ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL30



...***********...


Seminggu berlalu dengan cepat.Allysa sudah dinyatakan sembuh dari types.Rasanya ia sangat senang tapi tumpukan jadwal ulangan susulan membuatnya harus bekerja lebih ekstra.


Allysa berjalan menuju kelasnya, namun tak disangka.Orang pertama yang dilihatnya setelah seminggu tidak berangkat sekolah adalah sosok laki-laki yang sudah membuatnya semingguan dirumah.


Angkasa yang baru saja pergi dari ruang osis pun melihat Allysa.Wajahnya yang masih sedikit pucat dan tubuhnya yang kurusan membuat Angkasa tak ingin melihat Allysa yang menderita seperti itu.Mereka berdiam diri di tempat dan saling bertatapan untuk waktu yang lama.


Lalu lalang orang-orang yang hendak menuju ke kelasnya masing-masing tak membuat mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka ke kelas walaupun tatapan orang-orang itu menatap dua sejoli itu diam tak berkutit.Devina yang melihat kejadian itu langsung bertindak dengan mengagetkan Allysa.


Karena kehadiran devinalah yang membuat Angkasa langsung pergi meninggalkan tempat itu.Angkasa melewati Allysa tanpa menyapa ataupun melihat ke arahnya dengan wajahnya yang cuek dan acuh tak acuh.Berbeda dengan Allysa yang masih melihatnya bahkan saat Angkasa hanya melewati dirinya.


"Eh sa, lo kok ga bilang kalau hari ini lo sekolah?"tanya devina agar Allysa tak menatap Angkasa lagi.Devina merasa sangat kesal dengan sikap Angkasa.Ia bukan ingin menjauhkan Allysa dengan Angkasa hanya saja devina ingin Allysa memikirkan hal baik karena ia baru saja sembuh.


"Kebiasaan lo dev, jangan suka ngagetin gitu kali dev"jawab Allysa menatap temannya itu.


"Iya maaf deh sa, lo tadi belum jawab pertanyaan gue sa kenapa lo ga kabarin gue?"tanya devina lagi ke Allysa.


Sambil berjalan ke arah kelas mereka, Allysa menjawab pertanyaan yang belum terjawab.


Ocehan Devina membuat mereka berdua tak sadar kalau mereka sudah berada di kelas mereka.Sorakan penyambutan kembalinya Allysa terdengar keras.Allysa benar-benar tidak menyangka kalau akan di kejutkan oleh teman sekelasnya.Bahagia sudah jelas dirasakan Allysa hingga tak sadar Allysa meneteskan air mata.


"Ihh Allysa kok nangis"ucap Sania sembari berjalan ke arah Allysa dan memeluknya.


"Gue kan dah bilang dia ga suka digituin, lo semua ga percaya sama gue"teriak haris dari pojok sudut kelas mereka.


"Lo tu ribut mulu bisanya ris."Allysa jangan nangis dong, kitanya jadi sedih"ucap Bella yang juga memeluk Allysa.


"Gue terharu sama kalian...kalian kok bisa so sweet gini si...Padahal gue baru pindah tapi kalian baik banget sama gue,hiksss"ucap Allysa yang sudah menangis dan memeluk erat teman-temannya itu.


"Ahhh lysaaaa, don't cry again baby"cerocoh Bani sembari membuang kertas-kertas kecil yang sudah disiapkan di kardus yang dibawa olehnya.


Mereka semua saling berpelukan dan saling menyanyi riang welcome to Allysa versi kelas mereka.Saking bahagianya kelas mereka seperti kapal pecah.Meja kursi sudah tak beraturan.Lantai dipenuhi dengan kertas kecil yang berhamburan.Papan tulis pun menjadi sasaran mereka dicoret ke seluruh bagian papan tulis.


Tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan kehadiran wali kelas mereka.Tapi beruntungnya, Pak Agus adalah wali kelas mereka karena itu mereka tidak dihukum dan hanya disuruh membersihkan kelas saja.


"Pak agus the best dehh"ucap seseorang di pojok belakang dan disaut oleh teman-teman laninnya.


"Pak Agus makin tampan deh"ucap sania sembari menyalami wali kelasnya.


"Kalau gini sekalian jamkos aja pak"ucap Haris yang mulutnya nyosor begitu saja.


Pak agus yang mendengarnya langsung menantap tajam ke arah Haris dan membuatnya langsung meminta maaf ke Pak Agus.Tapi justru suasana dan keberadaan Haris seperti ini yang membuat kelas semakin mengasyikkan.


