ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL8



"Kenangan terindah dan berharga akan selalu ada dan tersimpan didalam kepala layaknya film yang sewaktu waktu bisa terlintas dengan sendirinya."


"Setegar tegarnya manusia, ia bisa rapuh hanya dengan sebuah kenangan"


...************************...


Angkasa bersama ibu dan ayahnya sedang berkumpul bersama di ruang keluarga mereka, tidak terlalu besar tapi hangat dan nyaman untuk ditempati sambil menonton tv, mengemil, dan bercerita sambil bercanda.Seperti biasa ibu Angkasa selalu menanyai bagaimana sekolahnya Angkasa, organisasinya, dan terkadang ibunya menanyai kapan Angkasa mempunyai pacar.Ibunya tau kisah kasih cerita anak tunggalnya itu pernah menjalin kasih asmara bersama perempuan.Ibunya juga tau seberapa besar rasa sayang anaknya itu terhadap sosok perempuan itu yang membuat Angkasa sekarang ini sangat tidak menyukai berurusan dengan perempuan dan juga salah satu penyebab Angkasa sangat cuek terhadap perempuan.


Saat pertanyaan yang membuat Angkasa tidak ingin ia bahas, ia selalu mengelak dan malah membahas hal lain.Ibunya memang salah dengan pertanyaannya, namun ibunya hanya ingin Angkasa yang dulu, Angkasa yang ceria dengan tulus yang selalu menyukai hal hal kecil, yang selalu tertawa dengan hal hal yang bahkan tidak lucu.Ibunya ingin mengembalikan Angkasa seperti dulu lagi.


Seketika ibunya teringat kejadian waktu itu ketika tak sengaja bertemu dengan perempuan teman Angkasa.Ibunya menanyai Angkasa bagaimana keadaan perempuan itu.Angkasa yang sudah lupa dengan kejadian tadi sore pun jadi teringat kembali.Bukannya ia menjawab pertanyaan ibunya, Angkasa malah meninggalkan ibunya dan menuju ke kamarnya.


Disana ia menatap keluar jendela dan melihat betapa indahnya kerlap kerlip bintang menyinari bumi di langit berwarna hitam biru.Tidak hanya bintang yang menemani malamnya tapi juga ada bulan, bulan malam itu sangat terang.


Malam itu semesta sedang mendukung keadaan Angkasa yang sedang mengingat kembali sosok perempuan itu.Sosok yang sangat ia cintai, sangat ia rindukan, sosok yang membuatnya mencintai bintang dan bulan, serta sosok yang membuatnya jadi seperti ini.


Ia bukan marah dan kecewa pada semesta.Ia hanya rindu kembali kemasa itu, masa ia bersama dengan sosok perempuan istimewa baginya.Yaa memang bukan pacarnya Angkasa tapi akan menjadi pacarnya kalau saat itu semesta merestuinya.


Seketika itu malam membuatnya mengingat kembali seperti tayangan film yang sedang diputar didalam bioskop dan hanya dia yang bisa menikmati kisah itu sendirian.Begitu sangat merindunya ia bertemu dengan sosok perempuan itu.


File memori itu tersimpan didalam kepalanya dengan sangat jelas dan tidak ada sepotong adegan yang hilang.


Saat ia pertama bertemu dengan perempuan itu.Saat dengan tidak sengaja semesta mempertemukan mereka.Saat ia pertama kali merasakan hati yang bercinta.Bahkan saat ia kehilangan sosok perempuan itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, sudah waktunya lelaki yang sedang bersedih itu tertidur untuk menyiapkan hari esok.


"Angkasa sini, kamu mau es krim?"tanya perempuan itu.


"Engga buat kamu aja, kamu kan sangat suka es krim green tea, udah dimakan kamu aja, kalau kamu seneng aku juga ikut seneng"jawab Angkasa dengan senyuman termanisnya.


"Hhmm, indah ya malam ini, lihat tu bintangnya banyak banget terang lagi, bulannya juga lucu cuma setengah tapi mampu menyinari gelapnya malam ini bersama bintang" ucapan perempuan itu sambil menatap bintang dan bulan.


"Hmm"jawab Angkasa


"Sangat indah namun hari gue selalu indah kalau bersama lo"batin Angkasa.


"Angkasa"


"Kenapa?"


"Terimakasih telah menjadi temanku, aku sangat senang bisa berteman dan menjalani hari bersamamu, maaf kalau selalu membuatmu kesusahan tapi aku sangat bersyukur ada kamu disini, sekali lagi terimakasih Bagas Angkasa"sambil tersenyum dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Dengan napas yang tidak teratur Angkasa terbangun dengan posisi masih berbaring dan mata yang terbuka.Semua itu hanyalah mimpi yang terasa nyata.Apakah karena Angkasa merindukannya terlalu dalam, sosok perempuan itu hingga terbawa mimpi?.


Perasaannya saat ini menjadi kacau, sudah lama Angkasa tidak memimpikan perempuan itu, namun mengapa ia datang lagi setelah semua yang Angkasa lalui untuk tetap menjalani hidupnya seperti sekarang ini.Memang benar tadi malam Angkasa mengingat kejadian bersama perempuan itu, namun jika Angkasa memimpikan perempuan itu lagi, Angkasa sungguh tidak kuat.Hatinya terasa sakit dengan sendirinya.Angkasa memang tau ini hanyalah mimpi, namun Angkasa berharap mimpi yang dialaminya adalah mimpi perpisahan dengannya agar Angkasa benar-benar melupakan perempuan yang telah mengisi hatinya yang kosong.