AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
sedikit masalah



azza merasakan sakit di area pergelangan tangannya, entah kenapa Miftah sedikit kasar menarik pergelangan tangan azza


"kenapa sih?" tanya azza menghempaskan tangan nya setelah merasa di tempat agak sunyi


"kamu yang kenapa?" kesal miftah


"aku kenapa?" tanya azza bingung


"kamu yang kenapa tadi malah ikutan perform sama anak band? gak ijin lagi " kesal Miftah


deg


azza baru ingat akan kesalahannya, dia tak ijin terlebih dahulu pada calon suaminya ini


"tapi tadi aku cuma bantuin Adit doang" kata azza lirih


"bantuin apaan? seneng kamu di puja puja para cowo?" bentak Miftah tanpa sadar


azza hanya menunduk takut karena baru kali ini Miftah marah sampai mem bentak nya


"mau cari perhatian cowo? seneng kamu jadi pusat perhatian cowo?" kesal Miftah


"tapi aku tadi gak ada niatan bu-" perkataan azza terpotong dengan perkataan Miftah


"gak niatan apa? semua cowo menatap kagum kamu, kamu masih ngelak?" kata Miftah kesal


"terserah kata kamu, aku cape habis perform dan gak mau berdebat dulu" teriak azza langsung pergi meninggalkan Miftah


"Michelle" teriak azza


"Michelle" teriak nya lagi tak ingin menghampirinya, dengan kesal Miftah meninju dinding sampe tangan nya berdarah


sedangkan azza langsung pergi dari kampus menghindar dari teman temannya, tujuan nya saat ini mama Wina


saat setelah dari rumah sakit, azza jadi semakin dekat dengan mama wina, begitupun mama Wina yang menganggap azza putrinya bukan calon mantu


"hiks hiks hiks" azza menangis dalam pelukan mama Wina


tanpa tau kenapa mama Wina memenangkan terlebih dahulu calon mantu nya ini yang sedang menangis


"kenapa ma?" tanya papa Miftah yang baru menyusul mama Wina


tak ada jawaban dari mama Wina hanya ada kode untuk jangan tanya terlebih dahulu sedangkan tangan nya tetap mengelus punggung calon mantu nya itu


"sudah agak tenang?" tanya mama Wina setelah tangisan azza mereda, tak ada jawaban hanya anggukan kepala dari azza


"minum dulu ya" kata mama Wina menyodorkan teh hangat pada azza


"mau cerita?" tanya nya yang di bales anggukan lagi oleh azza


"kak Miftah tadi bentak azza?" kata azza sesenggukan


"kenapa Miftah sampe bentak kamu nak?" tanya papa Miftah


"azza yang salah pa, azza tadi lupa gak ijin dulu sama kak Miftah buat bantu teman azza manggung di kampus, tapi niat azza cuma bantuin tapi kak Miftah nganggap nya azza cari perhatian cowo cowo" jelas azza


"cemburu itu sayang" kata mama Wina


"benar kata mama, dia pasti cemburu" timpal papa Miftah


"iya pa ma, azza juga salah tapi sakit banget saat kak Miftah bentak azza tadi" kata azza menyesali tak ijin terlebih dahulu


"nanti bicara sama Miftah dengan kepala dingin, saat ini kamu di sini dulu" kata papa Miftah yang di angguki oleh azza


"sebelum menikah pasti ada aja halangan rintangan nya, makannya kamu sama Miftah harus kuat saling gandeng saat dalam ada masalah, nanti mama bicara sama Miftah" nasihat mama Wina


"makasih ma,pa azza langsung ke sini azza tadi kalo di kampus takut langsung di tanya sama teman azza takut nya malah makin besar masalah nya" jawab azza


"bagus itu, langsung ke sini aja kalo ada masalah, insyaallah kami bantu yang terbaik untuk kalian" kata papa Miftah


"kamu istirahat dulu sana, di kamar Miftah" titah mama Wina


"tapi ma, nanti kalo kak Miftah datang terus liat aku di sini gimana?" tanya azza


"ya udah ma, pa azza istirahat dulu ya" pamit azza


"dasar anak muda mah" gumam papa Miftah setelah azza masuk kamar


"kaya kita dulu masalah sedikit langsung marahan" kata mama Wina terkekeh mengingat masa mudanya


"beruntung nya calon mantu kita lebih percaya kita mah buat bantu masalah nya, kalo sama teman nya kan mungkin bisa agak panjang masalah nya" kata papa Miftah


"iya pa, nanti biar mama beri nasihat sedikit sedikit, maklum lah pa, azza kekurangan kasih sayang seorang ibu" kata mama Wina


"iya itu tugas mama, nanti papa yang kasih nasihat Miftah, biar bisa mengontrol emosi nya " kata papa Miftah


sedangkan Miftah merasa lega setelah dapat kabar bahwa calon istrinya ada di rumah nya, setidaknya dia tidak terlalu khawatir sama azza jika ada di rumah


"Ken tutup acara nya, gue pulang dulu" titah nya


"lah kok buru buru?" tanya kenan


"ada masalah dikit" jawab Miftah langsung pulang


"hati hati" seru kenan berteriak


hati nya sedikit tenang saat mendengar azza sedang istirahat di rumah nya, baginya nasihat sang mama dan papa nya hanya tak seberapa


dirinya emang merasa bersalah saat tadi menyeret azza sedikit kasar dan yang lebih menyakitkan dirinya baru sadar telah membentak gadis nya itu


tap tap tap


suara derap langkah mengalihkan perhatiannya, seorang gadis yang selalu di pikirannya yang seperti nya habis mandi karena kelihatan sangat fres


"mau makan dulu gak sayang?" tanya mama Wina


"nanti aja ma" jawab azza tersenyum


"kakak baru datang" tanya azza seolah tak ada masalah


"iya baru selesai acara nya" bohong Miftah, padahal sedari tadi datang nya hanya saja dapat kultum dari mama dan papa nya


"sepertinya kalian harus bicara terlebih dahulu, ayo mah kita ke kamar dulu" ajak sang papa


"iya pa, sayang mama ke dalam dulu ya" pamit nya


"iya ma" jawab azza tersenyum


"mif jangan di bawa ke kamar dulu" peringat mama nya yang tanpa di jawab oleh Miftah


"sini sayang" titah Miftah menepuk sofa di sebelah nya


"maaf" kata azza memulai pembicaraan


"kenapa kamu yang minta maaf, seharusnya aku yang minta maaf, maaf ya sayang tadi kelepasan bentak kamu, dan juga tangan kamu pasti sakit" kata Miftah memegang pergelangan tangan nya


"awsss sakit kak" kata azza setelah Miftah menyentuh tangan nya


"maaf sayang" kata Miftah meniup tangan azza yang memerah


"tangan kakak kenapa?" tanya nya azza kaget melihat tangan Miftah terluka


"hanya luka kecil, sudah tak apa" kata Miftah tersenyum


"maaf ya kak, tadi azza gak ijin dulu sama kakak" kata azza meniup luka Miftah


"kita saling memaafkan saja, tapi jujur tadi aku sangat cemburu banget saat para cowo terpesona sama kamu" kata Miftah jujur


"tapi kan-" belum sempat azza menjelaskan sudah di potong terlebih dahulu sama Miftah..


"suut... "kata Miftah menempelkan telunjuk nya di bibir azza


"jangan ingat lagi yang tadi, aku saja yang lebay hanya karena cemburu malah membuat kamu terluka gini, terlebih malah sampe bentak kamu" sesal Miftah


"cinta ku hanya untuk mu kak" kata azza menghampur ke pelukan miftah