AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
putus nya azza



hari berikut nya aja sudah ke kampus seperti biasa tetapi sekarang berbeda fakultas seperti Cecilia di fakultas bahasa, Roni di fakultas teknik, hanya Adit dan azza yang bersama di fakultas ekonomi


menunggu teman yang lain menjadi rutinitas untuk kedepan nya di taman kampus, seperti saat ini azza dan Adit sedang menunggu Cecilia dan Roni


hubungan nya bersama Miftah seperti biasa, meski Miftah terus di goda sama Bianca atau banyak wanita yang terang terangan menunjukan perasaan nya pada Miftah tapi tak di hiraukan oleh azza, bahkan azza tersadar bahwa dirinya masih dalam bayang masa lalu.


terkadang ada rasa takut dalam dirinya jika Miftah menghianatinya, tetapi untuk selama ini Miftah selalu menghindar dari para teman wanita demi kelanggengan hubungan nya bersama sang pacar


"itu bang Miftah bukan?" tanya adit pada azza


"iya dia, katanya tadi bakalan sibuk banyak tugas, kok masih bersiliweran?" heran azza


"ke belakang kampus tuh" kata Adit


"gue susul dulu" pamit nya pada Adit


azza menyusul Miftah dari belakang hingga suara seseorang menghentikan nya


"za, ketemu Miftah gak" tanya Rayan sama azza


"tadi aku liat ke sana" tunjuk azza


"Lo mau samperin Miftah?" tanya nya


"iya kak, emang kenapa?" tanya balik azza


"tolong kasih tau Miftah cepetin balik ke kelas si Alma sudah ngamuk ngamuk tugas nya belum kelar, si Sam belum datang lagi" titah Rayan


"oke kak, gue cari dulu kak Miftah nya" kata azza


menyusuri belakang kampus yang sepi hingga netra azza menemukan Miftah tapi dengan sedang berpelukan dengan wanita lain


remuk hati azza, seakan logikanya bicara percaya tapi hatinya menolak, setelah menenangkan perasaan nya azza menghampiri kekasih nya


"ekhem" dehem azza menyadarkan Miftah dan perempuan itu


"azza" kaget Miftah


"maaf ganggu, tadi di cari sama kak Rayan, di suruh balik ke kelas, kak Alma sudah ngamuk ngamuk karena tugasnya belum selesai" jelas azza yang menahan hati nya


"sayang, denger dulu" cegah Miftah saat azza akan melengos pergi


"tadi tu gak seperti yang ka-" ucapan Miftah terpotong oleh azza


"maaf itu urusan anda, maaf saya harus pergi" ucap dingin azza


"tapi sayang, kamu harus denger dulu penjelasan nya" tahan Miftah memegang tangan azza


"selesai kan dulu masalah nya, tapi mohon maaf jangan dulu samperin saya, kita putus" final azza langsung lari


sedangkan Miftah menegang saat kata putus meluncur di bibir azza, tanpa rasa bersalah perempuan yang sedari dengan Miftah tak lain dan tak bukan bianca tersenyum saat keputusan azza tadi, dengan sisa air buayanya dia bisa mengelabui Miftah


"maaf Miftah ini salah gue" kata Bianca sesenggukan


"ngak papa bi, lebih baik Lo pulang, urus dulu nyokap Lo, nanti biar gue yang bilang ke dosennya" kata Miftah pada bianca, justru Bianca merasa senang akan perhatian Miftah yang baru kali ini dia bisa dapat perhatian dari Miftah


sedangkan azza menghampiri Adit dan tentunya sudah ada Roni dan cece di sana


"dari mana sih Lo? lama amat" sergah cece


"mergokin orang selingkuh" jawab azza datar


"selingkuh za?" tanya Adit yang tau azza sedang menghampiri Miftah tadi


"maybe" jawab azza tak yakin


"bang Miftah selingkuh, gak yakin gue" kata Roni yang di angguki oleh cece dan Adit


