AZZALEA MICHELLE DANUARTA

AZZALEA MICHELLE DANUARTA
meyakinkan azza



kabar putus nya azza dan Miftah semakin menyebar, Miftah di buat geram karena banyak lelaki yang terus terang mendekati azza


sedangkan azza merasa tidak peduli lebih tepat nya dia hanya diam menenangkan hati dan pikiran nya


"sorry gue baru Dateng" keluh azza pada teman temannya yang sudah nunggu di kafe tempat Adit bekerja


"santai za, Lo naek mobil online atau di anterin pak yanto"? tanya Adit karena dia tak menjemput azza


"di anterin" jawab azza langsung minum minuman cece di samping nya dan mengedarkan pandangannya


deg


mata azza terpaku pada seseorang di hadapannya, baru sadar dia bahwa di meja nya di kelilingi anggota inti galaksi


"sorry za, gue tau Lo lagi ngehindar bang Miftah, tapi kalian lebih baik selesaikan dulu masalah nya" kata Roni saat melihat azza keheranan


"bentar, tapi Lo bang harus tau, kalo Bianca dari awal kita masuk sudah cari masalah dulu sama azza, bahkan sama gue, banyak ko saksi nya" timpal cece


"masalah itu murni Miftah tidak tau, karena jujur anggota inti juga waktu itu sedang sibuk dengan tugas dan pekerjaan, mungkin hanya si Roni dan Adit yang ada, jadi masalah ospek kemarin di alihkan tanggung jawab nya pada Bianca selaku wakil senat" jelas kenan saat menyadari Miftah hanya diam terus memperhatikan azza, sedangkan azza hanya tertunduk


"dan untuk Lo za" jeda kenan sehingga azza melirik kenan "saat itu Miftah hanya menyuruh Bianca buat bikin tugas, soal nya kalo bukan Miftah yang nyiruh, dia mana mau? tapi saat Miftah ke sana Bianca malah memeluk nya menangis karena masalah keluarga, dan Bianca sudah di titipkan pada keluarga Miftah" lanjut kenan


"kenapa Lo yang jelasin?" tanya azza membuat semua diam, karena sang ketua hanya diam memandang wajah azza


krett


Miftah langsung berdiri mengajak azza berbicara berdua di dalam ruangan nya, bahkan Miftah menyuruh jangan menunggunya dan bebas buat makan malam


grepp


Miftah langsung memeluk azza erat setelah mengunci pintu ruangannya


"maaf" sesal Miftah dengan terus memeluk azza erat


azza membalas pelukan Miftah seakan takut kehilangan lagi, tapi dia takut untuk percaya


"maaf karena Bianca selalu cari masalah, maaf sudah bikin kamu salah paham, tapi aku bersumpah, tidak ada hati lain selain kamu" kata Miftah menggenggam tangan azza


"aku tau" jawab azza


"terus kenapa kamu mau putus?" tanya Miftah


"aku takut kak" jawab azza bergetar, kali ini azza melihatkan sisi rapuh nya di hadapan Miftah


"aku takut kehilangan lagi, dan aku takut untuk percaya lagi, tapi aku tau kamu tidak bersalah, tapi hati ku sakit saat kamu berpelukan" jawab jujur azza dengan meneteskan air mata


"aku harus gimana sayang? aku gak mau putus dari kamu, kamu tau saat kamu memutuskan ku tadi semua nya terasa kacau, bahkan kamu liat tadi teman temanku berusaha banget supaya aku bisa bicara dengan kamu, hari ku kacau tanpa mu" kata Miftah langsung membawa azza kedalam pelukannya


"maaf" kata azza


"kita jalani pelan pelan ya, aku akan berbicara pada papi mu buat melamar kamu" kata Miftah membuat azza kaget


