
hanya keheningan menyelimuti azza dan Miftah setelah papi Gerald dan mama Wina pulang
tak tahan dengan diam nya azza, Miftah langsung menghampiri azza yang sedang memainkan ponsel nya
"Michelle" kata Miftah
"HM" hanya deheman yang di bales azza dengan mata masih terpaku pada ponsel
"Michelle" kata Miftah langsung mengambil ponsel azza dan menyimpan nya di nakas
"kita perlu bicara" tegas Miftah menggenggam tangan azza
"apa?" jawab azza menahan sesak
"kita masih pacaran kan? kita gak jadi putuskan?" tanya Miftah pada azza
"gak tau " bales azza memalingkan wajah nya
"kenapa? kan kamu sudah tau semuanya?" tanya Miftah
"aku masih takut" lirih azza
"hey sayang, liat aku" pinta Miftah memegang dagu azza
"aku sayang banget sama kamu, kamu tau sendiri kalo aku belum pernah secinta ini pada seseorang, kecuali kamu" jelas Miftah
"ya aku tau" jawab azza
"lantas apa masalah nya lagi" kata Miftah yang hampir kesal
"aku tak sempurna, bahkan aku malah meninggalkan mu di saat ada masalah bukan berjuang melawannya bersama " kata azza berkaca kaca
"hey, aku tau seberapa takut nya kamu, makannya kita belajar untuk ke depannya kita hadapi sama sama, kamu mau" bujuk Miftah
"tapi a-" perkataan azza terpotong oleh Miftah
"meskipun kamu menolak, aku akan selalu genggam tangan kamu di sisi aku, aku akan rangkul kamu setiap kamu ada masalah, aku mohon jika kedepannya kita ada masalah lagi, kamu cari aku, kita bicara kan semuanya dan mencari solusi nya bersama" kamu mau kan" bujuk Miftah lagi membuat azza meneteskan air mata
"iya, aku mau" lirih azza membuat Miftah senang bukan kepalang, membawa azza ke dalam dekapan nya
"aku janji akan selalu jaga kamu" kata Miftah mencium ujung kepala azza
"aku butuh bukti, bukan perkataan" timpal azza
"ya, akan aku buktikan" kata Miftah mempererat pelukannya
"aku rindu" kata Miftah mencium pipi azza
"ih.. Aku terlihat kacau ya" kata azza
"iya sih, pucat banget wajah kamu, terus bekas cakaran di mana mana dan ini kepala harus di bungkus gini" kata Miftah
"iya ini semua kan ulah tunangan kamu" jawab azza
"tunangan yang mana mbak?" tanya Miftah usil
"udah ah sana, aku mau baring" pura pura kesal padahal pengen banget tersenyum
cup
hanya ciuman sekilas dari Miftah
"pengen yang lebih deh" kata Miftah setelah melihat muka azza malu malu
"ngelunjak ya? aku lagi sakit ya" kata azza melotot
"kalau gak sakit berarti mau dong?" goda Miftah
"apaan sih" kilah azza
"aku senang kita bisa begini lagi" kata Miftah tersenyum
"begini gimana?" tanya azza
"ya sudah baikan lah" kata Miftah
"kata siapa aku mau baikan sama kamu?" tantang azza
"ouh gak baikan ya?" tanya Miftah memajukan badan nya
"eh ngapain?" ngapain kaget azza
"mau buktikan omongan kamu? kita baikan atau enggak?" kata Miftah yang sedari tadi matanya menatap bibir azza
merasa azza tak menghindar, Miftah menempelkan benda kenyalnya, ******* sedikit membuat azza terbuai dan membalas ******* nya
sedikit demi sedikit kepala azza di sandarkan di bangkar, dengan mudahnya Miftah menelusuri leher jenjang azza tanpa menimbulkan jejak
ceklek
dengan panik Miftah langsung mengancingkan pakaian azza
