
di kantin kampus surga bagi para mahasiswa yang telah melaksanakan kelas nya
dengan bertambahnya satu orang personil dari geng nya azza membuat suasana dalam persahabatan nya selalu penuh tawa
Mikhail Kalashnikov cowok Badung di tambah playboy tapi setara dengan tampan wajah nya juga tebalnya isi dompet
"aduh .. udah lah sakit perut gue ketawa terus" kata cece
"sakit sayang?" tanya Roni panik langsung memegang perut cece
"bukan sakit baby, tapi cape ketawa " kata cece yang masih terkekeh
"di sini cewe nya cantik cantik ya" celetuk Mikhail
"jelas lah" kata azza mengibaskan rambut nya ke belakang
"emang Lo termasuk cantik za?" kata Mikhail membuat mata azza melotot
"maksud Lo gue jelek?" sewot azza
"gue gak ngomong Lo jelek za" sanggah Mikhail
"tapi omongan Lo tadi, seakan akan gue tak termasuk cewek cantik" emosi azza
"ih Lo baperan za, gitu azza ambekan" jawab Mikhail
"udah deh diem, kalian ribut terus" kata Roni menengahi
"si Adit kemana ya?" tanya Roni
"tadi bilang nya sama anak band nya, kan nanti siang dia mau nyanyi " kata azza
"kamu mau ikut liat yank?" tanya Roni pada cece
"liat lah yank, janji di belakang dan gak bakal lompat lompat" kata cece
"kaya anak kecil Lo ce lompat lompat" ejek Mikhail
"khail Lo ya dasar titisan setan" sewot cece
"udah yank, biarin dia ngomong, pusing aku dengerin dia ngomong terus"keluh Roni
"za .. za .." teriak Adit berlari
"kenapa Lo?" tanya azza setelah Adit di hadapannya
"gue butuh bantuan Lo" kata Adit yang masih terengap engap
"apaan sih dit?" kata cece penasaran
"si Dave sang drummer gak bisa datang perform nanti siang, gue butuh drummer,o bisa kan gantiin si Dave?" tanya Adit memohon
"bisa lah dit" kata cece, seperti itulah cece selalu menjawab meski itu pertanyaan untuk azza
"yang di tanya siapa yang jawab siapa" ejek Mikhail
"stop khail, jangan bikin malaikat cuti terus menulis kebaikan dari Lo, karena gak ada kebaikan yang Lo lakuin" kata cece kesal
"nah itu kebaikan ce, ngasih libur malaikat ya kan secara nama gue mirip malaikat" pede Mikhail
" iya mirip malaikat, tapi kelakuan Lo kaya setan" sewot cece
"kenapa malah ribut sih?" kata Adit yang jengah
"ini si Mikhail mulut nya kaya cewe ya" sindir Roni sedangkan pelaku hanya tertawa
"dari dulu dia mah emang gitu, tapi baik ko aslinya, asal Lo kuat dengan bawel ya aja" kata azza membela Mikhail
"gimana za tawaran gue tadi, bisa ya bantu" kata Adit
"harus latihan dulu dit, gue udah lama gak pegang stik" kata azza
"yok ke ruang musik" ajak Adit
"ikut lah" kata Mikhail yang di angguki semua nya
acara bulanan kampus selalu menampilkan band nya, bahkan band kampus selalu ikut dalam ajang perlombaan band antar kampus
setelah latihan yang maksimal, azza bersiap untuk ikut perform di acara kampus, tiada yang tau cewek cantik seperti azza lihai dalam memainkan drum
Miftah selaku ketua senat membuka acara bersama teman temannya, tak tau azza calon istrinya pun ikut dalam perform kali ini
setelah sekian lama menunggu akhirnya giliran band Adit muncul di atas panggung
"acara terakhir, perform dari band kampus kita.. mari kita sambut mereka" sambut MC dengan sorak sorak para penonton
"siap za" kata Adit yang di angguki oleh azza
"ayok" kata Adit menaiki panggung dan di ikuti azza
personil naik panggung satu persatu, dari Edwin sang gitaris, Roy sang bassis, Melvin keyboard dan Adit sang vokalis dan terakhir azza sebagai drummer
banyak pasang mata yang membelalak saat azza ikut ke atas panggung terlebih duduk di bagian drum
Miftah pun kaget saat melihat calon istrinya ada di bagian band kali ini, terlebih bagian drum bukan vokalis
"itu si azza kan mif?" tanya Sam kaget
"iya" jawab Miftah
"bisa main drum doi?" tanya kenan
"gak tau gue, gue tau nya dia suka musik" jawab Miftah
"anjir gila... keren si azza" kata Rayan terus menatap azza
"liat dikit mif" kilah Rayan
"wow... gue tadi speclees liat cewe bagian dari band kampus.. wow amazing" kata MC
"dia cuma bantu Dave yang gak bisa hadir di sini" kata Adit yang menjawab
"okeh tak masalah, okeh guys inilah dia band kampus kita" kata MC yang langsung di ramai sorak sorak dari penonton
dengan intruksi Adit, azza langsung memulai memainkan drumnya dan di susul dengan yang lain, membuat semua orang bengong karena lagu yang di bawa band kampus adalah lagu lama yang masih banyak di sukai anak band ..
Aku ingin terbang tinggi
Seperti elang
Melewati siang-malam
Menembus awan
Ini tanganku untuk kaugenggam
Ini tubuhku untuk kaupeluk
Ini bibirku untuk kaucium
Tapi tak bisa kaumiliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku
Air mata takkan memanggilku
Untuk kembali
Aku adalah mimpi-mimpi
Sedang melintasi
Sang perawan yang bermain
Dengan perasaan
Ini tanganku untuk kaugenggam
Ini tubuhku untuk kaupeluk
Ini bibirku untuk kaucium
Tapi tak bisa kaumiliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku
Air mata takkan memanggilku
Untuk kembali
Ini tanganku untuk kaugenggam
Ini tubuhku untuk kaupeluk
Ini bibirku untuk kaucium
Tapi tak bisa kaumiliki aku
Tak usah kau terus tangisi kepergianku
Air mata takkan memanggilku
Untuk kembali
Tak usah kau terus tangisi kepergianku
Air mata takkan memanggilku
Untuk kembali
Aku adalah mimpi-mimpi tiada arti
Aku ingin terbang tinggi seperti elang
Aku adalah mimpi-mimpi tiada arti
Aku ingin terbang tinggi
lagu dari dewa 19 berjudul elang membuat perform mereka sangat bagus terlebih banyak yang tercengang dengan azza si gadis cantik di bagian drummer
bahkan Miftah menemukan sisi lain dari azza, azza terlihat sangat menikmati permainan drum nya bahkan keringat di wajah nya terlihat sangat seksi di mata para cowok
"Ken, Lo yang tutup acara, gue harus amanin bini gue" kata Miftah langsung pergi ke belakang panggung setelah anak band turun dari panggung
"wih za, keren tadi sumpah" kata Edwin
"gue bilang apa? azza pasti bisa bantu kita" kata Adit bangga
"serasa nostalgia gue dit" kata azza mengingat masa SMP nya dulu yang merupakan anak band sekolah
"udah cantik, jago main drum lagi"sahut Melvin
"ekhem" deheman seseorang menyadarkan mereka
"eh bang Miftah" kata Adit kikuk
sedangkan azza menelan ludahnya, dia lupa tidak ijin pada calon suaminya
"ayo ikut" ajak Miftah membawa azza