ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL23



"Berbohong adalah hal salah yang tidak boleh dilakukan tapi adakalanya di waktu tertentu  berbohong adalah hal yang terbaik untuk dilakukan.


...***********************...


Pagi pagi buta Angkasa sudah berada disekolahnya membela diri untuk bangun sebelum subuh hanya untuk bertemu Allysa saja.Semalamam ia tidak bisa tidur memikirkan perempuan itu.Entah, perasaannya dari kemaren merasa tidak karuan ditambah lagi ia harus membuat acara ini menjadi sukses kalau tidak bagaimana nasib organisasi yang menjadi tanggung jawabnya.


"Tap tap tap"Angkasa sangat yakin suara langkah kaki itu adalah suara langkah kaki milik perempuan yang sedang ia tunggu karena rasa khawatir dan perasaan bersalahnya.Benar saja dugaannya, Allysa datang di pagi buta yang sekarang ini sedang menatap Angkasa dengan perasaan takut, resah, dan tidak nyaman.Sungguh ia tidak berharap bertemu Angkasa apalagi dengan semua percakapan yang ia dengar semalam yang membuatnya jatuh pingsan.Tapi mau gimana lagi, Allysa jelas sudah tau bahwa mau pergi kemanapun sampai ke ujung dunia pasti Angkasa akan selalu mengejarnya.Bagaimana tidak coba, kemaren aja sosok itu datang kerumahnya tanpa rasa takut sedikitpun menemui Allysa walaupun engga ketemu juga tapi tetap saja membuat Allysa risih.


Allysa benar-benar tidak mengerti perasaannya sekarang ini.Ia sendiri tidak tau apakah ia menyukai Angkasa atau hanya sekedar ingin berteman dengannya saja.Rasa senang, nyaman dan selalu deg deg an memang selalu dirasakan Allysa jika bertemu dengan Angkasa tapi tetap saja ia sendiri masih dalam keadaan bingung dengan perasaannya.Takut dengan masa lalu yang ia rasakan akan hadir lagi jika benih-benih itu timbul.Rasa kepercayaannya tentang cinta sudah hilang karena sosok laki-laki yang sangat ia sesali karena mencintainya.


Raut wajah Angkasa saat ini seperti sedang kasmaran saja, dengan raut yang biasanya cuek datar seketika sekarang berubah.Terlihat tampan dengan sedikit sifat angkuhnya yang terkesan cool.Kalau dibayangkan wajahnya mirip sekali dengan Yesaya Abraham tingginya pun sebelas dua belas lah.


"Lysa"panggil Angkasa menghampirinya.


Allysa yang melihat Angkasa menghampirinya pun kabur darinya.Kakinya tiba-tiba saja mengajak pemiliknya untuk segera berlari seperti anak kecil yang mengejar penjual es krim kesayangannya.Diam seribu bahasa, itulah yang terjadi pada Angkasa.Ia masih mengolah otaknya untuk berpikir apa yang membuat Allysa menjauhinya.Mau dipikir berapa kalipun ia juga tidak akan paham apa salahnya, dengan sedikit keterlambatannya, Angkasa segera menyusuli Allysa.


Angkasa mencari kesana kemari tapi tidak ditemukan batang hidung perempuan itu.Untuk kesekian kalinya Angkasa mendesah pada dirinya sendiri.Ia benar-benar tidak tau apa kesalahannya, yang saat ini ia pikirkan hanya mencari perempuan itu dan meminta jawaban dari semua pertanyaannya.


...*********************...


"Huh untung aja, kalau telat dikit pasti Angkasa berhasil ngejar gue".ucap Allysa pada dirinya sendiri.


"Sa"panggil Bryan yang tiba-tiba datang entah darimana.


"Lo kenapa si, habis lihat setan?"tanya Bryan karena melihat Allysa yang ngos ngosan kehabisan napas.


"Ihihihi, habis ketemu maling malah"jawab Allysa


"Malingnya mana sa, entar gue bantu ngejar tu maling" sambil melongok kebelakang Allysa.


"Allysaaaa, lain kali kalau bercanda jangan kelewatan deh, udah keburu takut sendiri gue, tapi tenang aja suatu saat gue kerjain lo balik baru tau rasa lo sa"jawab Bryan dengan tampang seperti mengancam.


"Maaf deh, jangan marah lagi ya bang"sambil memohon ke Bryan.


"Iya gue maafin kok, gue juga ga benar-benar ngancem lo kok, ehhh bentar deh, tadi lo panggil gue apa?"tanyanya kebingungan.


"Bang singkatannya......Bryan ngeselin, good bye"jawab Allysa sambil berlari meninggalkan Bryan yang raut wajahnya sedikit geram dengan Allysa.


...*****************...


Larilah Allysa menuju kelasnya untuk menaruh tasnya lalu segera ke lapangan.Merasa tidak enak saja karena kemaren Allysa tidak membantu teman organisasinya untuk menyiapakan acara yang ditunggu tunggu hari ini.Sedangkan teman-teman kelasnya menyiapkan stand lomba terunik.Jadi acara kali ini tidak hanya menyangkut osis saja tetapi juga seluruh murid SMA N 8.Hal ini untuk memeringati hari ulang tahun sekolah mereka.Kalau anak osis sendiri menyiapkan hiburan ditengah lapangan mereka seperti pensi yang disediakan perwakilan kelas.Setiap kelas bisa menyiapkan pertunjukkan musik, menari, maupun seni lainnya.Sedangkan setiap kelasnya harus membuat suatu lomba tapi lomba itu harus unik dan pemain lombanya harus murid kelas itu sendiri.


Semuanya berjalan dengan sempurna, begitu juga dengan rencana Allysa untuk tidak berurusan lagi dengan Angkasa.Hari ini Allysa sama sekali tidak bertemu Angkasa selain tadi pagi.Walaupun begitu Allysa tidak terlalu yakin kalau nantinya ia tidak bertemu Angkasa.Gimana tidak, baru saja Allysa kegirangan karena tidak bertemu Angkasa sekarang Angkasa malah sudah ada dihadapannya.Angkasa segera menarik tangan Allysa dan membawanya ke kantin sekolahnya.Angkasa sangat paham kalau sekolahnya mengadakan acara yang menyangkut seluruh murid SMAN 8 pasti kantin dalam keadaan tidak rame seperti biasanya.


"Sa tolong lepasin gue, gue mau kekelas"minta Allysa pada Angkasa.


"Gue mau ngomong sama lo sebentar doang, ga boleh?"tanya Angkasa dengan wajah yang penuh pertanyaan.


"Tapi jangan narik-narik tangan gue sa, tangan gue sakit"minta Allysa pada Angkasa dengan raut wajah kesakitan.


Angkasa melepas tangan milik Allysa.Ia merasa bersalah membuat perempuan itu meringis kesakitan akibat ulahnya.Semua itu ia lakukan bukan tanpa sebab, Angkasa sungguh ingin menanyakan banyak hal dengan Allysa.


"Maaf lysa gue ga bermaksud nyakitin lo"ucap Angkasa dengan menatap mata Allysa lekat-lekat.


"Gue maafin lo kok, eh sa lo dipanggil Bryan tu, dia nunjuk-nunjuk lo tu.ucap Allysa berbohong.


Angkasa pun hanya percaya saja dengan Allysa.Ia segera membalikkan badannya untuk melihat ke arah yang ditunjuk Allysa.Allysa segera kabur dari Angkasa sebelum Angkasa melihat kearahnya.