"yuhuuuu" suara melengking seorang pria
brug
sebuah geplakan dari kepala belakang membuat sang empu meringis
"aduh" ringis Rayan sang pelaku
"ini rumah sakit" kata Sam sedikit melotot
sedangkan sang empu hanya nyengir garuk garuk kepala
azza dan Miftah sedikit lega, setelah aksi mereka hampir ketauan, sedangkan Miftah malah langsung mencium tangan azza tak menghiraukan kelakuan teman temannya
"hey kang bucin" seru Rayan kesal sedang di pelototi Sam dan sekarang di suguhi adegan ciuman tangan, meski hanya di tangan tapi membuat jiwa kejombloannya meronta
"apa?" jawab Miftah
"kita datang nih bukannya di sambut pelukan nih buat gue malah ngebucin" kesal Rayan
"sirik aja Lo jomblo" kata Sam
"hanya berdua" tanya Miftah tak menghiraukan perkataan Rayan
"masih pada di parkiran, Roni bawa bumil, kenan bawa Alma, si Adit masih di jalan katanya" jawab Sam sambil meletakan buah di nakas
"keadaan Lo gimana za?" tanya Sam pada azza
"gue mendingan kak, thanks ya kak udah nolongin gue" kata azza
"lah gue juga dong za, gue juga bantu Lo waktu itu" timpal kenan
"ouh ya?" kata azza "thanks juga ya kak udah nolongin gue
"emang Lo gak inget?" tanya Rayan dan langsung dapat gelengan dari azza
"waktu itu si azza langsung gak sadarkan diri Ray, pas gue pangku juga dia hanya manggil kak diang langsung pingsan makannya gue panik, pingsan nya di tangan gue" timpal Sam
"thanks Sam" kata Miftah yang langsung di angguki sam
"gue kira Lo bakal cemburu mif" kata Rayan
"cemburu sih, harus nya gue yang nolongin Michelle tapi gue malah ngurus cewek itu, sampe gue kena tonjok si Sam lagi, di kira gak peduli lagi sama pacar gue" kata Miftah sambil menunjuk luka di sisi bibirnya
"kenapa di pukul? sakit gak?" tanya azza yang baru ngeh
"sakit sih, awws "ringis Miftah saat tangan azza menyentuh lukanya, "tapi kalo yang tadi gak sakit" kelakarnya membuat Rayan yang langsung mendengus
"sue Lo bos" kata Rayan langsung pergi ke sofa dan di ikuti Sam
"beb..." teriak seorang cewe yang di ikuti rombongan di belakang nya
"sayang hati hati jalannya" panik Roni
"ih apaan sih Ron? beb Lo gimana sekarang? mau gue bales gak tuh orang si biang biang kerok? cerca cece
"eh Lo ce, ngapain Lo pake masker terus pake jaket di siang bolong? Lo pikir gue sakit yang menular" sewot azza saat menyadari sahabat nya
"tau nih kelakuan Roni" jawab kesal cece
"ini juga demi bayi kita sayang" kata Roni membela Roni
"gak sekalian Lo karungin?" timpal kenan yang setelah menyimpang cake di nakas azza di sambut gelak tawa semua orang
"di karungin terus di kirim ke pos pengiriman ya" tambah Adit tertawa
"sialan Lo dit" kesal cece
"hey Baby, sehat sehat kamu di dalam?" kata azza mengelus perut rata cece
"sehat aunty, aunty juga harus sehat ya" jawab cece menirukan anak kecil
"kita sapa juga nih baby kita" kata Miftah mengelus perut azza membuat semua orang terbengonh
"baby dari mana? di transfer kaya uang?" sewot azza
"gue kira kalian udah itu" kaget Adit
"dasar itu mah si bos nya yang kebelet kawin" ejek Rayan
"eh bisa juga bang, kalo kecebong nya teleportasi ke rahim azza" kelakar Adit yang langsung di ketawai semua orang