ada Miftah yang jagain" kata azza


"bukannya gitu za, gue cape dengan hubungan ini, gue juga maunya punya cewe yang gak terlalu ngekang, seperti bang Miftah si Roni masih tak masalah sama gue" keluh Adit


"mending Lo omongin dulu sama cewe Lo, biar sama sama enak" saran Miftah


"bang, gue ke luar dulu gak papa?" tanya Adit


"no problem, selesai kan dulu masalah Lo" saran Miftah yang langsung di angguki adit


"za, gue keluar dulu" pamit Adit


"bang titip nih bocah" pamit nya pada Miftah


"kalo mau balik lagi bawa makanan dit" teriak azza yang mungkin tidak di dengar karena Adit sudah menutup pintu


"mulut nya ini" kata Miftah membungkam mulut azza


"kak ih" kesel azza melepaskan bungkamannya


"kenapa? mau apa?" tanya Miftah


"mau pesawat" ceplos azza


"nanti ya buat dari kertas" kata Miftah terkekeh


"kirain kaya dunia halu kalo ceweknya minta apa saja langsung tring... ada" kata azza dengan menggerakkan sulap


"kamu kira aku jin langsung tring" jawab Miftah dengan mata nya yang tertuju pada melon azza


"buka dikit yank" kata Miftah membuka kancing


"nanti ada orang" tahan azza


"mana?" tanya Miftah


"iya nan-" perkataan azza langsung di bungkam oleh Miftah


dengan tangan yang sudah meremas melon, Miftah seakan di mabuk dengan apa yang ada pada azza


"pengen di keluarin yank" kata Miftah serak


"nanti ada orang" takut azza yang sudah terlena


"bentar kunci dulu" kata Miftah langsung menguncinya


Miftah langsung melahap melonnya dan meremas sebelah nya, di tatap nya mata sayu azza yang seakan meminta lebih


tangan nya nakal menggesekkan jari di gua nya di balik celana membuat azza menggelinjang


di turunkan nya sedikit demi melihat gua masa depannya, Miftah seolah tak berdaya langsung turun mencium gua nya itu


sesekali tangan azza di tuntun untuk memijit tongkat nya, dengan berbagai cara untuk melakukan pelepasan tanpa penyatuan


"akhhhh" suara panjang Miftah setelah melakukan pelepasan nya


azza seakan keram dengan mulut dan tangan nya karena hampir satu jam tongkat nya belum tidur


"aku tidur di sofa ya" kata Miftah setelah merapikan pakaian azza dan dirinya


"gila" gumam azza mengingat dirinya yang dulu sangat tidak mau di sentuh apalagi di ***** *****


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Adit yang sedang merasa kacau hampir menabrak seorang wanita di jalan, dan kini wanita itu sedang berada di rumah sakit


"eung" sadar Sarah, wanita yang hampir di tabrak Adit


"gimana keadaan Lo" tanya Adit setelah tau Sarah bangun


"gue dimana?" kata Sarah menyadari dirinya di tempat asing


"di rumah sakit, Lo kelelahan tapi Alhamdulillah bagi Lo gak kenapa Napa" bales Adit


deg


Sarah menyadari dirinya kini yang sedang hamil, dia di usir keluarga karena hamil di luar nikah dan laki laki yang harus bertanggung jawab ternyata sudah mempunyai istri dan anak


"kenapa? makannya kalo mau melakukan berpikir lah dulu" kata Adit


"emang gue mau?" kata Sarah sinis


"maksud Lo" tanya Adit yang menangkap hal tak biasa dari cara bicara nya Sarah


"eh engga, makasih ya udah anterin gue ke sini, ouh ya administrasi nya udah di bayar atau belum? kalo udah biar gue yang ganti" kata Sarah


"biar gue yang bayar, karena tadi gue yang nabrak Lo" kata Adit


"thank ya udah bantuin" kata Sarah canggung


"Lo mau kemana? biar gue anterin" kata Adit


"ouh gak usah, gue gak mau Bebani orang lain" cegah Sarah


"terus Lo mau kemana? dengan keadaan Lo hamil di tambah Lo udah di usir oleh keluarga Lo" kata Adit


"Lo tau" tanya sarah


"sorry, tadi gue cek hape Lo, gue lihat no yang terakhir di hubungi ayah Lo, tapi beliau ngamuk ngamuk malah nyangka gue yang sudah bikin Lo hamil" kata Adit


"tak apa, sorry juga atas sikap bokap gue" kata Sarah


"Lo ikut gue aja dulu, ada apart temen gue yang gak di pake, temen gue cewe ko" bujuk Adit


"sorry gak usah" kata Sarah


"tenang gue orang baik ko" bujuk Adit lagi


"tapi-"


"setidak nya Lo kasian sama bayi Lo, dia butuh istirahat" kata Adit tak tega meninggalkan wanita hamil sendirian