AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
pertikaian



pagi ini azza masuk kampus dengan mengendarai mobil nya, untuk pertama kali azza memutuskan membawa mobil sendiri, bukannya gak bisa membawa mobil tapi lebih tepat nya malas membawa mobil


banyak pasang mata dan cibiran dari mereka yang selalu memperhatikan azza dari awal azza datang


"*sok kecantikan banget sih, tapi tunangan orang di embat juga"


"cantik sih tapi jadi orang ketiga"


"murahan banget kaya gak ada cowo lagi*"


cibiran dari mereka tak di hiraukan oleh azza, ia lebih baik memasuki kelas nya


"tugas Lo udah selesai?" tanya Raina yang ada di depannya


"udah, Lo liat si Adit?" tanya azza


"tadi sih gue liat lagi nganter cewe nya ke SMA" jawab Raina yang di angguki oleh azza


brak


gebrakan di meja azza membuat azza bahkan semua yang di kelas kaget


"Lo itu ya murahan banget jadi cewe" teriak Bianca di depan azza


"mau drama apa lagi sih Lo?" kesal azza berdiri


"belum cukup Lo ngambil Miftah dari gue, dan sekarang Lo malah nyuruh mama Wina ngusir gue, licik Lo jadi cewe" teriak Bianca


"Lo ngomong apa sih, ngusir Lo? tau rumah Lo juga engga" bales azza


"gak usah pura pura deh Lo, selama ini gue tinggal di rumah Miftah mama Wina biasa biasa sama gue, bahkan dia seneng punya calon mantu kaya gue, terus kedatangan Lo malah buat Miftah berpaling dari gue, siapa lagi kalo Lo yang hasut mama Wina buat ngusir gue dari rumah nya" teriak Bianca


"heh, asal Lo tau, gue gak tau dan gak mau tau urusan Lo, mendingan Lo pergi sana" bales azza males


"sialan Lo" teriak Bianca menampar pipi azza


azza yang tidak terima langsung membalas perbuatan Bianca, meski Bianca di bantu oleh kedua temannya sedangkan azza hanya seorang diri


ricuh riuh dalam kelas membuat banyak mahasiswa yang menonton perkelahian, bahkan tidak sedikit yang malah memvideo mereka yang sedang berkelahi


sedangkan di kelas Miftah hanya termenung, hanya gadisnya yang selalu di pikirannya,


"sebaik nya Lo urus dulu Bianca mif, akar masalah nya ada pada Bianca" nasihat kenan


"nyokap gue udah usir tuh cewe dari rumah gue, kebaikan nyokap gue malah di jadikan kesempatan sama tuh cewe" kata Miftah


"tapi apa akan berdampak sama azza?" tanya kenan


"maksud Lo?" tanya Miftah


"Lo nyuruh nyokap Lo ngusir si Bianca, nah nanti si Bianca bakalan ngamuk nya sama si azza" jelas kenan


"baru kepikiran gue" kata Miftah sambil memikir


"gimana lagi carany?" gumam Miftah


"bang..." teriak seseorang


"bang.."


"kenapa Lo?" tanya kenan pada seseorang yang tadi teriak teriak


"bentar, hosh.. hosh" kata nya kelelahan


"tarik nafas dulu" titah kenan yang langsung di praktekan oleh orang tersebut


"Bianca ngamuk di kelas azza" kata orang tadi dengan satu tarikan nafas


deg


"azza?" kaget Miftah


"iya bang, cepat ke sana bang, azza di keroyok sama Bianca dan teman teman nya" kata orang tadi


"thank informasi nya" kata kenan yang langsung berlari mengejar Miftah


azza mulai kelihatan lemah, 3 lawan 1, otomatis kalah


dengan kesetanan teman azza membenturkan kepala azza di dinding membuat penglihatan azza mulai buram, azza mencoba tetap sadar dan mencoba untuk melawan


brak


"cewe sialan Lo" murka Miftah


semua orang merasa takut saat teriakan Miftah, sang ketua galaksi


azza yang di rengkuh Miftah langsung melepaskan diri dari rengkuhan Miftah


"Lo urus masalah tuh cewe Lo" kata azza langsung pergi meninggalkan kelas setelah membawa tas nya dengan tertatih


"Michelle" lirih Miftah tapi tak di gubris nya malah lengan Miftah di tahan Bianca


"ini semua gara gara dia mif, dia yang buat mama Wina ngusir aku" adu Bianca


"stop Bianca, jangan mentang mentang Lo di naikin di rumah gue, jadi Lo merasa tuan rumah di rumah gue" teriak Bianca


"tapi mif-" perkataan Bianca di sela oleh Miftah


"Lo yang bohong sama nyokap Lo kita pacaran, tapi Lo bertingkah seolah olah nyokap gue yang menginginkan perjodohan, jangan mimpi" kata Miftah kesal


"jangan salah kan gue untuk kasar sama Lo, Lo harus nerima apa balesan gue" kata Miftah langsung menyeret Bianca dan kenan menyeret kedua teman Bianca


sedangkan azza yang keluar dari tadi dengan keadaan kacau, bahkan banyak luka cakaran di wajah dan tangan nya, kening nya berdarah akibat benturan tapi tidak ada orang yang berani menolong azza


azza yang hampir kehilangan kesadaran nya hampir terjatuh tapi di tahan seseorang


"azza" kaget Sam saat melihat orang yang di tolong nya yang kacau


"kak, " lirih azza dan langsung tak sadarkan diri


"za, hey.." panik Sam


"Sam" teriak rayan dari belakang


Sam langsung mengendong azza menghampiri Rayan


"bantu gue bawa azza ke rumah sakit" kata Sam di depan Rayan


"azza" kaget Rayan


"cari mobil cepat" titah Sam


rayan pun meminjam mobil dari salah seorang mahasiswa yang baru datang


"ayo Sam" teriak rayan dari dalam mobil


"rumah sakit mana?" panik Rayan


"terdekat" kata Sam memangku kepala azza


"mami..." gumam azza


"mami.."


"za hey, ini gue Sam" panik Sam


"dia ngigau Sam, Lo telepon cece atau si Adit biar telepon keluarga nya suruh susul kita di rumah sakit xxx" kata Rayan memfokuskan menyetir mobil


"tangan gue di genggam erat, nanti saja setelah rumah sakit Ray" kata Sam yang di angguki ray


"ayo turun Sam, gue panggil suster dulu" kata Ray langsung keluar


Sam menggendong azza keluar dari mobil, sambil berlari ke depan suster yang datang bersama Rayan yang sama terlihat panik


"maaf mas, kalian gak bisa masuk" cegah suster saat azza di bawa ke ruang UGD


Rayan dan Sam yang sama panik nya menunggu azza di luar ruangan


"gue telepon Adit" kata Rayan keringetan


"gue telepon Miftah" kata Sam


gimana selanjutnya?


ayo pantengin terus kisah azza,