
sore harinya Adit dan Roni sedang ada di markas, Roni dengan wajah cerianya sedangkan Adit dengan wajah kusamnya
"widih.. senyum senyum sendiri Lo Ron? gila Lo? tanya Rayan yang baru datang bersama yang lain selesai kuliah nya
"kenapa Lo? kayak nya lagi hoki?" timpal kenan langsung duduk sebelah Roni
"masalah cewek bang, gue di terima jadi calon suaminya cece" jawab Roni dengan wajah gembiranya
sedangkan kenan, Ray dan Sam kaget dengan ucapan Roni, bahkan Rayan tersedak minumannya sendiri
"gila Lo, baru mau lulus, udah mau kawin?" tanya Rayan yang di bales senyum dan anggukan kepala dari Roni
"kenapa Lo ngebet banget pengen kawin Ron?" tanya kenan
"gini loh bang, gue emang suka genit lah sama cewe, tapi kalo sama Cecilia, beh susah di taklukin bang, apalagi bodyguard nya azza sama si Adit, terus si azza ngasih saran kalo mau bener bener mending datangin lah kakaknya" kata Roni
"terus Lo datengin? tanya Rayan
"ya gue merasa tertantang lah bang, udah susah nih ngajak jadian cece, gue datengin aja rumah nya dengan niat gue sendiri" jawab Roni
"Lo di tanya apa aja Ron? tanya kenan
"udah kerja atau belum, gue jawab apa adanya lah bang, gue anak geng galaksi dengan jabatan panglima perang tapi masih bisa nyari duit halal buat ngasih nyokap gue" jawab bangga Roni
"gak langsung di tolak Lo? kan Lo bilang anak geng galaksi? tanya Sam
"enggak lah bang, justru kakak iparnya cece tuh tau dengan geng galaksi, tapi dia minta untuk serius dan bila sudah menikah harus prioritas kan keluarga" jawab Roni
"lah emang di galaksi gak di harus kan hadir apabila sudah menikah?" tanya lemot Rayan
"sekarang gue tanya? Lo udah siapin orang yang bakal jadi posisi Lo kelak?" tanya Miftah yang sedari tadi memperhatikan mereka
"udah bang, gue selalu latih mereka, dan sesuai kriteria anggota inti" jawab Roni yang di bales anggukan oleh semua orang
"sekarang Lo dit, Lo kenapa?" tanya Miftah membuat semua orang melirik pada Adit
"lah baru sadar gue, muka Lo di tekuk gitu, kenapa Lo?" tanya Rayan
"hufft,, gak bang" bales Adit merasa kacau
"gue tau dit, cece bilang sama gue ke kwatiran Lo, kita jaga azza sama sama" timpal Roni
"azza?" tanya Miftah penasaran karena melibatkan sang kekasih
"iya bang, mantannya azza kembali setelah lama tinggal di Singapore, rumornya sih berobat karena terkena penyakit kelamin" timpal Roni
"ouh , semalem juga gue ketemu" kata Miftah santai membuat semua orang kaget
"Lo ketemu dia bang?" tanya Adit kaget
"iya, malah gue lagi sama azza" jawab Miftah
"tapi cece bilang, Lo bukan kwatir banget sama azza tapi Lo belum terima Lo di selingkuhin sama mantan Lo dan mantan nya azza" timpal Roni
"luka itu selalu gue pendam Ron, tapi kemarin pas gue ketemu si brengsek luka itu terbuka kembali Ron" jawab Adit yang merasa kacau
"Lo harus bisa hilang dari bayang bayang masa lalu, Michelle aja bisa masa Lo enggak, seperti kata Michael, nanti bakal ada orang yang bakalan sembuhin luka Lo" kata Miftah menepuk bahu Adit membiarkan Adit dengan pemikirannya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
azza dan cece yang sedang berleha leha di apart nya azza, hanya merebahkan tubuh sambil menonton drama di laptop azza
"anjir tuh ciumannya nafsu banget" komen cece
"mupeng Lo ce" ejek azza
"iya lah, ser ser gimana gitu za" jawab cece tertawa
suara alunan lagu mengalun indah menghentikan aktivitas azza dan cece
