ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL16



"Kalau dasarnya jutek belum tentu juga kalau ia sebenarnya jutek, terkadang hanya karena gengsinya ia bersikap jutek"


...*************************...


Suara menggelegar milik Allysa terdengar hingga ke ruang tamu membuat mamanya segera menghampiri anaknya itu.Bukan sekali dua kali Allysa akan menggemparka. dunia dengan suara menggelegar miliknya.Bahkan hamlir setiap hari ia bisa berteriak dari kamar, apalagi kalau ia sedang panik, ga akan memgenal waktu dan tempat.Ia dengan refleks akan melakukan kebiasaan paniknya itu.


"Kenapa lysa kok pagi-pagi udah ribut aja, ga sopan tau sampai kedengeran diluar gitu"


"Mama lihat kertas lysa ga ma, lysa lupa naruhnya di mana, lysa ingetnya naruh di map warna hijau ma"


"Mama semalem ga liat ada map hijau diatas meja, coba kamu inget-inget lagi"


"Lysa ga inget ma, yaudah lysa berangkat dulu aja ma siapa tau ketinggalan di ruang osis ma"


"Yaudah ati-ati, ini uang saku kamu nanti jangan lupa makan pas istirahat kamu kan belum sarapan"


"Iya ma, lysa berangkat dulu ma, Assalamualaikum"sambil saliman sama mamanya.


...************************...


Keadaan sekolah sangat sepi hanya ada satpam penjaga didepan bahkan ruang guru juga terlihat sepi.Allysa segera menyusuri ruang ruang kelas hingga akhirnya ia sampai juga di ruang osis.Yaa Allysa saat itu belum beruntung, gimana mau beruntung kalau ruang osisnya masih terkunci entah siapa yang membawa kunci ruang osis.


Yang ada dipikirannya hanya gimana caranya ia bisa memasuki ruangan itu.


Allysa sudah mencoba berkali-kali membuka pintu tapi apalah daya kalau pintu itu tetap tidak mau terbuka walaupun sudah ia coba menggunakan kawat jepit rambutnya.Tidak hanya pintu saja, Allysa juga mencoba membuka lewat jendela, kali ini ia benar-benar sedang beruntung dan segera ia memasuki lewat jendela.Dicarinya map itu keseluruh ruangan ia tetap saja tidak menemukannya.Betapa frustasinya Allysa dan ia hanya bisa duduk di sofa sambil mengacak ngacak rambutnya sendiri.


Pada saat itu Allysa tidak menyadari bahwa Angkasa sudah berada disampingnya.Allysa yang kaget karena tiba-tiba ada yang bersin langsung menoleh dan mendapati Angkasa yang berada disampingnya.Entah Allysa tidak tau Angkasa makhluk seperti apa, seringkali ia muncul tiba-tiba disamping Allysa saat situasinya tidak pas.


"Lo masuk dari mana?jendela?"tanya Angkasa


"Kenapa harus lewat jendela?kan bisa nunggu diluar dulu"


"Kepepet sa, sa liat map hijau kemaren ga?  lupa ni naruhnya dimana"


"Jadi pagi-pagi cuma nyari itu"


"Iya sa, kalau ilang bisa bahaya dong".


"Nii, makanya lain kali harus ati-ati"jawab Angkasa sambil memberi mapnya ke Allysa.


"Kok bisa di lo si, tapi gakpa si ga jadi ilang juga"jawab Allysa sambil nyengir.


"Kemaren ketinggalan waktu kita makan di kedai, jangan diulang lagi, okeyy"


"Iya, btw makasih sa selalu nolongin aku"


"Hmmm"


"Sa duluan ya, belum sarapan laper banget nii"sambil beranjak pergi.


Tiba-tiba tangan Angkasa tidak sengaja memegang tangan Allysa untuk menahannya agar tidak pergi dari sana.Allysa yang bingung hanya menuruti ucapan Angkasa dan kembali duduk di sofa disamping Angkasa.Angkasa mengeluarkan benda putih dari tasnya, yaa itu tempat makan Angkasa yang didalamnya berisi nasi goreng dengan telur setengah matang diatasnya.Ia memberinya ke Allysa dengan wajah datarnya tapi terkesan keren menurut Allysa.


Allysa tau kalau orang membawa bekal makan pasti untuk makan siang atau engga orang itu belum sarapan.Allysa yang tidak enak memakannya sendirian, segera menanyai Angkasa, kalau Angkasa belum makan kan jadi salahnya Allysa kalau Angkasa sakit.Allysa sudah mengajaknya makan bersama tapi Angkasa hanya menggeleng dan menyuruh Allysa menghabiskannya saja.Dengan alasan mubadzir Angkasa meyakinkan Allysa untuk tidak merasa ga enak kalau Allysa  menghabiskan makanannya.Allysa yang mendengar ucapan Angkasa hanya mempercayai sosok didepannya itu lagian juga kalau Allysa telat makan maag nya bisa kambuh.


Allysa yang sedang melahap bekal yang diberikan Angkasa menjadi kebingungan seketika, gimana engga Angkasa hendak pergi meninggalkan Allysa yang masih berada diruang osis.Bukan tanpa sebab, ia hanya takut kalau Allysa mendengar suara cacing perutnya sudah membara dan segera ingin diberi asupan.


Allysa mengucapkan terimakasih kepada Angkasa karena tadi ia lupa mengucapkannya.Yaaa kesekian kali Allysa menahan rasa sabarnya berurusan dengan Angkasa.Gimana coba ga emosi kalau Angkasa hanya pergi tanpa menjawab terimakasih yang Allysa ucapkan.Allysa tidak tau saja kalau Angkasa sudah tidak tahan dengan perutnya makanya langsung pergi tanpa membalas ucapan terimakasih Allysa.