
malam hari azza sudah siap dengan gaun indah pilihan papi nya, terlihat azza sudah seperti dewasa dengan balutan gaun yang indah
"ayo sayang, papi udah nunggu kamu" ajak Miftah pada azza
"kamu yang jagain acara?" tanya azza saat melihat interkom di telinga nya
"aku yang selama ini membantu papi kamu sayang, hanya demi kamu" ucap Miftah dengan menyelinap kan rambut ke belakang telinga azza
"maksudnya?" tanya azza tak mengerti
"nanti juga kamu tau" ucap Miftah tersenyum
cup
tanpa ijin Miftah sudah mencium bibir azza sekilas,
" semangat buat aku" cengir Miftah
"udah ayo" ajak Miftah
acara anniversary pernikahan yang menurut azza sangat berlebihan dengan di adakannya di hotel mewah serta undangan yang banyak juga sangat penting
"ini berlebihan banget kalo sekedar acara anniversary" celetuk azza mengamati ruangan yang di dekor sangat indah
"kamu tunggu di sini" kata Miftah pada azza
"kamu kemana?" tanya nya
"nyiapkan hadiah untuk kamu" bisik Miftah tepat di belakang telinga azza
semakin malam acara semakin ramai, dan dapat azza lihat banyak kolega papi dari perusahaan besar
hingga lampu seluruh ruangan mati, membuat semua orang kasak kusuk
"mas ini gimana?" tanya Mirna bingung
"bentar, mas panggil pihak hotel" kata Gerald pura pura panik
"belum sampai Gerald ke bawah panggung, proyektor besar sudah menyala di depan nya
"ini ada apa?" tanya Mirna pada Gerald
"gak tau" jawab Gerald acuh
hingga tulisan anniversary buat Gerald dan Mirna membuat Mirna tersipu
batinnya mengira kejutan dari sang suami tapi keterkejutan nya tak berlangsung lama, saat di video menampilkan seorang wanita menaruh minyak pada setiap tangga, dan seorang gadis remaja terguling guling, di tangga hingga tangan nya meraih tiang tangga dan tak lama seorang wanita yang sedang hamil tua tergenlincir juga menimpa anak gadis sampai ke bawah
papi Gerald langsung mengeraskan rahang nya, dan azza langsung berdiri dari duduk nya, sorot mata nya menandakan dia sedang sangat marah
video tak berhenti di situ, dari kematian mami nya azza, percurangan dari berkas berkas juga perencanaan pembunuhan untuk membunuh papi Gerald secara diam diam
membuat azza semakin murka, tak dapat mengen dalikan dirinya, di hampirinya ibu tiri yang sudah di tahan oleh Aska sedari tadi
"setelah mami gue yang Lo bunuh, sekarang lo mau bunuh papi gue?" murka azza langsung menampar nya berkali kali hingga Mirna ambruk di lantai
tidak cukup sampai di situ, azza langsung menindihnya dengan tidak tanggung tanggung memukul Mirna dengan sepatu high heels nya sampai pingsan
Miftah mengamankan para tamu, dan tetap fokus pada tamu yang mungkin bisa di curigai nya
"sayang sudah" ucap papi Gerald memeluk azza yang sudah menangis
"misi pertama selesai" kata Miftah di interkom nya tersenyum saat melihat azza dan papi geral berpelukan
"kita bersama lagi, papi janji tidak akan ada masalah lagi setelah ini" kata papi Gerald yang di angguki azza
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi hari azza masih bergelung dengan selimut nya, merasakan kenyamanan ranjang yang sudah lama di rindukannya
ceklek
"hey anak papi cepat bangun" kata papi Gerald mengguncangkan tubuh azza
"papi, lima menit lagi ya" ucap nya manja
