AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
siapa dia?



senyuman azza menghipnotisnya, menggetarkan sebagian dari hatinya


"ouh ya nama Lo siapa?" tanya azza menyadarkan laki laki itu


"gue, Samuel Dinata, kalo Lo siapa?" tanya Sam


" gue Azzalea Michelle, panggil aja azza" kata azza berjabat tangan dengan senyumnya, dia tak tau senyumnya itu yang selalu bikin laki laki cenat cenut begitu pun Sam yang tak terasa mengukir senyumnya


"gila nih cewe, bisa bikin bibir gue tersenyum tanpa paksaan, kalo anak anak tau bisa di bully gue" batin Sam


" ouh ya Lo kelas berapa?" tanya Sam


"XI IPS 3" jawab cepat azza


"sekelas sama Roni, Adit dong?" tanya Sam


"iya, Lo kenal mereka?" tanya azza


"kenal, Roni kan panglima tempur nya kalo si Adit hanya anggota tapi dia special sih bagi si bos, karena dia pernah nolongin si bos waktu di keroyok?" jelas azza


"si bos?" tanya azza, " Lo juga bagian dari mereka?" tanya azza


"iya, emang kenapa?" tanya Sam


" agak merinding gitu kalo sama anak gengster" jawab jujur azza malah membuat Sam terkekeh


"kenapa Lo ketawa? apa Lo? jangan macem macem ya Lo? panik azza


"Lo lucu tau, kenapa Lo takut gengster?" tanya balik Sam menangkap tangan azza yang hendak menyerangnya


"ya takut aja" jawab azza


"gengster kita itu membantu kepolisian, bukan gengster yang suka tawuran gak jelas gitu" jelas Sam


"sama aja lah, pasti geng Lo juga ada tawurannya?" bantah azza


"emang ada, kalo mereka yang mulai, seorang cowo gak bakalan diam saat harga dirinya di injak injak, atau orang terdekatnya terusik apalagi bagi kita kalo bos kita di hina" jelas Sam


"sebegitu berartinya bos kalian?" tanya azza


"ya, dia bukan hanya menjadikan dia pemimpin, tapi dia memikirkan bagaimana kami melangsungkan hidupnya, seperti Roni di bagian pembengkakan, Adit di bagian cafe, gue juga di bagian apotek, secara gak langsung dia juga memberi kami pekerjaan sesuai kemauan kita" jelas Sam


"oh" jawab azza "jadi penasaran sama bos mereka" ucap batin azza


"dia gak ngeh atau gimana sih, nih tangan nya masih gue pegang, nyaman banget sumpah, mulus lagi" batin Sam bersorak gembira


"udah malem banget nih, gue harus pulang, takut papi gue ngamuk anak perawan nya belum pulang juga" kata azza menyadari tangannya masih di genggam Sam azza pun melepaskannya


"sori tadi gue gak sadar" gugup azza


"gak pap, gue juga gak sadar dari tadi memang tangan Lo" bohong Sam, padahal dari tadi dia menikmati sampai mengelus jari jari mulus azza


"udah malem, gue anterin, gak baik cewe pulang malem sendirian" ajak Sam


" tapi gue-" belum selesai azza bicara udah di potong Sam


"gak ada tapi tapian, Lo gue anterin, cowo macam apa gue ngebiarin cewe pulang sendiri, malem pula" kata Sam menarik azza


dengan terpaksa azza mengikuti langkah Sam yang besar,


menyadari ada mobil yang melaju cepat, sedangkan di sisi sebelah azza ada genangan Sam langsung memeluk azza tanpa izin memutar tubuhnya


grepp


sekilas pandangan mereka bertemu, hanya sekilas karena azza memotongnya cepat,


"maaf?" kata azza


"Lo gak papa?" tanya Sam


"gak papa" kata Sam melepaskan pelukannya


" tapi baju Lo kotor" kata azza meneliti bagian belakang tubuh Sam


"gak papa hanya kotor di bagian jaket doang, bisa di lepas" kata Sam


"sorry ya, gara gara gue, Lo jadi kotor gini" kata azza


"udahlah ayo pulang" ajak Sam


"sorry, gak bisa pinjemin jaket buat lo, jaket nya kotor, gue jalan nya pelan aja" kata Sam


