AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
foto



minggu ini azza cuti dari kampus nya, seminggu sebelum menikah dan seminggu sesudah menikah azza cuti dari kampus nya, berbeda dengan Miftah yang cuti hanya satu Minggu setelah menikah


hari ini azza di sibukkan dengan calon mama mertua yang menginginkan perawatan tubuh nya supaya nanti di hari pernikahan terlihat cerah dan fress


di kampus Miftah uring uringan karena sudah tidak di perbolehkan untuk bertemu dengan sang kekasih


"udah lah cuma seminggu doang" celetuk Rayan


"kaya yang pernah pacaran aja Lo" sinis kenan


"udah tugas dulu, biar cepat kelar"lerai Sam


"mif, nanti gue nebeng ya?" pinta resa dengan tak tau dirinya


"gak bisa" jawab Miftah langsung


"ayo lah mif, gue gak bawa mobil" kekeh resa


"gue bilang gak bisa ya gak bisa" jawab telak Miftah


"udah deh res, Lo sana dulu" kata kenan saat melihat wajah gak bersahabat Miftah


"ih" kesal resa pergi


"tuh cewe bebal ya" kata Rayan


"tapi murahan" jawab Sam


"Lo tau Sam?" tanya Rayan


"cewe itu di kejar bukan ngejar" jawab Sam


"terus apa kabar dengan calon istri Lo sama kan?" tanya Rayan yang langsung dapat delikan dari Sam


"cewe nya Sam itu ngejar dia pas tau sudah di jodohkan, wajar sih menurut gue mah, berarti tuh cewe ingin mendekatkan diri sama calon suaminya cuma si Sam nya lagi ke sirep waktu itu jadi cewe nya kabur, pas kabur langsung di cari" jawab kenan


"markas kuy" ajak Miftah yang di angguki semuanya


empat sekawan ini langsung meninggalkan kelas nya, tampang geng galaksi emang gak bisa di ragukan lagi, damage nya bikin kaum hawa meleleh


"gue duluan" kata Miftah saat mereka di persimpangan koridor


sadar akan kawan kawan nya yang mengantarkan dulu pacar nya, membuat Miftah pergi sendiri


dengan membawa motor nya Miftah langsung meninggalkan area kampus


belum sempat ke luar gerbang tak sengaja Miftah menabrak seseorang


brak


"awsss" ringis resa korban tabrak miftah


"Lo gak papa res?" tanya Miftah membantu nya berdiri


"Lo gak liat tangan gue" kata resa menunjukan luka di siku nya


"salah sendiri pake lari ke arah motor gue" jawab Miftah


"gue tadi lari liat taksi malah Lo tabrak jadi di serobot orang kan taksinya" kata resa


"pesen lagi aja, apa masalah nya?" jawab Miftah


"Lo gak bertanggung jawab banget sih" kata resa


"ini gue bantu Lo" jawab Miftah


"anterin gue pulang, tangan gue sakit" kata resa menunjukan luka nya


"ngerepotin Lo" keluh Miftah "cepet naik" titah nya tidak ada manis manis nya


dengan senang resa pun menaiki motor Miftah memintanya untuk di antarkan ke kost nya


sedangkan azza yang telah selesai dengan perawatan yang di datang kan oleh calon mama mertua nya tengah kaget saat melihat pesan gambar dari seseorang


gambar yang menunjukan bahwa sang kekasih tengah mem bonceng seorang wanita


azza tau bahwa ini hanya akal akalannya si ulet keket karena sejak saat itu dia selalu gencar mendekati pacar nya


malam harinya azza akan mencoba bertanya kepada kekasih nya itu


seperti dugaan nya kekasih nya menelpon setiap malam hari,


"hai" sapa azza menerima panggilan dari Miftah


"gimana hari kamu?" tanya Miftah


"baik, bahkan selesai spa sampai jam 2 siang" kata azza


"di apain aja?" tanya Miftah


"kamu kenapa?" tanya Miftah sadar akan sikap kekasih nya


"kenapa apanya?" tanya azza tersenyum sadar akan sikap nya


"tadi tidak ada senyum nya, biasanya kamu selalu senyum jika aku vc" keluh Miftah


"maaf sayang, mungkin hari ini aku hanya lelah" bohong azza dengan senyum nya


"ouh ya, kamu habis dari mana azza? tanya azza penasaran akan jawaban sang kekasih


"dari markas, terus ke perusahaan sebentar langsung pulang" jawab Miftah dengan senyum nya


"gak kemana mana dulu gitu? barang kali kamu kemana gitu sehari tanpa aku?" tanya azza memancing jawaban Miftah


"enggak sayang, dari kampus aku gelisah karena gak ada kamu" jawab Miftah "masa gue harus bilang, ke kost an nya resa nganterin resa? yang ada bakal jadi masalah" lanjutnya dalam hati


"ouh kirain gitu, sehari tanpa aku kamu bisa main sama cewe lain" pancing azza lagi


"enggak ya, cewe siapa?" sanggah Miftah


"becanda sayang, aku cantik gak hari ini?" kata azza mengalihkan pembicaraan


"kamu selalu cantik di mata aku sayang" jawab Miftah dengan senyum nya


"gak sabar nunggu saat kita sudah sah" kata Miftah dengan mata membinar


"aku tau maksud kamu ya" jawab azza langsung sedangkan Miftah malah terkekeh


"kamu kalo ngantuk tidur aja sayang, tapi jangan dulu di matiin vc nya"titah Miftah


tanpa kata lagi azza membaringkan tubuh nya melupakan prasangka di hatinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi hari nya azza terbangun namun ponsel nya masih menyala, di pandang nya sang kekasih yang masih tidur itu membuat senyum nya melengkung


kekasihnya mana mungkin selingkuh pikir nya,


"pagi sayang" seru azza tapi tak di bales Miftah karena masih tidur


karena tak ada jawaban azza bergegas ke kamar mandi membersihkan tubuhnya


setengah jam berkutat di dalam kamar mandi azza keluar dengan wajah fress


tok tok tok


"sayang, teman teman mu ada di bawah" teriak papi gerald


"iya Pi sebentar" jawab azza


di lihatnya layar handphone yang sudah memunculkan wajah bantal sang kekasih


"udah bangun?" tanya azza yang hanya di bales senyuman Miftah


"ada teman teman di bawah, nanti siang aku kabarin lagi ya" ijin azza


"morning kiss sayang" kata Miftah dengan suara serak nya


"nanti setelah nikah sayang" jawab azza memerah malu


"cepat mandi, sebentar lagi kuliah kan?" tanya azza


"gak sabar pengen terus bersama mu" kata Miftah


"sabar tinggal beberapa hari lagi, aku matiin ya vc nya?" ijin azza


"iya sayang" jawab Miftah


azza pun bergegas ke bawah menemui teman teman nya setelah mematikan vc dan meng charger ponsel nya


begitu pula dengan Miftah, langsung ke kamar mandi siap siap berangkat ke kampus nya


"widih calon manten" seru Adit


"widih calon bapa" jawab azza


"eh baru ke pikiran, nanti anak kita bisa jadi best friend juga" kata Adit


"gue sama Lo udah otw launching, si azza belum tau dit" celetuk cece


"sialan Lo ce, doain aja tokcer" kelakar azza


"gue kasih obat za, biar tiap detik nganu terus" canda Mikhail


"nganu terus Lo mah pikiran nya" jawab cece


pagi ini azza tak merasa kesepian dengan hadir nya teman temannya berkunjung ke rumah nya