
...LET'S TO READING GAESS...
...************...
Bel tanda dimulainya jam istirahat telah berbunyi, membuat Allysa menarik devina keluar dari kelas dan menuju ke taman tempat obrolan mereka.
"Sa sebenarnya lo kenapa, lo ada urusan apa sama sepupu gue"tanya devina yang sedari tadi menahan diri karena rasa penasarannya itu.
"Gue waktu itu pernah bilang kan, kalau gue belum siap buka hati gue, itu karena sepupu lo dev, dia buat gue jatuh cinta sama dia tapi ternyata gue cuma alat permainannya"jawab Allysa dengan mata yang penuh amarah dan tangan yang meremat roknya sendiri.
"Engga mungkin sa, satria itu baik banget orangnya, dia ga akan nyakitin siapapun itu"
"Kenyataannya dev, gue juga awalnya ngira dia orang yang baik tapi...udah gue ga mau liat dia lagi""hiks"menunduk dan tetap meremat roknya.
"Lo tenangin diri lo dulu sa, sekarang kita ke uks okey, urusan satria biar gue yang bertindak"devina memegang kedua pundak allysa dan membantunya ke uks.
...******************...
Setelah mengantar Allysa ke ruang uks devina segera menghampiri satria.
"Lo ngapain Allysa sampai buat dia ketakutan ketemu sama lo, lo juga kenapa ga cerita sama gue kalau lo kenal Allysa"tanya devina dengan tatapan membaranya.
"Cuma salah paham dev, gue ga pernah mainin dia, gue sayang sama dia"jawab satria dengan ekspresi memelas yang menunjukkan bahwa ucapan satria memang benar.
"Lo kalau cuma diem doang mana bisa lo nyelesaiin masalah lo"jawab devina
"Gue tau ini salah tapi mau gimana lagi gue udah coba untuk jelasin ke Allysa tapi Allysa terus menjauh dari gue, lo ga bakal ngerti rasanya ditinggal tanpa bisa menjelaskan"ucap Satria.
Devina yang mendengar itu menghela napas panjang.
"Gue akan bantu lo buat jelasin ke Allysa, besok lusa kita akan camping bareng sama anak osis lo harus ikut dan lo harus jelasin semuanya ke Allysa".ucap Devina yang langsung meninggalkan satria begitu saja.
...***************...
Angkasa sedari tadi tidak bisa fokus pada pelajarannya.Rasanya kepalanya mau pecah saja, perempuan itu selalu mengusik dirinya dan pikirannya.
"Angkasa!!!"ucap Pak Heri, guru kiler di sekolah mereka.Pak Heri adalah kimia yang memang terkenal tak peduli dengan siswanya kalau siswanya itu tidak mentaati peraturannya.
"Angkasa!!!"ucap Pak Heri untuk kesekian kalinya hingga kali ini ia melepaskan kacamatanya dan membawa penggaris panjang ke arah tempat duduk Angkasa.
"Bug" suara pukulan meja seketika membuat Angkasa terkejut dan melihat ke arah Pak Heri.
"Sekarang keluar dari kelas saya"ucap Pak Heri membuat sekelas melihat ke arah Angkasa.
Tanpa membantah satu katapun Angkasa segera beranjak keluar kelas dengan membawa jaketnya.
Angkasa pergi ke uks untuk tidur disana.Uks di sekolah mereka terdapat empat kasur yang masing-masing kasur diberi penutup.Angkasa membuka pintu uks dan tidur di kasur nomer 2 dari pintu uks.Ketenangan sangat dirasakan Angkasa.
Bayangan-bayangan tentang Allysa membuatnya semakin ingin bertemu dengan perempuan itu, tapi apalah Angkasa.Allysa sendiri tidak ingin menemuinya.
Di sisi lain, Allysa merasakan jantungnya berdebar dengan sendirinya.Ia sendiri juga tidak tau alasan dibalik itu.Rasa kecewa, sedih, marah membuatnya ingin segera pulang ke rumah.Pikirannya sangat kacau.Sesekali ia memikirkan Angkasa terkadang juga ia mengingat kembali betapa hancur hatinya karena Satria.Orang yang mengisi ruang hatinya sekaligus orang yang menghancurkan hatinya berkeping-keping.
Allysa langsung mengambil teleponnya untuk dijemput.Allysa hanya ingin beristirahat dengan tenang di rumahnya.
"Mang Danang bisa jemput lysa sekarang"ucap Allysa sambil menarik selimut.
"Bisa neng, mang danang segera ke sekolah neng lysa"balas mang danang dibalik telepon.
Angkasa mendengar suara Allysa dengan jelas, ia sangat yakin kalau itu Allysa bukan halusinansinya.Dicarilah satu persatu kasur di ruang uks itu.Tirai kasur mulai ditarik Angkasa hingga akhirnya kasur terakhir menjadi pilihan terakhir Angkasa.
"Kreeettttt"Angkasa melihat Allysa yang sedang merebahkan diri sembari menutup matanya.Pucat lesu namun masih terlihat cantik di mata Angkasa.
Allysa yang merasa cahaya terlalu terang dan seperti mendengar tirai kasurnya ditaril seseorang langsung membuka matanya.Allysa yang melihat Angkasa tepat dihadapannya langsung menarik tubuhnya untuk duduk.
"Angkasa"ucap Allysa dengan suara seperti orang berbisik.
Angkasa yang mendengar suara Allysa yakin kalau perempuan yang ada didepannya itu bukan khayalannya tapi Allysa nyata.
"Lo kenapa sa, kenapa di uks?"tanya Angkasa tanpa basa basi.
"Gue gapapa sa, lo kenapa disini?"tanya balik Allysa yang mengkhawatirkan Angkasa.
"Gueeeee, di usir dari kelas Pak Heri, sa gue boleh deket lagi sama lo?"tanya Angkasa yang sekarang sedang duduk dikursi sebelah kasur Allysa.
"Maaf sa, gue keterlaluan kayaknya sama lo, maafin gue, lo mau temenan sama gue malah gue nyuruh lo jauhin gue"jawab Allysa menundukkan kepala.
Allysa mengucapkam kata-kata yang tidak tau muncul darimana.Allysa hanya ingin kembali ke waktu dulu ketika ia bisa berbicara dengan Angkasa.
"Gue yang salah sa, gue yang harusnya minta maaf ke lo, sekarang gue harap kita bisa kayak dulu lagi sa, gue bisa ngobrol dan deket sama lo"ucap Angkasa sambil menatap Allysa yang masih tertunduk.
"Gue harap mulai hari ini kita bisa temenan lagi"jawab Allysa.
Sambil mengangkat tangannya, Angkasa mengajak Allysa untuk menjabat tangan dengannya.Allysa pun setuju dan menjabat tangan Angkasa.Mata mereka saling bertatapan untuk waktu yang lama dan posisi tangan yang masih dalam keadaan menjabat belum juga lepas.
"Neng, mau pulang sekarang?"tanya Mang Danang mengagetkan Angkasa dan juga Allysa.
Allysa yang melihat mang danang langsung melepas tangannya dari Angkasa dan mengangguk mengiyakan pertanyaan mang danang.
"Setidaknya gue bisa deket lagi sama lo sa"batin Angkasa sambil melihat punggung Allysa yang menjauh meninggalkan Angkasa di uks di tempat yang sama.
...*************...
...LANJUT BAB SELANJUTNYA GAES...
...MAAF KALI INI UPDATE SEDIKIT...
...THANK YOU...