ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL32



...**************...


Hari dimana para anggota osis beserta orang yang telah diajak oleh anggota osis melaksanakan rencana yang sudah dibuat berminggu-minggu yang lalu.Bis sudah berada di depan SMA 8 dan tinggal segera berangkat jika nama-nama yang sudah ada didaftar telah berada di bis.


Melisa mulai memanggil satu persatu nama yang sudah tertulis untuk mengikuti camping.Allysa duduk bersama Devina sedangkan satria berada di kursi depan Allysa.


"Allysa Jaya Mangunkusumo?"tanya Melisa


"Hadir kak"ucap Allysa sambil melihat ke arah Melisa dan Melisa mengangguk lalu mencentang nama Allysa.


"Bagas Angkasa?"panggil Melisa.


"Gue hadir"ucap Angkasa yang baru memasuki bis dan melihat ke arah kursi kosong untuk didudukinya.


"Lo duduk sama gue aja, belakang Allysa"ucap Melisa yang masih memegang papan daftar hadir.


Angkasa tidak menjawab ucapanĀ  Melisa dan duduk disamping Satria yang masih kosong.


"Sabar-sabar mel, lihat aja nanti lo harus gimana caranya deketin Angkasa"batin Melisa dan melanjutkan memanggil nama-nama yang ada di papan yang sedang ia pegang.


Sebelum duduk di samping Satria, Angkasa sekilas melihat Allysa yang juga sedang melihat ke arahnya lalu menaruh tasnya di bagasi atas tempat duduknya.Sedangkan Satria yang tau Angkasa sedang melihat Allysa langsung memberikan tatapan tajam ke arah Angkasa tapi Angkasa tidak melihat tatapan Satria.


Perjalanan cukup panjang hingga akhirnya Bryan memutuskan untuk menghentikan keheningan yang terjadi didalam bis.


"Lau lo nyanyi gih, sepi banget ni perasaan berasa tinggal di hutan aja"ucap Bryan mematahkan keheningan.


"Kenapa gue coba, suara gue jelek ga enak didenger"balas Laura sambil mengkerutkan kening tanda tidak setuju dengan Bryan.


"Iya lau lo nyanyi aja kenapa daripada sepi nihh, bosen bikin ngantuk"sahut Raffa yang duduk di barisan paling depan.


"Laura laura"teriak seluruh bis menyemangati Laura untuk menyanyi.


"Bareng aja deh, gimana, gue sendirian berasa biduan"ucap Laura yang sudah berdiri dan bersiap mengambil mic di depan.


"Let's go"ucap Bryan.


Lantunan musik mulai terdengar


Cinta, kau di mana?


Tak sadarkah luka?


'Ku menahan rasa


Yang kau beri saat itu


Kau hempas semua


Kisah yang kuharap indah


Namun kau lupakan aku


Untuk dia


Tuhan, tolong yakinkan diriku


Bahwa dia bukanlah untukku


Tolong hilangkan perasaanku


Agar 'ku tak lagi memikirkan dia


Kau hempas semua


Kisah yang kuharap indah


Namun kau lupakan aku


Untuk dia


Tuhan, tolong yakinkan diriku


Bahwa dia bukanlah untukku


Tolong hilangkan perasaanku


Agar 'ku tak lagi memikirkan dia


Telah kucoba melupakan dirimu


Namun apa daya hati ini sulit terima


Ho-o-o ...


Lagu Cinta kau dimana milik Brisia Jodie yang dinyanyikan Laura mampu menghipnotis seluruh orang yang berada di bis berkaca-kaca.


"Kenapa jadi sedih gini coba, lagu yang happy dong lau"teriak Deni.


"Kalian yang request dong, masak gue yang harus mikir si"balas Laura yang tak mau kalah dari Deni.


"Tanpa tergesa lau, biar ga pada jatuh cinta dengan tergesa"ucap Naila sambil tertawa.


Laura mengangguk dan segera memulai bernyanyi bersama orang-orang yang ada di dalam bis itu.


Jaga dulu jarak kita


Jika tak ingin akhirnya


Kau menangis lagi


Jangan terlalu kau dekat


Jangan buat terikat


Coba kau rasakan lagi


Mungkin kau dapat perannya


Tapi hanya sebagai


Jangan minta jatuh cinta


Luka lamaku juga belum reda


Beri dulu aku waktu untuk


Sembuh sendirinya


Jangan minta jatuh cinta


Sakit sebelumnya masih kurasa


Beri waktu hingga aku mampu


Lupakan semua


Jangan terlalu kau dekat


Jangan buat terikat


Coba kau rasakan lagi


Mungkin kau dapat perannya


Tapi hanya sebagai


Lagu tanpa tergesa mengakhiri perjalan mereka menuju tempat camping.


