ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL9



^^^"Hal istimewa akan menjadi lebih istimewa jika tangan kita sendiri yang membuatnya"^^^


...***************...


Pagi-pagi Allysa sudah menggemparkan dunia dengan suara teriakannya yang menggelegar mengisi relungan setiap sudut rumahnya, bahkan sang adik memarahi kakaknya dari dalam kamar karena teriakannya mampu membangunkan adiknya yang tengah bermimpi bertemu sang idola.


Siapa lagi kalau bukan Jungkook BTS.Para remaja zaman sekarang mana ada si yang ga kenal sama BTS apalagi jungkook.Cowok paling ganteng dan cool menurut sang adik mungkin juga jutaan orang sepakat dengan pendapat sang adik.


"Pagi-pagi kok sudah ribut lysa?"tanya mamanya


"Mama kok ga bangunin lysa sii, lysa kan udah minta mama bangunin lysa kalau lysa ketiduran habis solat subuh".


"Mama kira kamu ga tidur lagi, tapi nyiapin kado buat temen kamu, lagian habis subuh tu jangan tidur lagi dong sayang, nanti rezekinya dipatok ayam, kamu emang mau".jawab mamanya sambil terkekeh melihat anaknya yang masih mengumpulkan nyawa.


"Maaf ma, semalem lysa bungkusin kado buat Devina, abis lysa nyoba berkali kali ga jadi-jadi sii, lysa jadi tidur jam 1 pagi ma"


"Kenapa ga minta bantuan mama, sayang"tanya mamanya.


"Hadiah itu lebih istimewa kalau kita yang buat sendiri ma, jadi ada kesan berharganya gitu ma"jawab Allysa sambil terkekeh karena malu sok bijak didepan mamanya.


"Anak mama tumben bijak, udah mau dewasa aja"jawab mamanya sambil mengelus rambut Allysa.


"Anak mama kan pinter, mama lupa nii"


"Masa lupa sama anak sendiri, yaudah sana mandi aja dulu jangan lupa kabari Devina kamu dateng telat, kasian kan kalau Devina nunggu kamu kelamaan".


"Iya ma, siap"


Allysa bukan tipe orang yang kalau mandi butuh waktu sejaman, dia paling males kalau mandi kelamaan, apalagi kalau Allysa menunggu adeknya mandi, udah berasa perang dunia ketiga dimulai, mereka pasti ribut tak henti henti, baru setelah salah satu dari mereka ada yang mengalah, perdebatan antara kakak adek itu berhenti.


Gimana ga ribut, adeknya kalau mandi pasti melakukan ritualnya, nyanyi lagu-lagu BTS terutama lagu Spring day, Life Goes On, dan terakhir For You.Ketiga lagu itu adalah lagu kesukaan adeknya, mau disetel dan dinyanyikan berapa kalipun tetap saja menjadi lagu kesukaannya.


Berbeda dengan Allysa yang hanya membutuhkan waktu lima belas menit dan ia bukan salah satu penggemar kpop, ia hanya menyukai drama-drama korea plus soundtracknya saja.


Dalam keadaan fresh dan rambutnya yang masih basah, Allysa menuruni tangga untuk pergi menemui Devina dan sebelum ia berangkat ia berpamitan terlebih dahulu dengan mama dan juga papanya.


...********************...


"Deviiiinaaaaa"sapa Allysa dengan teriakan khasnya karena ia masih berada di penyebrangan.


Devina hanya melambaikan tangan ke arah Allysa sambil tersenyum kecil.Ia merasa malu karena suara teriakan Allysa mampu membuat orang-orang sekitar melihat mereka sambil tersenyum yang kesannya meledek.


Baru sampai di tempat, Allysa langsung memeluk teman dekatnya itu dan mengucapkan selamat ulang tahun untuk teman yang mungkin akan menjadi sahabatnya itu.


Tak berapa lama, Allysa melepas pelukannya dan menyerahkan kado yang tadi malam susah payah ia bungkus padahal mahhh bisa tokonya atau mamanya yang membungkuskannya, namun Allysa menolak dan malah ia sendiri kerepotan untuk membungkus kado itu.


"Huaaa al kamu romantis banget siii, lopeee dehh pokoknya"sambil memeluk lagi erat temannya itu.


"Kumat nii penyakit temen gue, udah minum obat bucinnya belum?"tanya Allysa sambil memegang kepala devina takut kalau dia lagi demam karena bucinnya kambuh.


"Ihhh al, aku kan cuma seneng aja, aku kira kamu lupa sama ulang tahun aku, btw makasih Allysa yang sangat cantik baik hati dan tidak sombong".