"Allysa kamu langsung ke perpus saja, kamu harus mengikuti susulan kan?"ucap pak agus kepada Allysa.


"Iya pak, saya mau ambil alat tulis dulu"jawab Allysa.


Mulut Haris tiba-tiba nyerocos lagi"Ga bisa gitu dong pak, kita kan gini karena Allysa"teriaknya.


Mendengar itu Sania langsung memukul punggung Haris dengan sangat kencang menggunakan sapu yang ada ditangannya.


"Duh, sakit kali gue"ucap Haris sembari memegang punggungnya yang kesakitan.


"Makanya kalau punya mulut jangan asal ngomong"jawab Sania melototkan kedua matanya ke arah Haris.


"Udah-udah kenapa kalian jadi ribut, lanjutkan bersih-bersihnya kalau sampai pembelajaran selanjutnya kelas ini belun bersih bapak akan kasih tugas tambahan buat kalian"ucap Pak Agus.


*******************


Hari ini Allysa benar-benar bisa lega.Tak terasa waktu berlalu dengan cepat Allysa bisa mengakhiri semua ujian susulannya.Ia juga tak sadar bahwa sudah lama ia tak bertemu Angkasa.Bukan ga ketemu juga cuma agak ga sesering biasanya.Rasanya Allysa jauh merasa lebih baik.Hatinya pikirannya sudah bisa ia kontrol lagi.Kalau ditanya tentang Angkasa ia masih ragu dengan jawabannya.Lagi-lagi Devina mengagetkan Allyaa yang sedang bengong menatap ke arah jendela kelas mereka.


"Sa gue liat pr fisikanya dong, tadi malem ketiduran gue"


"Dev bisa ga kalau ga ngagetin gitu"kata Allysa sambil meremas tangannya sendiri.


"Allysaaaa, bisa ga kalau ga ngelamun terus"balas Devina.


"Maaf deh, yaudah gue contekin tugas gue tapi jangan copas doang, lo harus pakai bahasa lo sendiri"


"Iya Allysa Jaya Mangunkusumo anaknya bapak...."jawab Devina sambil mengingat nama papanya Allysa.


"Yaelah ga usah dipikirin deh, mending lo kerjain prnya"jawab allysa terkekeh dan menggelengkan kepala karena temannya itu.


Sambil memainkan handphonenya Allysa melihat instagram miliknya.Rasanya sudah lama ia tak memainkan instagramnya.


"Selamat pagi anak-anak"Pak Agus masuk dan seketika Allysa langsung menaruh handphonenya ke laci mejanya.


"Pagi pak"jawab seluruh penghuni kelas itu.


"Kalian akan punya teman kelas baru, sini nak perkenalkan namamu"


Laki-laki dengan seragam khas sekolah lamanya dan tas hitam yang dicantolkan di bahu kanannya seketika membuat murid perempuan histeris teriak.Mereka sangat terkagum-kagum dengan ketampanan laki-laki itu.Tapi berbeda dengan Allysa.


Allysa yang melihat laki-laki itu justru ketakutan dan tak ingin melihatnya.Rasanya ia ingin terbang bebas pergi dari laki-laki itu.


"Nama gue Satria Alzam Amani, panggil gue satria, gue dari sma merdeka"


Satria melihat dengan jelas kalau perempuan yang berada di pojokan itu adalah Allysa.Seketika satria tersenyum miris.Tatapan dan senyum nya itu malah justru membuat seisi kelas semakin menjadi-jadi memuji ketampanan Satria.


"Kamu duduk disebelah Haris saja"ucap Pak agus mempersilahkan Satria untuk duduk.


Satria berjalan dengan tetap memandangi Allysa walaupun banyak perempuan yang mengajaknya berkenalan ia hanya mengacuhkan saja.


"Sa lo kenal sama sepupu gye?"tanya Devina yang kebingungan karena sedari tadi satria selalu melihat Allysa.


"Satria sepupu lo?"tanya Allysa yang sekarang malah membuatnya semakin cemas.


"Iya, dia yang waktu itu gue suruh buat nemenin lo main di taman hiburan"jawab Devina menatap Allysa


"Dev gimana ini"ucap Allysa yang semakin membuat Devina kebingungan dan penasaran".


"Lo ceritain ke gue biar nantinya gue bantuin lo gampang"


"Nanti pas istirahat gue akan ceritain semuanya ke lo"jawab Allysa dengan raut wajah ketakutan.


Devina yang melihat temannya itu hanya bisa mengangguk dan menepuk pundak Allysa agar lebih tenang.


Di sisi lain, satria melihat Allysa dengan senyuman kegembiraan.


...*****************...