
hari ini hari dimana azza sudah menjadi anak mahasiswa bukan lagi anak murid SMA di depan
"buset, untung gue gak telat" kata azza
"kebiasaan Lo za, gue dong sekarang jadi rajin" timpal Roni dengan sombong nya
"Lo kan di bangunin cece, kalo enggak pasti udah telat" delik azza
"suuut diem, bentar lagi arahan dari ketua senat" kata Adit di belakang azza
seperti biasa azza and the Genk selalu baris di bagian belakang, katanya sih bagian belakang itu tempat favorit nya para anak keren
"terimakasih adik adik, sekarang kita panggil ketua senat kita " Miftah Al farezi" kata sang moderator yang bernama satria
"what kak Miftah?" tanya azza
"Miftah pacar Lo bukan sih za?" tanya Adit yang di jawab gelengan kepala dari azza
"bener ih tuh liat yang naik, cowo nya si azza, the big bos" jawab cece membuat azza kaget
"anjir gila.. ketua geng juga ketua senat" kagum Roni
"kok gue gak tau yah?" tanya azza
"Lo pacar nya atau bukan sih, kok Lo gak tau?" tanya Adit mengejek
"sialan Lo dit" kata azza sedikit keras
"yang belakang kenapa? mohon hargai saya di depan sedang berbicara" ucap tegas Miftah
"baik kak" jawab mereka tanpa azza yang pasti, karena azza langsung tunduk saat Miftah melihat ke arah nya
"untuk pembagian kelompok bisa atur oleh masing masing pembimbing nya" kata Miftah
"siap kak" jawab nya serempak
mereka sudah mendapatkan kelompok masing masing, dan kini 4 sekawan di pisahkan semuanya merata
"itu cewe Lo kasian mif" kata kenan pada Miftah saat melihat azza di hukum oleh seorang pembina
"gimana lagi, gue harus adil kan" tanya Miftah yang di angguki dengan yang lain
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sedangkan di perusahaan papi nya azza sedang merencanakan untuk nanti malam pesta anniversary pernikahan Gerald dan Mirna
"semua sudah siap kan ? tanya papi Gerald
"siap pak" kata Aska
"kamu bereskan semua barang azza, karena mulai nanti malam azza akan langsung pindah ke rumah utama setelah acara selesai" kata azza
"gimana dengan nyonya pak?" tanya Aska
"dia akan saya seret ke penjara dengan hukuman berlapis, pembunuhan, pembunuhan berencana serta penipuan atas saya" jelas papi Gerald
"tapi dalang nya belum keliatan pak?" tanya Aska lagi
"seperti kata Miftah, kita harus terang terangan supaya lawan kita keluar dengan sendirinya, apalagi kita bikin hancur salah satu rencananya" jelas papi Gerald
"apa anggota tuan Miftah akan mengamankan? saya takut nona azza dalam bahaya tuan" kata Aska
"Aska, dia pasti melindungi putri ku, saya sangat setuju jika azza sama Miftah" kata papi Gerald
"iya pak, saya juga setuju jika nona sama tuan Miftah" kata Aska
"kamu rundingkan sama anggota Miftah, apa bantuan untuk tim kamu?" kata papi Gerald
"siap pak" jawab Aska
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kembali ke azza, kini mereka sedang istirahat, bukan di kantin utama, yang dapat di hubungkan dengan sekolah SMA nya tapi melainkan kantin di area depan kampus yang menjajakan makanan pinggir jalan
"wah gila, cape gue" kata azza sambil meminum es teh nya
"tadi pembimbing gue kan kak Alma sama kak Ken, katanya mereka pacaran" kata cece mulai gosip
"jangan nge gosip ce" kata Adit
"serius, tadi kata kak Alma juga iya pacarnya kak Ken" jawab cece
"lah biarin sayang, mereka yang pacaran kok kamu yang kepo?" kata Roni
"tinggal gue nih nyari cewe" kata Adit menarik turun kan alis
"gue doain, semoga Lo dapet cewe yang bisa di ajak nongkrong juga kaya kita kita" kata azza tulus yang langsung di bales oleh mereka serempak
"aamiin" jawab nya sambil terkekeh
"udah lah ayo masuk, takut di hukum gue " kata cece langsung di angguki mereka
"wah bang Miftah tuh za" kata Adit menunjuk Miftah tengah mengobrol dengan cewe
"panas nih" kompor Roni
"mungkin temannya, dia kan sama anggota senat" kata cece menenangkan azza
"gue samperin aja lah" jawab azza langsung mendekati Miftah
"hai" sapa azza tersenyum
"eh hai" jawab Miftah langsung tersenyum
"sibuk ya?" tanya azza
"enggak ko" jawab Miftah mengelus rambut azza, sedangkan cewe di sebelah Miftah sudah menahan kesal
"siapa dia mif?" tanya nya menahan kesal
"ouh dia bi? tanya Miftah kembali
"dia-" perkataan Miftah langsung di potong oleh azza " bee?" tanya azza mengerut
"eh, bukan.. maksudnya-" perkataan Miftah kembali terpotong
"eh kenalin, gue Bianca , pacar nya Miftah" jawab Bianca dengan PD nya
deg
terasa di hantam batu besar hati azza akan perkataan cewe tadi, meski hati nya menolak untuk percaya tetapi tetap sakit saat pacarnya di akuin sebagai pacar oleh orang lain
"eh .. bukan sa-" kembali perkataan Miftah di potong oleh azza " ouh, sorry ganggu kak" kata azza langsung melengos pergi
"eh sa-" kembali lagi perkataan Miftah di potong oleh Bianca
"ini gimana laporannya mif?" tanya Bianca sok manis
" Lo ya, itu tadi pacar gue" geram Miftah membuat Bianca terkejut sedangkan Miftah mengejar azza
"hey, sayang .. sayang" kata Miftah menahan lengan azza
"maaf kak, saya harus balik ke kelompok saya" jawab azza judes
"kamu salah paham sayang" tahan Miftah
"dia bukan pacar aku sayang, dia ngaku ngaku, aku bisa buktiin kok" tambah Miftah
"mau salah paham atau enggak, tapi mending selesaikan dulu urusan kalian" kata azza dingin
"tapi sayang" tahan Miftah
"nanti kita ketemu, sebelum ke acara nya papi" final azza
"kamu pergi nya nanti bareng aku" kata Miftah yang hanya di bales anggukan oleh azza
"semangat sayang" kata Miftah tersenyum dan mengelus rambut azza
sedangkan di sisi lapangan lainnya Bianca melihat semua interaksi Miftah pada anak baru itu
"sialan siapa sih dia" gumam azza
"belahan jiwanya Miftah" jawab Sam yang sedari tadi di samping Bianca
tadi Sam sempat melihat interaksi Miftah, azza dan Bianca, Sam langsung menghampiri Bianca saat Miftah sedikit membentak Bianca
"sok tau Lo Sam" timpal Bianca
"tau lah, orang Miftah sahabat gue, dan Lo gak budek kan tadi Miftah bilang tuh cewe pacarnya" timpal Sam membuat Bianca kesal langsung pergi dari sana
"kok Miftah, bisa punya pacar sih" kesal Bianca yang sekarang sedang di dalam toilet
"pokok nya gue harus bisa rebut Miftah dari tuh anak baru, toh padahal gue paling seksi di kampus ini" monolog Bianca dengan PD nya