AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
masalah lagi



Miftah masih terkulai lemas di sofa, sedangkan azza langsung ke kamar mandi membersihkan badannya


malu justru sangat malu yang azza rasakan kali ini, dengan sekuat hati azza langsung menghampiri Miftah


"maaf sayang" kata Miftah langsung memeluk azza


"kak.. lapar" kata azza


"ouh iya, kita belum makan malam" kata Miftah langsung memakai bajunya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi harinya Miftah langsung mengantarkan azza ke rumah nya dulu,


"maaf om, baru di anterin Michelle nya " kata Miftah


"iya om tau, kamu pasti lelah setelah mencari orang di balik Mirna, dan pasti kamu stess mikirin azza kan" tanya papi


"Michelle cerita?" tanya balik Miftah yang sudah gugup


"enggak detail nya sih, azza cuma bilang dia masih terbelenggu di masa lalu, entah apa masalah kalian, tapi om harap kalian bisa menyelesaikan dengan kepala dingin" nasihat papi


"om tau kan, saya sudah serius bahkan kalo om restui pun saya mau menikahi Michelle" kata Miftah


"om tau, tapi itu terserah gimana azza, om tak mau memaksakan kehendak azza, yang terpenting bagi om dia bahagia dengan pilihannya" kata papi


"Pi, azza berangkat ya" pamit azza ada papi


"ouh iya princess" kata papi memeluk dan mencium kening putrinya


"om saya berangkat dulu" pamit Miftah pada papi Gerald


"hati hati kalian" kata papi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Miftah mengantarkan azza sampai ke kelas nya membuat orang orang pada bisik bisik tentang hubungan azza dan Miftah


"nanti kita ketemu di kantin" pamit Miftah mencium kening azza


sedangkan di sisi lain, Bianca terasa geram akan sikap Miftah, Bianca sudah dari dulu mengincar Miftah, bahkan saat mama nya mengajak buat pindah ke luar negeri pun Bianca tetap stay di sini tapi minta di titipkan pada keluarga Miftah


mama nya Miftah selaku teman dekatnya mama Bianca pun merasa tak enak hati, dan menerima Bianca di rumah nya, sejak saat itu Miftah pindah di apartemen nya sendiri


sedangkan Miftah saat ini di olok olok karena ketua sangar nya kini bucin kembali dan sudah di pastikan mereka sudah baikan kembali


"jadikan pelajaran mif" nasihat Sam yang langsung di angguki Miftah


"traktiran lagi ya bos" seru kenan


"oke" kata Miftah dengan tersenyum


"gak usah senyum dulu bos, entar ngambek lagi tuh si azza langsung stress lagi Lo bos" ejek Rayan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Miftah


"Lo doain gue?" tanya Miftah dengan muka yang tidak bersahabat


"so-sorry bos" gugup Rayan


"mulut Lo" geplak Sam


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah selesai azza langsung ke kantin tanpa Adit, katanya dia lagi pedekate sama anak SMA depan


"cece kenapa?" tanya azza pada Roni karena tak biasa nya tuh sahabat satu nya lesu begitu


"lagi ini" jawab Roni memperagakan tangan yang membesarkan perut


paham akan kode dari Roni, azza langsung antusias " serius Lo?" tanya azza


"diem za, gue agak pusing nih" sela cece


"kenapa gak bawa pulang Ron?" tanya azza


"gak bisa di bujuk za, terus tadi gak kenapa Napa" jawab Roni


"Lo pulang aja ce" bujuk azza merasa khawatir dengan sahabat nya


" gue cuma perlu makan za, gue sekarang pengen makan terus" jawab cece


"terus ?" jeda azza melirik Roni


"di anterin sebentar lagi" jawab Roni


"si Adit tau?" tanya azza


"belum" kata Roni


"gue telpon dulu" kata azza langsung mengeluarkan ponselnya


"apaan?" jawab Adit


"Lo udah tau belum kalo cece lagi hamil?" tanya azza


"seriusan Lo?" tanya Adit


"serius, ini kita kita lagi di kantin" jawab azza


"oke gue ke sana sekarang" jawab Adit menutup telponnya


"dia langsung ke sini kata nya" kata azza yang di angguki oleh Roni


Bianca yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik azza langsung menghampiri azza di kantin


brak


azza terlonjak kaget akan gebrakan di meja nya


"apa apaan sih Lo?" sewot azza


"Lo yang apa apaan? kenapa Lo masih kecentilan banget sih sama Miftah?" sinis Bianca


"Miftah pacar gue, terus kenapa Lo yang sewot, sadar mbak punya orang" jawab azza


"yakin Lo Miftah milik gue? " tanya Bianca sinis


"yes" jawab azza


"asal Lo tau, gue dan Miftah sudah di jodohkan, jadi Miftah itu calon suami gue, kalo gak percaya Lo tanya aja mamanya Miftah" teriak Bianca mengundang perhatian orang


deg


hati aja sudah mulai goyah akan perkataan Bianca, "gak usah ngarang deh Lo" geram azza


"ngarang? ngapain gue ngarang? asal Lo tau gue bahkan sudah tinggal sama orang tua nya Miftah" girang Bianca membuat azza mematung


"jadi gue saranin Lo gak usah jadi pelakor" kata Bianca dengan keras, sehingga banyak orang yang menjelekan azza


"ada apa nih?" tanya Adit yang baru datang


"jaga tuh temen Lo, gak usah jadi pelakor" kata Bianca sinis


sedari tadi cece langsung di kasih headset biar tidak mendengar perkataan jelek dari mulut Bianca, sedangkan Roni menenangkan cece dengan meng gemgam tangan cece


"nanti gue ceritain dit" kata Roni


"cantik tapi kok pelakor sih?"


"hati hati tuh entar cowo kita yang di embat"


"murahan juga tuh cewe"


"BIANCA" teriak Miftah murka


"hey sayang" sapa Bianca dengan wajah polosnya


sedangkan azza sudah tak karuan hatinya


"Lo apa apaan sih malah bilang azza pelakor?" tanya Miftah keras


"kenapa sayang? betul kan kalo pacaran sama calon suami orang itu pelakor?" tanya Bianca santai


"tapi gue gak ngerasa jadi calon suami Lo" teriak Miftah


"sampai kapan pun kamu menolak, tapi kita akan tunangan miftah, dan kamu gak bisa nolak itu" tekan Bianca


"pede banget Lo mau tunangan sama gue? sorry gue udah punya pacar" sinis Miftah


"tapi ini permintaan mama kamu Miftah, justru mama aku akan pulang pekan ini buat tunangan kita" jelas bianca


"gila Lo" sarkas Miftah langsung menghampiri azza


"sayang -" belum selesai Miftah berbicara sudah di potong azza


"bereskan dulu masalah Lo dan jangan ketemu gue dulu" kata azza dingin langsung melenggang pergi


"sayang..." tahan Miftah tapi tak di hiraukan oleh azza


"Lo.." tunjuk Miftah pada bianca "siap siap angkat kaki dari rumah gue" kata Miftah langsung pergi


sedangkan rayan merasa bersalah, mungkin ini masalah terjadi atas kata kata Rayan tadi


"ngerasa bersalah banget gue" gumam Rayan


"ini ujian buat mereka Ray, bukan karena Lo" tenang kenan menepuk bahu Rayan


"ayo ikutin Miftah, takut keluar batas " ajak Sam dan di angguki oleh kenan dan rayan