
seperti biasa azza and the Genk selalu berkumpul di kantin setelah kelas selesai, yang beda saat ini tidak ada kericuhan seperti biasanya
azza melirik cece yang sedari tadi juga tengah melirik teman temannya
"kenapa pada diam?" tanya azza tapi tidak ada yang menjawab, Roni yang asik dengan ponsel nya pun baru sadar akan kediaman nya teman temannya ini
"dit Lo kenapa?" tanya azza yang kesal melihat Adit yang seperti tak bergairah
"Sarah za" keluh Adit menyandarkan tubuh nya ke kursi
"kenapa dengan Sarah?" tanya azza
"kemarin kita ke dokter, Sarah mengalami praklemsia, tekanan darah nya tinggi, di usia yang baru ke 16 dia sudah menanggung beban dengan kondisi hamil, itu yang menyebabkan dia stres" jelas Adit gusar
"Lo yang sabar dit, semua masalah pasti ada solusinya, kita hibur sama sama dit" tenang azza
"dit, saat hamil pasti selalu sensitif, coba Lo lebih banyak dulu di apart, mungkin dia ingin sesuatu tapi dia canggung buat bicara sama Lo" kata cece
"bisa jadi ce" kata Adit mangut mangut
"terus Lo khail kenapa?" tanya azza yang hanya di bales helaan nafas oleh Mikhail
"gue patah hati" jawab lesu Mikhail
"APAAA" kata teriak azza barengan dengan cece
"ih yang jangan kaget gitu, kasian baby" kata Roni mengelus perut cece lembut
"maaf sayang, maafin bunda ya nak, bunda kaget tadi" kata cece mengelus perut nya
"gue kaget seorang Mikhail bisa patah hati" kata azza yang di angguki oleh cece
"ya bisa lah, ini jadinya kaya hidup segan mati tak mau" kata Adit
"karena cewe?" tanya Roni yang langsung di jawab anggukan oleh Mikhail
"woww.. cewe mana yang sial bisa membuat seorang Mikhail galau begini?" tanya azza
"sialan Lo za" dengus Mikhail
"iya penasaran gue khail, cewe mana yang buat Lo begini?" tanya cece
"cewe yang mau di ajak pacaran kalo gue udah bisa jadi imam nya" jawab Mikhail lesu
"bagus dong tuh cewe" kata Roni
"iya, sayang nya dia pacar orang" kata Mikhail menunduk
"busyett pantesan Lo galau" kata Adit
"nyari aja yang lain, biasa nya kan Lo kalo kemana kemana ngomong nya body cewe yang wae" kata azza sambil memeragakan dengan tangan nya
"sayang nya hati gue udah tertancap pada nya, mana gue udah usaha buat berubah, gue sekarang udah hafal 13 surat pendek Lo za" sanggah Mikhail
"berarti Lo tobat nya demi cewe itu" kata cece
"sebelum janur kuning melengkung, masih bisa di serempet" kata Adit
"kalian pengen tau gak jodohnya siapa?" tanya Mikail
" emang siapa?" tanya azza yang di angguki yang lain
"pacar nya Samuel" jawab Mikhail membuat semuanya kaget
"serius Lo?" tanya Adit yang di jawab anggukan oleh Mikhail
"Icha?" tanya azza yang langsung di buat heran dengan Mikhail
"kok Lo tau?" tanya nya
"tau lah, astaga men.. hidup Lo ujian nya, jodoh orang tuh" kata azza
"iya za, mana sebentar lagi mau nikah" jawab lesu Mikhail
"seriusan mau nikah? kok gue gak tau?" tanya Roni
"katanya sih, 2 Minggu setelah azza nikah" jawab Mikhail
"sabar khail, cewe masih banyak" tenang cece
"terus Lo ce ? Ron? ada masalah?" tanya azza
"gak ada, gue paling banyak waktu buat kerja, nih banyak yang masuk ke bengkel Minggu ini" kata Roni melihatkan layar ponsel nya
"kalau Lo ce? gimana kandungan Lo?" tanya azza
"aman sih" jawab cece
"Lo jangan terlalu lelah ce, inget kondisi Lo lagi hamil" nasihat azza
sedangkan di geng Miftah tengah sibuk dengan tugas nya
"Miftah nanti balik nya gue nebeng ya?" pinta resa teman sekelas nya
"gak bisa, gue bareng cewe gue" bales Miftah langsung, bukan apa apa Miftah sengaja jaga jarak karena tau resa ada maksud lain padanya
"tapi kan kita ada tugas kelompok lo" kata resa
"bareng yang lain aja, nanti gue nyusul setelah nganter cewe gue" jawab nya lagi
"gue bareng sama si siapa?" tanya resa
"Sam Lo bisa bareng resa?" tanya Miftah
"sorry gak bisa, gue ada janji bentar sama icha" jawab Sam
"gue sama Alma" kata kenan sebelum di tanya sama Miftah
"Ray Lo?" tanya Miftah
"kalo mau ayo aja, gue mah free" kata Rayan genit
"gue takut kalo sama Lo Ray, cewe cewe Lo nanti pada ngamuk" kata resa
"terus mau sama siapa?" tanya Ray " tuh si Aldy mau?" tanya Ray menunjuk Aldy yang sedang tidur di kelas
"Aldy kan guy, gue gak mau ah" kata resa risih
"siapa yang guy?" tanya Aldi dengan mata masih tertutup nya
"Lo bisa bawa resa kan di?" tanya Miftah yang di jawab anggukan oleh Aldy
"ya udah gue anterin dulu bini gue" pamit Miftah
"Miftah tunggu" kata resa mengejar Miftah
sedangkan azza sudah di parkiran menunggu Miftah keluar
cup
dengan tanpa malunya Miftah mengecup pipi azza yang sedari tadi fokus pada ponsel nya
"kakak ih" kata azza malu
"ayo pulang sayang" ajak Miftah yang langsung di angguki azza
"Miftah tunggu" teriak resa mengejar Miftah
"kenapa kak?" tanya azza tapi tak di jawab miftah
"Lo gimana sih? terus gue pulang nya sama siapa?" kata resa centil
"kan gue udah bilang Lo sama Aldy" kata Miftah jengah
"gue gak mau sama dia mif, gue bareng Lo aja lah" pinta resa tak tau malu nya
"tak tau diri nih cewe" kesal azza dalam hati
"Lo gak liat ada cewe gue di belakang gue" kata Miftah malas
"ya setelah Lo nganterin dia, Lo jemput gue" kata resa tak mau kalah
azza sudah panas hati mendengarnya "calon ulat keket nih" kata azza dalam hati
"gue gak bisa, gue langsung ke lokasi, Lo mau ke sana sama siapa itu urusan Lo, awas" kata Miftah menjalankan motor nya
"Miftah " teriak resa
"Miftah"teriak nya lagi
"ih susah banget sih tuh cowo" kesal resa
sedangkan azza cemberut sedari kedatangan teman Miftah itu
"kenapa sayang?" kata Miftah melihat wajah azza menekuk lewat spion nya
"tuh cewe ganjen banget sih sama kamu" kata azza kesal
"cemburu sayang?" kata Miftah dengan senyumnya
"ya iya lah, gila banget minta di anterin pas ada aku lagi" kesal azza
"biarin aja lah, yang penting aku kan gak respon dia sayang" kata Miftah menenangkan azza dan mengelus lembut tangan azza
"awas aja ya, kalo di belakang aku, kamu macem macem" ancam azza
"tenang aja saja sayang, calon suami mu ini setia kok" tenang nya