"tapi gue liat dia sedang berpelukan dengan cewe lain" kata azza


"anjir gila" umpat Adit


"dengan siapa? si ulet?" tanya cece yang di angguki oleh azza


"kayanya ni rencana dia deh za" kata cece


"bisa jadi, tapi gue masih sakit liat dia meluk cewe lain, mending kita putus aja dulu" jelas azza


"whattt" teriak cece


"Lo tau sendiri ce, gue paling gak bisa kalo di khianati, makannya mending gue putuskan saja dulu biar gue bisa mikir dulu" kata azza


"gimana Lo aja deh za, tapi yang pasti gue gak yakin kalo bang Miftah gak selingkuh" kata Roni


"udah lah mending kita ke kantin" kata Adit mencairkan suasana


kantin kampus tujuan mereka, becanda dan saling menguatkan


"tadi nya gue mau ngomong, kalo tadi pagi gue ketemu anak SMA kayanya anak baru kelas X deh, Bikin gue deg degan, tapi salah satu sahabat gue lagi sedih, jadi gak etis gue curhat" kata Adit yang sudah duduk di kursi kantin


"nongkrong aja entar malem, biar gak stres si azza" celetuk Roni


"beneran malem yank?" tanya cece


"sekali kali, sore aku ada kerjaan sayang" kata Roni


"asik.. udah lama gak nongkrong malam hari, biasanya ngamar terus" celetuk cece


"ngamar ngapain ce?" tanya azza so polos


"olahraga za" jawab cece yang sudah tau bakalan mengarah kemana obrolan nya sedangkan mereka terkekeh


"tapi gue penasaran sama Lo dit, siapa yang beruntung mencairkan beku di hati lo?" tanya azza


"adalah za, baru juga minta no hape nya gue tadi, belum di chat" kata Adit


"tapi Lo-" perkataan azza terpotong oleh seseorang yang baru datang


"eh azza, ngapain di sini? ngerayain selametan putus nya sama Miftah ya?" seru Bianca di depan azza


sedangkan azza tidak merespon nya dan malah ngajak ngobrol Adit


"kapan ajak ketemuan dit?" tanya azza menghiraukan Bianca


"belum za" kikuk Adit karena saat ini suasana nya mulai tegang


karena merasa di abaikan Bianca menumpahkan air ke dalam mangkok azza, cece sudah geram tapi di tahan nya oleh Roni karena melihat azza tenang tenang saja


tanpa peduli azza masih memakan bakso nya, meski sudah dingin, dengan perasaan dongkol karena azza menghiraukan nya Bianca mencampur kan sambel beberapa sendok di mangkok azza


kesabaran azza mulai abis, azza langsung berdiri dan menumpahkan bakso nya ke kepala Bianca


"berani main air berarti berani basah" ucap azza, pertikaian mereka kini menjadi pusat perhatian mahasiswa


"lo, berani banget nyiram gue?" tanya Bianca


"kenapa gak berani?" tanya azza


melihat Miftah dan teman temannya akan memasuki kantin Bianca langsung menjambak rambut azza dan langsung di tepis oleh azza hingga mendorong Bianca ke lantai


Bianca merintih kesakitan hingga sepatu yang dia kenal berdiri di depan nya membantunya berdiri


"Miftah" ucapnya pura pura kaget


"Lo kenapa bi?"tanya nya


"gue tadi mau minta maaf sama cewe Lo, tapi gue malah di siram" kata Bianca


belum sempat Miftah bicara, tapi sudah di sela oleh cece "ngerasa paling di sakiti ya Lo? nih gue tambahin" kata cece sambil menyiram mula Bianca dengan jus jeruk nya


"gue juga pengen nambahin tapi gue cowo" keluh Adit


"ayolah cabut" kata azza melenggang pergi di susul teman temannya


Roni malah menghampiri dan mencengkeram dagu Bianca


"Lo salah orang cari masalah" kata Roni menghentakkan tangan nya


"urus masalah Lo bang, gak usah pelihara nih ******" kata Roni pada Miftah tak merasa takut


sebelum pergi Roni malah mengelap tangan nya ke baju Rayan,


"bisa infeksi tangan gue, kena virus ******" sinis Roni mendelik Bianca


"sialan Lo Ron" teriak rayan