"Masa kamu baru tau kalau temen kamu cantik baik hati dan tidak sombong"


"Ampuunn dahh, dipuji malah jadi keterusan, untung temen al"sambil terkekeh


Devina yang mendengar betapa puitisnya ucapan Allysa hanya terkekeh dan menggelengkan kepala.


Mereka menikmati hari ini dengan sangat antusias dan gembira.Bercanda bercerita menikmati wahana yang ada disana layaknya sepasang sahabat lama yang sudah lama tak berjumpa.


Karena mereka keasyikan bercerita di kursi yang tersedia didekat air mancur, mereka baru bermain satu permainan saja yaitu bumper car, baru hendak mengajak Devina menaiki komedi putar, Devina menerima telepon dari kakaknya.Ia meminta maaf kepada Allysa karena ia harus pulang tapi ia sudah menelepon temannya untuk datang dan bermain dengan Allysa.


Allysa hanya berpikir positif saja karena mungkin keluarganya Devina juga punya kejutan untuknya.


Lumayan lama Allysa menunggu sosok yang Devina suruh untuk datang kesini.Allysa belum tau siapa yang diundang Devina ke taman ini tapi yang jelas ia salah satu teman dekat Devina waktu ia smp.


Senyum Allysa mengembang saat ia melihat seorang anak kecil laki-laki yang membawa balon dan es krim sedang berlarian.Anak kecil itu terlihat menggemaskan dengan gaya rambutnya seperti jamur tapi terlihat imut untuknya dan ia terlihat manis dengan balutan jaket berwarna hitam dan celana jeans panjang hitam.Anak itu terlihat tidak terlalu bahagia, namun ada juga yang membuat Allysa bingung.Kenapa anak itu sendirian ditempat yang seramai ini.


"Apakah anak itu tidak takut"gumam Allysa.


Entahlah apa yang sedang dipikirkan Allysa, ia hanya terus-terusan memandangi anak kecil itu, seketika Allysa terkejut, anak itu jatuh dan menangis.


Allysa yang melihatnya langsung menghampiri anak itu.Tidak ada luka tapi anak itu terus-terusan menangis, Allysa dengan refleks memeluk erat anak itu dan menepuk nepuk pundaknya agar berhenti menangis.


Metode itu sangat ampuh, hanya beberapa menit saja anak itu sudah berhenti menangis.


"Nama kamu siapa?"tanya Allysa.


"Na ma aku Devan kak, kalau ka kak?"


"Ohh Devan, nama yang bagus, kalau kakak Allysa, Devan bisa panggil kakak lysa"sambil mengelus kepala Devan.


"Kak lysa terimakasih"sambil menunduk.


"Sama-sama, kamu sendirian?"tanya Allysa karena penasaran.


"Iya kak, mami papi sibuk kerja, devan sendirian terus makanya devan pergi kesini sendirian, nii liat kak uang devan banyak kan"jawab devan sambil menunjukan uangnya yang ada di tas ke Allysa.


Baru saja Allysa hendak mengajak Devan untuk bermain dengannya, seseorang sudah mengajaknya terlebih dahulu.Rasanya Allysa mengenal suara itu, tapi entahlah ia tidak ingat suara milik siapa.


Betapa terkejutnya Allysa melihat Angkasa dengan hoodie cokelat dan celana kain cokelatnya.Angkasa terlihat ganteng saat itu dan membuat Allysa bergumam dengan sendirinya.


"Lo kok disini sa?"tanya Allysa yang keheranan.


"Gue mau main kesini aja, yuk Devan main sama kakak, nanti kakak yang bayarin dehh, devan mau?"tanya Angkasa.


"Ehh bentar dehh sa, lo kenal devan?"


"Engga, gue juga baru liat"


"Lha terus lo tau namanya dari mana?"


"Barusan gue denger, kan gue punya telinga"jawab Angkasa ketus seperti biasanya.


Padahal dari tadi Angkasa sudah berada ditempat itu dan menyaksikan kejadian beberapa menit yang lalu itu.Angkasa begitu terkesima melihat Allysa yang dengan beraninya menolong anak kecil yang tidak dikenalnya dan memeluknya untuk menenangkannya.Disana padahal rame, kalau Allysa dianggap penculik anak gimana coba, gadis itu sungguh tak memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi padanya.


Bukan hanya Angkasa saja yang melihat kejadian itu tapi ada satu sosok laki-laki yang menyaksikan kejadian itu, bukan tanpa sebab laki-laki itu mengingat jelas Allysa.Laki-laki yang disuruh Devina menemani temannya bersenang-senang di taman hiburan.Sekarang ia pergi dari taman hiburan itu tanpa bertatap muka dengan Allysa.