Satu persatu mulai keluar dan menikmati sejuknya udara di temoat itu.Terlihat lapangan luas yang disebelah kanan terdapat mata air dengan batu-batu besar dan di sebelah kiri terdapat tanaman teh yang aroma khas teh bisa tercium oleh indra orang-orang yang berkunjung kesana.Sedangkan di bagian tengah tempat mereka mendirikan tenda dan api unggun.


Setiap tim mulai mendirikan tendanya masing-masing sebagai tempat tidur mereka di malam hati nanti.


"Gue bantu sa"ucap Satria yang tiba-tiba datang mengejutkan Allysa.


"Gue ga butuh"jawab Allysa yang langsung pergi ke arah berlawan dengan Satria.


Devina yang melihat Satria langsung menyuruhnya pergi hingga waktu yang pas tiba Satria bisa menjelaskan ke Allysa tentang masa lalu yang belun sempat Satria jelaskan.


Di sisi lain, Angkasa melihat kejadian itu langsung menghampiri Allysa.


"Biar gue"ucap Angkasa dengan sikapnya yang kembali seperti semula dalam artian'cuek'.


Satria langsung menghampiri Angkasa dan langsung menonjok pipi Angkasa dan membuat keributan.


"Bug bug"suara pukulan terdengar keras hingga membuat orang-orang mulai menghampiri mereka.


"Cukup Angkasa Satria"ucap Allysa yang membuat keduanya menoleh secara bersamaan ke arah Allysa.


Allysa terlihat sedang menahan amarah dan rasa ingin menangis, raut wajah seperti itulah yang dilihat Angkasa.Tak tega melihatnya, Angkasa langsung berlari ke arah Allysa dan memeluk Allysa dengan erat.


Allysa menangis sejadi-jadinya di pelukan Angkasa.Satria yang melihatnya langsung lemas dan merasa tak ada harapan.


"Semua bubar kembali ke tempat kalian masing-masing"ucap Melisa yang terlihat emosi karena Angkasa sedang memeluk erat Allysa.


Devina menghampiri Satria dan menyuruhnya untuk pergi dari sana agar keadaan bisa membaik.Awalnya Satria tidak mau mengikuti arahan Devina hingga akhirnya ia mulai mengalah dengan dirinya sendiri.


"Allysa butuh waktu sat, lo harus paham, jangan buat dia nangis untuk kesekian kalinya lagi karena lo sat"batin Satria yang langsung membalikkan badan meninggalkan tempat itu dan juga Allysa yang masih didalam pelukan Angkasa.


Suasana sudah mulai membaik, Allysa diberikan cokelat panas oleh Devina dan membuat mereka mulai melepaskan pelukan.


"Are you okey sa?"tanya Devina sembari memberikan cokelat panas untuk Allysa.


Allysa menerima gelas yang berisi cokelat panas itu dan mengangguk menjawab pertanyaan Devina.Sedangkan Angkasa melepaskan jaketnya untuk dikenakan ke tubuh Allysa.


Allysa mulai tenangan dan tak terasa waktu begitu cepat.Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 15.00.Allysa meminta izin ke Devina untuk pergi mandi dan membilas wajahnya yang sedikit membengkak karena tangisannya tadi siang.


"Kalau Allysa kenapa-kenapa, gue harap lo bisa telepon gue dev"ucap Angkasa sambil berdiri.


"Gue akan jagain Allysa kok sa, lo tenang aja"jawab Devina yang sudah berdiri membantu Allysa untuk ke toilet.


...*****************...


Allysa sudah selesai membersihkan badannya dan sudah terlihat jauh lebih segar dari sebelumnya.


"Lo kok disini?gue harap lo pergi jauh dari gue"ucap Allysa yang langsung meninggalkan Satria yang sudah berada di depan toilet entah sejaka kapan ia menunggu Allysa.


"Dev, ayo pergi"ajak Allysa


"Sa, lo sama Satria masih ada kesalahpahaman yang belun diselesain, gue harap lo bisa dengerin penjelasan Satria dulu"ucao Devina menatap Allysa sambil memegang tangan Allysa.


"Gue harus denger apa dev, gue udah ga peduli lagi sama dia"ucap Allysa menunjuk Satria yang berada di belakanh Devina dengan raut wajah memohon.


"Sa, gue mohon"ucap Devina sambil memohon ke arah Allysa.


"Gue akan dengerin lo, tapi gue ga jamin apa yang akan terjadi selanjutnya"ucap allysa yang langsung jalan ke kursi yang ada di seberang toilet.


Satria mengikuti arah Allysa dan mengangguk ke arah Devina.Devina hanya menunggu didepan toilet tanpa tau obrolan Allysa dan Satria.


...****************...


...NEXT BAB SELANJUTNYA GAESS...


...JANGAN LUPA LIKE, KOMEN ...


...DAN FOLLOW GAESS...


...THANK YOU...