AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
teman lama



rumah azza yang kini sudah di sulap dengan dekoran yang sangat indah nan mewah seperti pesta pernikahan princess di negeri dongeng padahal hanya pesta pertunangan saja


sama sama dari keluarga kaya raya dan sama sama hanya memiliki satu anak membuat para orang tuanya ingin memberikan pesta yang dapat di kenang untuk anak anak nya kelak


di sini azza di atas panggung bersama Miftah setelah pertukaran cincin selesai membuat Miftah selalu mengembangkan senyum nya


"tinggal satu tahap lagi sayang" bisik Miftah pada azza di sela mereka bersalaman dengan para tamu


"apaan?" jawab azza yang belum paham


"akad" bisik nya membuat azza merona


"terimakasih atas kedatangan nya" ucap Miftah pada tamu yang hadir


azza memicingkan mata pada segerombolan orang yang di ujung antrian, ingatannya berputar pada seseorang yang kini tengah bercanda bersama cece dan yang lainnya


"hey beb, selamat ya jadi, semoga lancar sampai hari H" kata cece memeluk azza


"thank ce" kata azza terharu


"woy za, selamat ya" kata nya bersalaman


"bentar kaya inget inget lupa gue" kata azza mengingat seorang pria yang kini tengah menyalimi ya


"busyet.. bener kata Lo ce" balas nya


"Lo ingat sama saingan bk Lo di SMA ***?" tanya cece


"ouh... si angel.... Mikhail" kata azza mengingat nya


"baru ingat Lo?" kata nya


"sorry, gue kan pelupa" sanggah nya


"ya iyalah Lo pelupa, hari Senin aja Lo anggap hari Jumat" sindir Mikhail


"sorry, gimana kabar Lo, ouh ya kenalin cowo gue nih" kata azza menggelayut mesra tangan Miftah


"Miftah" salam nya


"Mikhail.. awas cewe Lo harus di kurung suka keluyuran gak jelas dia" bisik nya bercanda


"tenang, bisa di rantai" jawab nya


"awas Lo giliran gue" kata Adit menyerobot bersama Sarah


"santai man" balas nya


"selamat ya, akhirnya kita kita sudah pada sold out" kata Adit pada azza dan Miftah


"thank dit, doain semoga lancar sampai hari H" jawab azza


"doain semoga cepat nyusul" jawab Miftah mengelus perut azza yang langsung kena geplok azza


"Halalin dulu baru nyusul yang itu" jawab Adit paham akan kode dari miftah


"ajak dulu nonton bokep si azza nya takut kurang pro" celetuk Mikhail


"khail Lo ya, nama aja mirip malaikat tapi mulut Lo masih titisan setan" jewer cece


"sorry ce... bro tolong dong cewe Lo kaya anjing herder" pintanya pada Roni


"Lo ya" geram cece menambah tarikan nya


"aw..aww ce sakit" keluh Mikhail


"udah udah, yuk turun tuh pada ngantri lagi" lerai Roni


"kita di sana bang, sambil nunggu yang lain" kata Roni pamit


"aw...aw.." keluh Mikhail setelah pegangan cece di lepas


"mulut Lo kaya cewe" senggang cece


"udah sayang, ingat ada baby" tenang Roni mengelus perut cece


sedangkan Adit menutup telinga nya Sarah, takut kata kata kotor Mikhail mempengaruhi pada bayi mereka


"lo dit kenapa di tutup terus telinga Sarah?" tanya cece


"bayi gue takut denger omongan temen Lo ce, agak somplak" kata Adit


"sampe segitu nya Lo" jawab Mikhail


semenjak menjadi seorang suami Roni menjadi yang paling bijaksana dan pandai mengatur emosi, dia pelajari nya cara mengatur emosi untuk kelanggengan rumah tangga nya


"wah ada personil baru nih" kata Rayan yang datang bersama para teman nya


"teman nya azza sama cece itu mah" jawab Adit


"temen Lo juga kali, Lo lupa gue ngampus yang sama dengan kalian" jawab nya


"azza sama Miftah mau nyusul ke sini?" tanya cece pada kakak tingkat nya itu


"kata nya nanti, setelah selesai salaman sama tamu, tuh tinggal dikit" jawab Sam


"mending makan dulu deh, biar nanti tinggal ngobrol" kata kenan yang di angguki oleh yang lain nya


tak tanggung tanggung Miftah mengundang para anggota galaksi sebagai bentuk ke solidaritas nya


malam semakin larut banyak tamu yang sudah pulang, tinggal teman teman nya azza dan Miftah yang masih ada


"hey guys"sapa azza menghampiri mereka yang kini tengah berkumpul


"thank ya atas kedatangan nya" kata Miftah bergabung dengan mereka


"pasti kita Dateng lah, masa ketua nya tunangan kita para anggota nya gak pada hadir" kata Rayan yang di angguki yang lain


"anggota apaan?" jawab Mikhail tak mengerti


"ouh gue lupa khail, mereka ini kan anggota geng galaksi, cowoknya azza ketuanya" kata cece menjelaskan


glek


Mikhail menelan ludahnya setelah tau siapa mereka anggota geng galaksi yang di ketahui nya sangat seram, padahal tadi dia langsung sok akrab dengan mereka, dengan sifatnya yang humble membuatnya tidak sulit untuk berbincang dengan orang baru


"kenapa dengan muka Lo?" tanya Adit


"sorry, gue gak tau Lo pada anggota galaksi, gue malah sok akrab sama kalian" kikuk Mikhail


"sans .. Lo asik ternyata" kata Rayan yang sebelas dua belas seperti Mikhail


"anak Badung kaya Lo bisa takut juga" kata cece terkekeh


"gue gak Badung ya, tuh si azza lebih Badung dari gue" balas nya menunjuk azza


"apaan bawa bawa gue" sewot azza


"emang azza Badung nya kenapa?" tanya Miftah penasaran


"Lo gak tau, si azza itu paling banyak masuk BK, suka bolos, telat, dan yang paling parah dia mukul anak yayasan sampe sekarat" jawab Mikhail


"itu mah bentuk menolong sesama perempuan bego" sergah azza


"kirain Badung kenapa" jawab Miftah


"Lo gak kaget?" tanya Mikhail


"enggak lah, udah tau semuanya "jawab Miftah


"yang ada Lo yang Badung, secara Lo kan pemegang golden tiket ke neraka" kata cece membuat semua orang tertawa


"anjir ngakak" kata Rayan tertawa


"gue kira golden tiket buat yang kontes nyanyi ternyata buat masuk neraka juga ada golden tiket nya" ngakak kenan


sedangkan Mikhail hanya misah misuh tapi tak ambil hati


"gue udah tobat ce" sanggah Mikhail


"tobat apaan?" tanya cece


"gue ya ce, udah bisa solat, ya meski subuh masih jam 7 sih dan gue udah hapal 5 surat pendek" jawab nya bangga tapi membuat yang lain lebih ngakak lagi


"itu mah sih, anak kecil juga bisa" kata Adit tertawa


"tapi bagus, dia mau memperbaiki diri, lah kalian? mending kita sama sama memperbaiki diri" kata Roni membuat Mikhail tersenyum seakan Roni membelanya


"gue udah ya, karena impian gue untuk menjadi seorang imam yang dapat membimbing anak dan istri" kata Miftah


"bagus tuh, ayo lah yang lain nya, kita sama sama memperbaiki diri" jawab Roni mengajak teman teman ya


"ayolah gue siap" kata Mikhail dengan penuh semangat