"enggak sayang, udah di tungguin sama Miftah di bawah" kata papi
"apa tadi papi bilang?" tanya azza langsung membuka mata
"ada pacar kamu di bawah nungguin, katanya kamu harus ke kampus" jawab papi gerald
"mampus azza telat Pi" kata azza spontan
"mulut nya ini" sentil papi Gerald
"maaf pi keceplosan, azza mandi dulu Pi" kata azza langsung lari ke kamar mandi
"kamu tunggu dulu, baru bangun azza lah" kata papi Gerald pada Miftah
"iya om, gak masalah"jawab Miftah yang sedang menunggu di ruang keluarga
"ada yang kamu curigai dari tamu semalam?" tanya papi Gerald mulai serius
"ada om, seperti nya saingan bisnis om" jawab Miftah
"namanya siapa?" kepo papi Gerald
"namanya-" belum sempat Miftah melanjutkan bicaranya, sudah terpotong dengan datang nya azza yang rusuh
"papi azza berangkat ya" ucap azza dengan tergesa gesa
"kamu kok cepat banget? atau gak mandi?" tanya papi keheranan
"mandi kilat Pi, udah siang ini" bales azza langsung menyalimi papi nya
"Assalamualaikum" pamit azza yang langsung di ikuti oleh Miftah
"makan roti dulu nih, kamu belum sarapan" titah Miftah saat mereka sudah di dalam mobil Miftah
"gak sempet kan, udah siang, nanti kalo kesiangan kan di hukum" kata azza
"gak bakalan di hukum, ada aku" jawab Miftah
"ouh iya lupa kan pacar aku ketua senat nya ketua geng lagi, jadi mana ada yang berani hukum aku" kata azza dengan PD nya
cup
satu kecupan mendarat di bibir azza setelah Miftah menghentikan mobilnya
"kasih aba aba dong kalau mau cium" keluh azza
"itu nanti, kita lanjut di apart" jawab Miftah dengan mengedipkan sebelah matanya
benar saja, azza dan Miftah terlambat 20 menit
"gimana ini kak?" tanya azza
"udah ayo, kita masuk" ajak Miftah menenangkan azza
azza di suruh berbaris bersama kelompok nya, setelah Miftah memberikan penjelasan terlebih dahulu pada pembimbing kelompok azza
"Lo pacar nya ka Miftah?" tanya seorang cewe, berambut sebahu
"iya" jawab kikuk azza
"santai aja, gue Raina, Lo siapa? tanya nya
"gue Azzalea, tapi panggil aja azza" jawab azza menerima uluran tangan Raina
"gue ngambil manajemen, Lo apa? tanya nya pada azza
"sama, kita bakal satu kelas" jawab azza
"asik... setidaknya gue udah punya temen nih" seru Raina
"baru dua hari ngampus udah berani telat, mentang mentang pacar nya ketua senat" kata Bianca di arah belakang azza
"maaf kak" jawab azza berusaha menahan emosi nya
"nyadar diri dong, tuh liat yang lain kalo telat di hukum,lah Lo?" sinis Bianca
"sialan, pengen gue gampar tuh mulut" kata azza dalam hati
Andre selaku pembimbing kelompok azza langsung menghampiri Bianca dan azza yang tengah ribut
"ada apa ini?" tanya Andre
"Lo kalo jadi pembimbing yang adil dong Dre, dia telat ko gak di hukum?" protes Bianca
"tadi Miftah sudah jelasin sama gue, ada acara keluarga yang gak bisa di tunda" jawab Andre
"alesan, paling juga acara pacaran" sinis Bianca
"udah ya kak, kalo mau hukum silahkan hukum aja, saya tau kok saya salah" lerai azza
"bagus kalo Lo nyadar, sekarang Lo jalan kaya bebek muterin pohon yang itu" titah Bianca
"bi jangan gila deh, dia anak baru" cegah Andre
"justru anak baru harus di hukum, biar kedepannya disiplin" alibi Bianca
"udah kak gak papa" kata azza langsung memulai hukumannya tak lupa dengan topi juga papan nama nya