AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
di ikuti



banyak pikiran yang menyelimuti kepala Miftah, tapi tangan nya tetap fokus membelai kepala azza yang kini tengah terlelap


getaran ponselnya yang berada di nakas, mengalihkan perhatian nya dari sang istri


Miftah mengerut dengan nama yang tertera di layar ponsel nya, selarut ini menghubungi nya, pasti ada hal yang penting menurut Miftah


"halo" sapa Miftah terlebih dahulu setelah mengangkat panggilan dari teman nya


"sorry mif gue ganggu malam malam, ada hal penting yang harus gue kasih tau segera" kata kenan di seberang telepon


ya kenan sahabat nya Miftah, yang kini di tunjuk menjadi ketua geng galaksi meskipun begitu, Miftah masih bos utamanya dalam geng galaksi mengingat usaha yang di pegang anak galaksi semua nya dari Miftah yang berikan untuk mereka kelola


"ya kenapa?" tanya Miftah sambil mengelus rambut sang istri, saat merasakan pergerakan dari sang istri


"musuh mertua Lo sedang bergerak ke arah dimana Lo sekarang, tebakan gue yakin mereka akan memanfaat kan azza sebagai pelampiasan emosi nya" kata kenan yang telah mengetahui dari anak buah yang sedang memantau pergerakan musuh mertua sahabatnya itu


"shiit" umpat Miftah tanpa sadar membuat azza bergerak


Miftah menenangkan kembali istrinya itu supaya tidurnya nyaman, dia langsung mengambil celana nya dan memakainya asal


"terus gimana pantauan Lo sekarang?" tanya Miftah setelah berada di balkon dengan bertelanjang dada, bahkan Miftah hanya memakai bokser


"baru itu saja sih, gue saranin sih lebih baik kalian besok pulang aja deh, karena yang di bidik oleh musuh istri Lo mif" saran kenan


"ya, Lo benar Ken, kalo di rumah setidaknya azza aman dengan pengawasan ketat" kata Miftah


"ya udah, gue cuma ngabarin itu aja, selebih nya Lo harus hati hati dan tetap waspada mif, jaga istri Lo jangan sampai azza keluar sendirian" saran kenan


"iya thank Ken, besok gue usahakan bakalan pulang" kata Miftah sebelum menutup panggilannya


Miftah mengusap mukanya dengan kasar, kali ini dia tengah gusar, meski pilihan nya untuk menikah itu benar karena bisa menjaga istrinya dengan dekat, tapi dia begitu cemas dengan keadaan azza yang sedang di awasi orang


"sayang" sapa azza yang sudah berada di belakang Miftah dengan balutan selimut di tubuhnya


Miftah kaget dengan kehadiran istrinya itu, dia takut istrinya itu malah semakin khawatir atau bisa kepikiran yang bisa menyebabkan program kehamilan nya gagal


"kenapa bangun sayang?" kata Miftah menarik azza ke pangkuan nya, dengan sikap seperti biasa nya Miftah mencoba tenang di hadapan azza


"aku kira kamu kemana? ternyata di sini" kata azza dengan mata terpejam di leher Miftah


"tadi cuma pengen tau kabar anak anak sayang, nih liat abis teleponan sama kenan" kata Miftah berusaha tidak berbohong begitu banyak pada azza


dengan terpaksa azza membuka sedikit matanya melihat nama kenan di panggilan terakhir nya


"kita tidur lagi yuk?" ajak Miftah yang di jawab anggukan oleh azza dengan mata terpejam


tanpa aba aba Miftah langsung mengangkat tubuh azza dengan sedikit repot karena bergelung selimut tebal


azza tersenyum manis saat dirinya di tidurkan dengan lembut, bahkan Miftah dengan telaten nya membenarkan selimut yang pakai azza


"sini sayang, tidur lagi ya" kata Miftah membawa azza kedalam pelukannya


Miftah merasapi pelukan yang pernah puas menurut nya, maklum awal menikah pasti ingin nya selalu menempel


...****************...


terlebih azza yang belum jalan jalan sekedar mencari oleh oleh untuk teman nya pun tak sempat, karena Miftah selalu mengurung nya di kamar, dan paling mereka jalan jalan hanya di area air sungai


"kapan kapan kita honeymoon lagi sayang" kata Miftah menenangkan sang istri


"tapi kan, setidaknya kita pergi cari oleh oleh buat orang rumah sama teman teman" keluh azza


"sudah di belikan sayang, tadi semalam aku sudah nyuruh orang buat belanja oleh oleh khas Bogor" kata Miftah santai tapi membuat azza lagi lagi bete bukan main


percaya lah, bukan sekedar oleh oleh nya saja yang di buru para wisatawan, tapi saat kita mencari oleh oleh nya itu momen yang paling indah saat, apalagi menurut azza yang suka dengan berbelanja


"ngeselin banget sih kamu" kata azza melengos pergi menuju mobil mereka


Miftah hanya menghela nafas nya, sejujurnya dia bisa sekali ngajak azza untuk berbelanja, tapi dia terlalu khawatir saat istrinya berada di luaran


azza merasakan sesuatu yang aneh saat akan masuk mobil, dengan was was azza menolehkan tubuhnya, tapi tak ada sesuatu yang aneh pikir azza


"ini perasaan gue atau emang gue parnoan" kata azza di dalam hati setelah melihat tidak ada yang aneh menurut azza


"kenapa sayang?" kata Miftah yang baru datang


"sayang?" tanya ulang Miftah menyadarkan azza


"kamu kenapa sayang?" tanya Miftah melihat kemana arah mata azza melihat


"gak ada kok, ayo pulang" kata azza langsung masuk ke dalam mobil


Miftah pun merasa hal sama seperti yang di rasakan azza tadi


dengan tetap berpikir positif, Miftah langsung menggelengkan kepalanya, Miftah langsung bergegas memasuki mobil


"gak usah cemberut sayang" kata Miftah mengacak rambut azza gemas


"mas kamu ya" kesal azza karena rambut nya di acak acak suaminya


tak cukup di situ, Miftah merasakan juga saat mobilnya tengah di ikuti oleh seseorang


pikiran nya sudah resah, karena ada azza di samping nya,dan dengan sangat berusaha Miftah menetralkan wajah nya supaya tidak terlihat panik di depan azza


"kok kesini?" tanya azza setelah mobil itu berhenti


"kita makan dulu" kata Miftah turun dari mobilnya


di gandeng nya tangan azza dengan memeluk pinggang azza posesif, dan benar saja Miftah merasakan ada mobil yang berhenti setelah dirinya berjalan menuju restoran


"kamu lapar lagi, kan tadi sudah makan?" tanya bingung azza karena tak seperti biasa nya baru juga berjalan Miftah langsung singgah ke restoran


"sedikit ngantuk sayang" alibi miftah, padahal dia sangat ingin memastikan, apa benar tengah di ikuti seseorang?atau cuma perasaan nya yang berlebihan? terlebih kenan semalam menyuruh nya untuk tetap waspada


Miftah baru sadar dengan rambut azza yang di ikat keatas sehingga memperlihatkan leher putih mulus azza, dan lihat lah banyak sekali orang yang menatap azza dengan tatapan laparnya


mereka yang pada umum nya lelaki yang sudah pernah bercinta, sudah bisa di tebak dengan leher azza yang sebenarnya yang penuh tanda itu namun di samarkan dengan bedak