
pagi ini azza dan Miftah sudah kembali ke kampus nya, Miftah semakin di sibukkan dengan kuliah dengan tugas akhirnya dan juga pekerjaan nya
karena Miftah seorang pembisnis dan juga pintar, membuat nya dengan mudah untuk lulus dari kuliah nya
seru mesin motor baru sampai di peralatan parkiran kampus
tadi pagi azza merengek pada suaminya, ingin menggunakan motor nya dari pada mobil
"wih pengantin baru nih" sapa Rayan yang juga baru datang
"pagi kak" sapa azza tersenyum
cup
ciuman dari Miftah membuat azza kaget, meski sekilas pun tapi azza kaget karena ini di luar ruangan di tambah ada teman nya yang sedang memperhatikan nya
"jangan tersenyum pada orang lain" kata Miftah
azza hanya bingung dengan sikap suaminya, sedang kan Rayan langsung cekikikan
"dasar bucin, gue duluan" pamit nya masih dengan sisa tertawa nya
"mereka yang buat kenapa gue yang malu, astaga bos gue udah oleh" gumam Rayan
"malu ih" kata azza setelah Rayan pergi
seperti nya wajah azza kini memerah, bagaimana suaminya mencium nya di depan teman suaminya sungguh membuat azza ingin menghilang saja
"makan nya jangan tebar pesona"kata Miftah " ayo masuk" ajak Miftah dengan menggandeng tangan nya
sepanjang perjalanan, banyak yang memberi selamat dan ada juga sembari curi ciri pandang kepada Miftah yang di kenal dengan di dekati itu
azza tau dengan tatapan perempuan yang sempat sempat nya mencuri pandang kepada suaminya
memang benar kata pepatah, rumput tetangga lebih hijau dari punya kita, hal itu justru membuat azza harus waspada dari virus pelakor
dengan berani nya azza bergelanjut manja di lengan suaminya, bahkan Miftah kaget dengan sikap azza, tapi hati nya merasa senang
azza tersenyum dengan manja di setiap orang orang yang menyapa nya, dia hanya ingin melihatkan pada semuanya bahwa laki laki yang mereka lirik itu suaminya
"udah sana masuk" kata Miftah di depan kelas azza
"iya"
cup
dengan berani nya azza mencium pipi Miftah di depan kelas nya, bahkan banyak orang yang melihat nya
azza berlalu begitu saja setelah mencium Miftah, sedangkan Miftah hanya geleng geleng kepala dengan kelakuan istri nya itu
cieeee
banyak orang meledek azza setelah Miftah pergi ke kelas nya
sedangkan azza sudah tersipu malu dengan kelakuan nya
tak lama dosen pun datang menyelamatkan azza dari ledekan teman sekelas nya, dengan hati berbunga bunga azza mengikuti kelas dengan perasaan gembira
waktu istirahat tiba, azza sudah di tunggu oleh teman teman nya di taman tempat biasa berkumpul
"tuh dia" kata Mikhail melihat azza yang sudah berlari ke arah nya
"hai guys" kata azza riang menyapa teman nya
"lama banget sih Lo, gue udah laper nih" kata cece dengan mengelus perut yang mulai buncit itu
"aduh ponakan onty udah lapar ya?" kata azza mengelus perut cece
mereka berjalan beriringan menuju kantin kampus, mata azza langsung melotot saat mata nya melihat dengan jelas suaminya kini tengah di rayu oleh wanita lain
dengan jalan yang cepat azza menuju ke suaminya berada
"wah perang nih" gumam Adit
grep
azza dengan tanpa basi langsung duduk di pangkuan suami di hadapan para teman teman nya
sontak perlakuan azza membuat teman teman nya kaget terlebih Miftah yang sedang fokus ke arah laptop nya
resa yang sedari tadi di samping Miftah pun tergeser dengan adanya azza
"aku kangen" kata azza cium bibir Miftah sekilas dan langsung berdiri meninggalkan meja para senior nya
Miftah di buat mematung dengan sikap azza barusan, tapi senyuman pun terbit di bibir nya
azza duduk tak jauh dari meja suaminya, dengan sesekali mengedipkan mata nya ke arah suaminya
"anjir .. azza yang berulah tapi gue yang malu" kata Adit menelungkup kan wajah nya di meja
"gila Lo za" kata Roni geleng geleng
"ya gimana lagi guys, pelakor dimana mana, jadi sebelum di embat pelakor, gue harus kasih yang terbaik buat suami gue" kata azza yang di ancungi jempol oleh cece
"betul za, karena kalo goda suami sendiri itu malah dapat pahala" kata cece terkikik
"belajar sama gue za, ntar gue kasih tau titik titik lemah nya lelaki" kata Mikhail berbangga diri
"dasar berengsek Lo" kata Adit menimpuk kepala Mikhail yang di tertawa kan oleh semuanya
sedangkan di meja Miftah hanya senyam senyum sambil melirik istrinya yang terus menggoda nya, bahkan tugas akhir nya pun malah berantakan dengan godaan azza
"wah agresif nih, dulu malu malu meong loh" kata Rayan yang di tertawa kan oleh yang lain
"gak malu apa banyak orang" sinis resa
"tak masalah lah, kan sudah suami istri" jawab Alma yang sedang bermesraan dengan kenan
"ck" hanya decakan uang di balas resa
selebih nya yang lain tak menghiraukan resa yang selalu nempel sama Miftah, mereka malah asik dengan dunia nya sendiri
seperti alma dan kenan malah bermesraan, dan Sam malah chatingan sama Icha dan Miftah yang fokus dengan godaan istrinya
"Hay ganteng" seru azza berteriak sambil menautkan jari nya berbentuk love dan kedipan mata nya
sontak perlakuan azza justru banyak yang meledek nya, jika yang lain sorak menyorak merasa salting lain hal nya dengan Adit dan Roni malah malau dengan teman satu nya ini
Sam sampai terkekeh dengan kelakuan istri ketuanya yang sempat di sukai itu
"Hay cantik" kata Rayan membalas seruan azza juga mengedipkan mata nya ke arah azza
bugh
sebuah buku tebal melayang ke kepala Rayan, dengan Miftah tentunya nya sang pelaku
"nyari mati sih Lo" kata kenan yang membuat mereka yang di kantin tertawa
"becanda.. E.lah" kata Rayan mengelus pundak nya yang di timpuk Miftah
banyak orang yang menertawakan Rayan, kasian menurut mereka, tapi berani juga, godain istri orang di hadapan suaminya, terlebih suaminya ketua galaksi