ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL19



^^^"Memang ternyata semesta baik, kalau kita baik ke orang dengan hati ikhlas pasti ada aja hal baik yang balik ke kita dalam keadaan sadar ataupun tidak"^^^


...********************...


Masih ramai saja toko itu sehingga membuat Allysa dan Angkasa harus berusaha keras melawan arah para penggemar BTS itu hingga mereka berhasil keluar dalam keadaan ngos-ngosan karena kehabisan energi.Allysa yang melihat Angkasa dengan lumuran keringatnya mengambil tissue yang ada di tasnya lalu mengelap keringat yang ada disekitar kepala Angkasa, Allysa melakukan semua itu semata mata ingin membalas kebaikan Angkasa yang sudah membantunya mendapatkan barang yang diidam idamkan adiknya.Angkasa yang diperlakukan manis seperti itu hanya bisa berdiam diri, badannya serasa kaku seperti patung yang dipajang di monumen pahlawan.Lucunya lagi, bukannya kering karena dilap menggunakan tissue justru malah keringatnya terus terusan mengalir dengan matanya yang selalu  menatap lekat kedua lentik bola mata Allysa,


"Cantik"itulah pujian yang diberikanAngkasa untuk Allysa dengan suara pelan namun mampu didengar jelas Allysa.


Karena hal itu Allysa langsung menghentikan dirinya yang sedang mengelap keringatnya.Saat itu Allysa sudah tidak ingin memikirkan keringat Angkasa yang terus mengalir .


Angkasa yang melihat Allysa canggung kepadanya tersadar kalau tadi Allysa mendengar ucapannya.


"Gawat nii, gue harus ngomong apa"gumam Angkasa.


Kebingungan kata-kata untuk dilontarkan ke Allysa, Angkasa dengan sigap langsung menaiki montornya dan memberikan helm kepada Allysa.Apa ga jadi kesalahpahaman kalau Angkasa mengungkitnya langsung.Allysa yang masih kebingungan dengan sikap Angkasa pun hanya menuruti permintaannya saja, segeralah mereka berdua pulang karena mau ngapain lagi juga, barang yang mereka butuhkan sudah lengkap dan tinggal didekorasi besok disekolah.


Selama perjalanan itu, Allysa senyum senyum sendiri dibalik helm yang ia pakai.Allysa tidak tau saja, sefokus fokusnya orang sedang berkendara pasti ada saatnya ia sesekali melihat spion kaca, Angkasa melihat dengan jelas dari kaca spionnya kalau Allysa sedang senyum, matanya terlalu jelas sedang tersenyum, hal itu juga yang membuat Angkasa tersenyum lebar tanpa Allysa tau.Dua orang itu sedang crazy but orang orang yang tidak sengaja melihat tingkah mereka akan tau dengan sendirinya karena mereka juga mungkin saat ini sedang merasakan apa yang dua sejoli itu rasakan.


...********************...


Allysa memberikan helm milik Angkasa dan seperti biasa Allysa selalu mengucapkan terima kasih.Angkasa yang selalu memdapat ucapan itu sebenarnya merasa tidak enak juga tapi sudah karakter Allysa, emang wajar si kalau ditolongin orang harus berterimakasih dan ketika salah harus meminta maaf kepada orang itu tapi tetap saja kalau berulang ulang mengucapkannya.


Allysa hendak menuju kerumahnya setelah mereka sampai didepan rumah Allysa namun Angkasa memanggilnya dan memberikan sebuah tas kado untuk Allysa.Allysa semakin kehabisan akal dengan sikap Angkasa, merasa tidak enak menolak Allysa menerima saja pemberian Angkasa.Pamitlah Angkasa kepada Allysa untuk pulang kerumahnya.


Di kamar kesayangannya Allysa membuka tas kado yang tadi diberikan kepadanya.Ketika dibuka kagetlah Allysa, Allysa sebenarnya tidak benar-benar menginginkannya namun mungkin karena tadi ia bwgitu terhanyut membuat Angkasa mengira bahwa Allysa menginginkannya, itulah menurut pendapat Allysa.


"Dasar Angkasa, harganya mahal malah dibeli"gumam Allysa


"Anak mama kok senyum senyum gitu, kenapa hayoo"tanya mama Allysa yang kepo karena anaknya.


"Mama kapan dateng, kok tiba tiba ada disebelah lysa, lysa kaget tau ma"


"Ditanya malah tanya balik, dasar anak mama"


Allysa hanya senyum terkikik saja.


"Itu kotak musik kamu beli dimana lysa kok bagus banget"tanya mamanya sambil mengambil kotak itu.


Allysa panik sendiri dong, mau jujur tapi takut juga, kalau bohong juga dosa kan apalagi sama ibu sendiri, Allysa juga takut kali kalau kualat sama orang tua.Baru Allysa hendak menjawab pertanyaan ibunya Dina masuk ke kamar Allysa dan Allysa merasa beruntung banget saat itu, adik nya yang bawel itu hari ini telah menyelamatkan dirinya.Sebagai balasannya barang yang tadi ia beli diberikanlah ke Dina sehingga mamanya ga nanya lagi tentang kotak musik itu.


Walaupun sebenernya emang tujuan awalnya Allysa ikhlas membahagiakan adiknya ehhh malah semesta langsung membalas kebaikannya.Memang ternyata semesta baik, kalau kita baik ke orang dengan hati ikhlas pasti ada aja hal baik yang balik ke kita dalam keadaan sadar ataupun tidak.


Saking senangnya, Dina memeluk erat sang kakak hingga kakaknya merasa sesak napas karena tingkah adiknya itu.Dua saudara itu walaupun kelihatan suka berantem tapi sebenarnya mereka saling sayang satu sama lain dan pastinya akan selalu membahagiakan satu sama lain.Begitulah saudara pada umumnya.


...*********************...


"Cuteee banget😆"tulis Allysa di caption snapgramnya yang menunjukan video singkat kotak musik pemberian Angkasa.


Yapp Allysa melakukan dengan santainya tanpa perasaan malu kepada Angkasa.Malu apanya coba, Angkasa juga ga ngefollow instagramnya Allysa.Kalaupun ngestalk juga ga akan mungkin bisa, instagram Allysa di privat, jadi Angkasa ga akan bisa tau snapgramnya.


"Kuy ngerjain tugas lysa, sadar okee jangan sampai dihukum cuma gara gara ga ngerjain tugas, bisa gawat malah harus ngerjain tugas tambahan yang jumlahnya  berpulu puluh soal"ucapan Allysa untuk menyemangati dirinya sendiri.


Saking banyaknya tugas yang diberikan Bu Gita membuat Allysa frustasi sendiri.Ga cuma banyak tapi juga soalnya rumit pake banget, di google pun ga ada sama sekali.Emang bener julukan yang diberikan murid untuk guru killer dan terwow sendiri.Rookie itulah sebutan para murid untuk Bu Gita.Rookiiee tu dari kata rumit dan killer, yaa cuma biasalah sekolahan mereka banyak yang pecinta korea jadi yang harusnya ruki jadi rookie.Sebenernya Allysa sendiri juga bingung, setahunya rookie itu artinya calon, terus apa hubungannya gitu sama rumit dan killer, apa mungkin calon guru yang akan disegani murid.Ga taulah, Allysa tidak mau repot-repot memikirkan hal itu, lebih baik sekarang ia selesaikan saja tugasnya, keburu kemaleman juga kan.