AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
semakin dekat



hari ini hari terakhir ujian nasional di sekolah, untuk hari hari selanjutnya murid kelas XII tidak di wajibkan untuk masuk sekolah, tapi untuk beberapa siswa mungkin yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi di depan sekolah nya akan sibuk mengurus berkas dan administrasi nya


"liburan lah dulu" keluh Roni


"di cafe ada menu baru guys" kata Bima


"nanti sore ke sana yuk?" ajak azza


"boleh lah, boring juga gue di rumah" jawab cece


"kan ada bayi di rumah Lo ce, masa boring?" tanya azza


"lah bayi baru lahir, Lo kira udah bisa joget atau nyanyi?" sewot cece


"ya bisa jadi, tuh bayi bisa joget tiktok" jawab asal azza membuat semua orang tertawa


"Lo gila nya udah kebangetan" jawab Adit melanjutkan ketawanya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


azza yang tengah bersiap siap di kaget kan dengan suara bel


Ting nong Ting nong


"siapa sih?" gumam azza melangkah menuju pintu


ceklek


seorang pemuda yang selalu bikin jantung azza tidak normal berdiri dengan rambut acak-acakan


grep


tanpa ada kata Miftah langsung memeluk azza, mendorongnya masuk ke dalam apart dan menutup pintu apart azza


"beri gue semangat" pinta Miftah


"apa?" tanya azza


cup


dengan cepat Miftah mencium bibir azza rakus menuntun azza ke sofa membaringkannya dengan lembut


karena terbawa suasana ciuman nya kini berpindah di leher jenjang azza, menimbulkan jejak cinta di leher azza


"ssshh" desis azza menyadarkan Miftah


"maaf" kata Miftah tanpa ada jawaban dari azza


membenarkan posisi duduknya yang tadinya terlentang yang hanya Azza lakukan, tanpa menatap Miftah apalagi menjawab permintaan maafnya.


malu, malu yang di rasakan azza, bukan salah Miftah, dirinya juga membiarkan apa yang Miftah lakukan padanya justru menikmatinya.


"kakak kenapa? datang datang langsung meluk gue?" tanya azza menetralkan perasaan nya


"Lo mau kemana?" balik tanya Miftah saat sadar pakaian azza yang sudah rapi


"ke cafe, kata Bima ada menu baru di sana" jawab azza


"sama teman atau orang lain?" tanya Miftah


"sama mereka biasa, Roni, cece, adit, Galang, Bima" jawab azza


"bukannya si Roni dan Galang lagi di bengkel? tadi kata kenan ada masalah di bengkel" kata Miftah


"ouh ya, belum cek hape, bentar hape gue di mana ya?" jawab azza langsung mencari hape nya ke dalam kamar


bukan nya diam, Miftah malah mengekor azza ke dalam kamar


bruk


Miftah membawa azza berbaring di ranjang Azza,


"kak, jangan gini" kata azza, dirinya takut berdua di dalam kabar dengan laki laki apalagi dengan posisi sangat intim


"gue butuh tidur, kelonin gue chelle" pinta Miftah


"Lo kenapa sih?" tanya azza "ada masalah?" lanjutnya yang hanya di angguki oleh Miftah


"gue bingung caranya ngomong sama Lo, gue takut Lo semakin benci sama ibu tiri Lo, setelah Lo tau apa yang dia rencanakan buat papi Lo" jerit Miftah di dalam hati


bukannya Miftah yang tertidur tapi malah azza yang pertama tidur,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"yang ngajak siapa yang gak ada siapa" kesel cece pada azza


"mau gue samperin, tapi takutnya lagi bareng bang Miftah, Lo tau sendiri mereka lagi deket" jelas Adit


"Lo, gue angin aja ce, dari pada Lo disini sendir" lanjut Adit yang di angguki oleh cece


"kumpul gak kompak gak asik ya dit" kata cece


"hmm" jawab Adit yang fokus pada ponselnya,


bruk


tak sengaja Adit menyenggol bahu seseorang karena terlalu fokus pada ponselnya


"eh sorry.." kata Adit


deg


Adit terpaku saat seseorang yang telah menghancurkan hati azza dulu sekaligus orang yang menghancurkan hubungannya dengan pacarnya dulu


"pacar baru?" tanya Marchel ngelirik cece sekilas


"ce cepat masuk mobil, dan langsung Lo kunci mobilnya dari dalam" titah Adit memberikan kunci mobil pada cece


tanpa banyak kata cece langsung menuruti perintah Adit "kaya kenal siapa ya" gumam cece


"segitunya Lo sekarang, takut seperti Selly" tanya Marchel terkekeh


"gue gak takut sama sekali, terlebih sama cowo bajingan seperti Lo" jawab Adit geram


"kenapa? ouh apa Lo sekarang udah bisa muasin cewe Lo?" tanya Marchel


"karena cewe gue sekarang, gak murahan seperti Selly" jawab Adit


"ternyata Lo udah melupakan cewek Lo itu, Lo gak mau nanya kabarnya gitu? tanya marchel


"semenjak gue tau dia melemparkan tubuhnya pada Lo, sejak itu juga gue gak berurusan lagi sama dia, jadi salah besar kalo Lo nanya gue kabarnya" jawab Adit


"kan gue gak salah, gue cuma kasih uang yang dia mau, selebihnya dia juga menikmati nya" jawab Marchel


"terserah Lo, dan gue berharap gue tidak bertemu lagi dengan Lo" jawab Adit meninggalkan marchel


"eh bentar, Lo tau azza dimana? Lo tau apart nya azza? gue ke rumahnya tapi kata ibu tirinya sudah pindah" kata marchel membuat langkah Adit terhenti


"jangan pernah ganggu azza, Lo lupa sudah nyakitin hati nya" peringatan Adit pada marchel


"sampai kapanpun azza tetap milik gue" teriak marchel tanpa di tanggapi oleh Adit


"siapa dit?" tanya cece kepo setelah Adit masuk ke dalam mobil


"mantan nya azza" jawab Adit dengan muka datarnya


"ya ampun, sorry yang selingkuh sama mantan Lo?" tanya cece kaget yang hanya di angguki oleh Adit


"sorry kalau gue kepo banget, tapi apa Lo masih cinta sama mantan Lo?" tanya cece


"sudah tidak ada cinta ce dalam hati gue buat dia" jawab Adit


"terus kenapa Lo belum punya pacar?" tanya cece


"gue belum bisa mencintai seseorang ce, gue takut, makannya gue salut banget sama si azza, Lo pikir aja, dia lihat secara langsung, gue aja yang liat dari rekaman sakit banget ce apalagi gue laki lah si azza" jelas Adit


"sorry dit, kita banyak nyusahin Lo, di tambah gue dan azza sering ngolok ngolok Lo jomblo, gue gak tau se sakit itu" kata cece merasa bersalah


"gak papa ce, kedatangan kalian justru buat gue semangat, gue ngerasa laki laki yang harus melindungi kalian sebelum kalian udah punya pelindung sendiri" jelas Adit


"Lo juga berhak bahagia dit, gak usah ngurus kita melulu, bahagia nya Lo bahagia juga buat gue dan azza" jawab cece


"gue usahakan buat bisa mencintai kembali, doa dan suport yang gue perlu dari Lo dan azza" kata Adit


"tanpa Lo minta, gue dan azza bakalan mendoakan Lo serta suport Lo" jawab cece


"thanks, udah sana Lo turun, gue harus balik lagi ke cafe" kata Adit


"iya thanks dit" kata cece hanya di bales anggukan oleh adit