"jangan becanda kamu" kata azza kaget


"aku gak becanda, minimal nya aku akan tetap berusaha meyakinkan kamu bahwa hanya kamu di hatiku" kata Miftah membawa tangan azza ke dada nya


azza tersipu akan perlakuan manis Miftah, wajah nya sudah merona membuat Miftah gemas


cup


ciuman sekilas hanya di pipi, membuat azza malu langsung memeluk Miftah menenggelamkan kepalanya di dada bidang Miftah


Miftah merasa lega karena sikap manja azza, dia langsung mengangkat dagu azza mencium lembut bibir azza yang sudah di rindukannya


malu yang kini azza rasakan, pipinya sudah merona, membuat Miftah tak henti hentinya meledek nya


"kita gak balik ke luar?" tanya azza yang langsung dapet gelengan dari Miftah


seakan mengerti azza langsung mengelus rambut Miftah membuat Miftah nyaman dan terlelap


sudah berapa lama Miftah tertidur bahkan azza ikut terlelap bersama nya hingga dering ponsel menyadarkan azza


"aduh, papi lagi" gumam azza di lihatnya Miftah masih terlelap dalam tidurnya


"hallo Pi" kata azza


"kamu di mana sayang? kenapa belum pulang? ini udah jam sebelas malam" cecar papi khawatir


"Pi azza masih di kafe nya kak Miftah" kata azza takut takut


"terus kenapa belum pulang? Miftah nya mana?" tanya papi Gerald


"ini kak Miftah dari tadi tidur di pangkuan azza, mau di bangunin kasian, kata nya udah 2 hari gak tidur" kata azza takut


"ya udah kamu tungguin azza Miftah, tapi inget jangan melakukan yang aneh aneh" kata papi


"iya Pi" kata azza


"ya udah papi mau istirahat dulu, setidaknya papi lega kalo kamu sama Miftah" kata papi Gerald sedangkan azza hanya memasang wajah kaget nya


"see u sayang" pamit papi Gerald langsung menutup teleponnya


"pake pelet apa nih kak Miftah sampe sampe papi ijinin anak gadisnya sama berduaan" heran azza


"pelet cinta sayang" bales Miftah yang sedari dari sudah bangun hanya saja Miftah masih betah di pangkuan azza


"sudah bangun?" tanya azza yang langsung di bales senyuman menawan dari sang kekasih


Miftah terdiam saat kepalanya menyundul melon uang kini tepat tak terlalu menempel dengan kening sisi kirinya, sedangkan azza langsung menegang seakan terkena setruman listrik


Miftah menduselkan kepala nya lembut membuat azza me mejamkan matanya menikmati sensasi yang baru di dapet nya


Miftah terus mendusel tanpa sadar kemeja azza sudah terbuka hanya tinggal bra nya yang menutup melon segar azza


Miftah langsung mencium bagian atas dada hingga terpampang melon segar yang langsung di lahap oleh Miftah


banyak tanda yang Miftah buat di tubuh atas azza, hingga suara indah azza lolos membuat Miftah semakin bergairah


tongkat nya dia keluarkan menuntun tangan azza memijat tongkat nya, kaget yang di rasakan azza tapi rasa itu mengalahkan logika azza


satu tangan di gunakan buat menuntun tangan azza memijit tongkat nya dan satu lagi mengelus goa azza di balik celana azza


"jangan" tahan azza dengan suara seraknya membuat Miftah menghentikan aktifitas nya


"aku gak mau melakukan nya" lanjut azza


"kita sampai pelepasan saja sayang, tidak sampai melakukan nya ya" bujuk Miftah


"bisa?" tanya nya bodoh


"bisa, kamu nikmatin azza, aku janji gak sampai melakukannya" kata Miftah


Miftah langsung mencium bibir azza membuat azza terbuai akan sentuhan Miftah


berjanji tidak melakukan nya tapi sudah membuka celana azza hingga azza sudah telanjang


tapi Miftah hanya menjilati goa bahkan hanya menggesekkan tongkat nya demi mendapatkan kepuasan


"gila kamu" umpat azza setelah mereka sampai di pelepasan tanpa penyatuan


"maaf" kata Miftah langsung memeluk azza