azza mengernyitkan kening nya saat nomor baru tertera di layar ponselnya
"siapa?" tanya cece
"gak tau" jawab azza melihatkan layar ponsel azza
"hallo " kata azza mengangkat teleponnya
"ngapain telepon?" tanya azza langsung to the poin karena kenal dengan suara ini
"kamu masih mengenalku ternyata" jawab marchel terkekeh
"hanya Lo yang lancang telepon gue dengan sebutan honey" jawab ketus azza
" itu kan nama spesial kamu dari aku sayang" jawab marchel
"gak usah basa basi, ada apa telpon gue?" tanya azza kesal
"santai sayang, aku tau kamu belum menikah, tapi aku selalu ingin bersama mu sayang ,aku gak peduli kamu udah gak perawan atau udah mau punya baby, tapi kita masih bisa bersama sama, kita besarkan anak yang kamu kandung bersama sama, kita bisa-" ucapan marchel langsung di sela azza
"brengsek Lo sialan, gak usah hubungin gue" bentak azza langsung mematikan sambungan nya
"siapa za" tanya cece penasaran
" si brengsek" jawab azza langsung di mengerti cece karena sebelumnya mereka sudah bercerita tentang bertemu tanpa sengaja nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Miftah langsung menghampiri azza di malam hari setelah dari base camp
"kenapa lesu?" tanya azza mengelus rambut Miftah
"kalo antara gue dan Adit? Lo bakal pilih siapa? tanya Miftah membuat azza mengernyitkan kening kemudian terkekeh
"kenapa malah bertanya seperti itu?" tanya azza serius
"Adit terlalu mengkhawatirkan Lo, apa gue salah kalo gue cemburu sama sahabat Lo?" tanya Miftah
"Adit pernah bilang, gue itu cantik, asik, jadi wajar kalo banyak lelaki yang ngejar gue" jeda azza membuat Miftah dongkol "tapi dia bilang, dia hanya nganggep gue temen nya, bahkan rasa suka sebagai seorang pria pun tak ada, yang dia rasa hanya sayang seperti kakak ingin melindungi adik nya" jelas azza membuat senyum Miftah mengukir di wajah nya
"i love you" kata Miftah memandang wajah azza dalam
" love you too" jawab azza membuat Miftah bangun dari paha azza
"apa tadi Lo bilang?" tanya Miftah tak percaya akan jawaban azza
"apa?" jawab azza pura pura tak ingat
"yang tadi?" tanya Miftah langsung menyudutkan azza di pojok sofa
"yang mana sih?" kekeh azza
"perlu di hukum nih" kata Miftah langsung menggelitik pinggang azza membuat azza langsung tertawa
suara ponsel dari azza mengganggu aktifitas mereka
"sudah kak, gue mau angkat telpon dulu" kata azza menahan tangan Miftah
"dari siapa?" tanya Miftah kepo malah memeluk azza dari belakang
"papi, bentar" kata azza langsung mengangkat telepon dari papi nya
"hallo Pi" kata azza
"hallo princess nya papi, gimana kabarnya?" tanya papi
"baik Pi, papi gimana?" tanya azza
"papi baik sayang, sesuai rencana, tidak lama lagi papi bisa menghukum orang orang yang telah membunuh mami kamu" kata papi
deg
"membunuhnya hukuman teringan Pi, azza mau orang itu merasakan yang lebih dari azza rasakan Pi" Pinta azza dengan mata yang sudah berkaca kaca
merasa azza bersedih, Miftah langsung mengelus bahu azza, membuat azza sedikit tenang
"serahkan semua pada papi nak, besok jangan lupa, papi jemput jam 8, jangan lupa princess" kata papi menahan rasa sesak nya
"papi, maafkan azza.. jaga diri papi, i always loving you, dad" kata azza merasa bersalah saat mendengar suara papi yang serak
"love you too princess, kamu juga hati hati, papi tutup dulu telpon nya, nanti papi telpon kamu lagi princess" kata papi tak tahan menahan sesak nya
"iya Pi" jawab azza langsung terisak di dada miftah