"iya gak papa" jawab azza dengan senyum nya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"thank ya, sorry gak bisa nyuruh mampir, udah malem" kata azza setelah turun di motornya


"hati hati di jalan" kata azza yang di angguki Sam dan melajukan motornya


setelah kepergiannya Sam, azza masuk ke dalam rumahnya


ceklek


"ehem" deheman papi mengagetkan langkah azza


"astagfirullah, papi" seru kaget azza, kenapa papi belum tidur?" tanya azza


"siapa yang bisa tidur, kalo anak satu satunya belum pulang?" tanya papi


"maaf pi" kata azza cengengesan


"siapa tadi?" tanya papi


"yang nganterin azza?" tanya balik azza yang di angguki papi


"anak kuliah depan SMA azza pi, tadi ketemu di taman, di anterin balik katanya gak baik anak perempuan balik sendiri" jelas azza


"ouh, papi restui kok, tapi kamu harus jaga diri, jaga kepercayaan papi" kata papi menepuk bahu azza meninggalkan azza


"lah, papi kira dia pacar azza kali main restuin segala, bodo amat lah, mending tidur cape gue" gumam azza


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


pagi hari sesuai seperti hari kemarin azza datang bersama cece dengan mobil cece, azza yang tidak di perbolehkan mengendarai mobil oleh sang papi karena bisa bikin papi jantungan karena tau anak nya mengendarai motor dengan kecepatan tinggi


"hari kedua za" kata cece


"siapa bilang hari pertama" jawab azza


"hey lediesss" teriak Adit yang baru memarkirkan motornya terlihat bersama anak kuliahan sepertinya anak geng nya Adit


"gimana kabar kalian?" sapa Adit setelah ada di hadapan mereka


"seperti yang Lo lihat" jawab cece


"gue kira bakal ada perayaan sesuatu, setelah semalam maen peluk di pinggir jalan" kata Adit menarik turun kan alis menatap azza


"what sama siapa?" kepo cece sadar akan kode Adit


"apaan sih Lo dit?" kesal azza


"iya kan? Lo semalam pelukan di pinggir jalan?" goda Adit buat azza resah


"eh dit, sepatu Lo baru ya? tanya azza


"iya, keren kan?" kata Adit dengan bangga tapi sedetik kemudian


krekk.. di susul dengan teriakan Adit, sedangkan pelaku langsung melarikan diri


"azzzaaaa sialan lo "teriak Adit


"hahaha, pagi pagi udah dapet sarapan dari azza" ejek cece dengan sisa ketawanya


"apa Lo ketawa? bukannya bantuin? teman macam apa Lo?" dumel Adit


"udah lah, ayo masuk, bisa jalan gak Lo?" ajak cece


"bantuin anjir " dumel Adit pada cece, tapi tak ayal di papah oleh cece


sedangkan di sisi lain banyak pasang mata yang sedari tadi menyaksikan interaksi mereka


"si Adit menang banyak, kesel gue" kesel Roni


"woww pak ketu senyum tipis nih" seru kenan


"apa?" tanya miftah melirik semua anggota nya


"Lo kenapa Sam? tanya miftah menyadari raut wajah Sam tak seperti biasanya


"gue?" tanya balik Sam yang kini semua mata tertuju padanya


"gue, gak papa, biasa aja" jawab Sam


"alah bohong si Sam mah" sanggah rayan, sepupu nya Sam


"dia mau di jodohkan sama emaknya" ceplos Rayan


"Lo, sialan" ucap Sam neplok bibir ceplos bibir sepupunya


"