ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL18



"Untuk seseorang yang berarti hal yang tidak mungkin menjadi sebuah kemungkinan"


...*****************...


Di ruang osis sekarang ini sudah dipadati oleh anak-anak osis, mereka sedang berdiskusi dan segera melakukan tugas mereka masing-masing begitu juga dengan Allysa yang bertugas mengurus perlengkapan karena tugas ia dari awal sebagai sie perlengkapan bersama dengan Bryan dan Angkasa.


Kali ini keadaan tidak hening seperti biasanya, Bryan selalu membuat suasana menjadi lebih ceria.Dia juga ternyata suka ngelawak walaupun kadang suka garing tapi tetap saja mampu mengubah suasana jadi lebih baik kayak penyihir profesional tapi kali ini penyihirnya tampan pake banget, ga hanya itu aja, dia  banyak poin plusnya percaya deh.


Dia juga merupakan salah satu anak basket yang terkenal dengan kemampuan yang tak terkalahkannya dan yang paling luar biasanya, ia juga merupakan paralel satu SMAN 8, mau sepintar apapun murid SmAN 8 kayaknya ga bakal ada yang bisa nandingi kepintarannya apalagi Allysa yang hanya masuk sepuluh paralel itupun karena faktor yang diatas membantunya mempermudahya mendapatakan nilai yang bagus.Betapa perfectnya dehh sosok Bryan itu.Allysapun kagum padanya apalagi cewek-cewek SMAN 8 pada tergila-gila hanya dengan melihat Bryan.


Perpaduan dari tim sie perlengkapan sangatlah sempurna, ada Allysa yang selalu punya konsep tempat yang menurut mereka berdua sangat kreatif, kalau Angkasa ia mampu mengambil keputusan yang sangat tepat dan pastinya ia selalu akan bertanggung jawab atas apa yang ia ucapkan, sedangkan kalau Bryan ia selalu bisa menyatukan ide yang dituturkan Allysa menjadi jauh jauh lebih perfect dan pastinya akan menjadi tempat sempurna yang akan menarik perhatian banyak orang, ga hanya itu juga si, kalau ada Bryan kan Allysa dan Angkasa ga kecanggungan untuk saling berbicara.


Memang butuh beberapa kali pendapat hingga akhirnya mereka menyetujui konsep terakhir yang dituturkan Allysa ditambah dengan bubuk-bubuk kecil konsep milik Bryan.Segeralah mereka bersiap untuk menyiapkan perlengkapan untuk acara yang akan diadakan tiga hari lagi.


Supaya lebih cepat, mereka membaginya menjadi dua kelompok, kelompok pertama Allysa dan siapa lagi kalau bukan sama Angkasa, dan sisanya masuk ke kelompok dua yang pastinya hanya ada satu orang saja yang ada disana, yaapp hanya bryan sendirian karena sie perlengkapan hanya tiga orang udah otomatis ada yang berkerja sendirian.


Angkasa saat pembagian kelompok melakukan hal yang tidak boleh dicontoh apalagi kalau bukan curang.Seharusnya Bryan yang sama Allysa karena ketika hompimpa Allysa dan Bryan sama-sama mendapat tiga poin sedangkan Angkasa hanya dua poin tapi karena ia ingin bersama Allysa, ia menggunakan berbagai cara curang tanpa Allysa tau dan hanya Bryan saja yang tau kecurangan Angkasa.Bryan yang tau pun hanya terkekeh ke Angkasa dan menepuk pundaknya dengan sangat keras yang membuat Angkasa merasakan kesakitan sedikit.


Menujulah mereka ke tempat yang sudah mereka rencanakan sewaktu tadi berdiskusi dengan Bryan.Tempat yang akan mereka kunjungi adalah tempat persewaan panggung beserta perabotan lainnya untuk mereka sewa sewaktu acara osis yang sedang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.


Diskusilah Allysa dan angkasa dengan pemiliknya, mereka saling tawar menawar harga agar estimasi dana yang keluar bisa lebih murah, namun setelah perdebatan sekian panjangnya seperti sedang mengantri hanya untuk mendapat tiket konser paling depan aja, bapak persewaannya mengecewakan harapan mereka.Eitsss tapi tunggu dulu, bukan Allysa namanya kalau mudah menyerah, sewaktu Angkasa keluar dari gerbang rumah tempat persewaan Allysa membujuk dengan rayuan khasnya, entahlah kata-kata manisnya mampu membuat bapak itu menyetujui untuk memberi mereka diskon.


Angkasa yang akhirnya tau bapak persewaannya menyetujui karena Allysa, ia langsung memberikan dua jempol untuk Allysa.Allysa yang melihatnya mengulurkan tangannya untuk high five dengan Angkasa karena rayuan manisnya mampu mengubah hal yang tidak terjadi menjadi terjadi.Kali ini Angkasa tidak menghiraukan ajakan high five Allysa, dengan senyuman ikhlasnya ia berikan kepada Allysa.


Mereka segera mengurus pembayarannya dan menuju ke sebuah Toko Bears, toko dekorasi dengan banyak sekali perlengkapan dekorasi yang terbilang sangat lengkap bahkan mempunyai model yang berbeda beda dis etiap item.Allysa yang baru pertama kali ketempat itu cukup kaget, gimana engga disana sangat ramai apalagi para remaja saling berdatangan dengan tergesa-gesa.Allysa menatap bingung mereka tapi akhirnya ia tau mengapa toko itu sangat ramai, pertama karena toko itu sedang mengadakan bazar dan diskon besar-besaran, bayangin dehh masa didiskon empat puluh persen.


"Apa ga rugi tu toko"gumam Allysa.


"Eh sa gue duluan ya"sambil ikutan berlari seperti yang dilakukan para remaja disana.


Angkasa dengan cepat mengikuti Allysa dari belakang.Tak disangka Angkasa kalau allysa sedang mengantri untuk mendapatkan item BTS yang limited edition itu.Angkasa yang melihatnya ingin tertawa terbahak-bahak karena ga nyangka sosok Allysa menyukai BTS tapi ia urungkan karena malu juga entar dikira orang ganteng ganteng crazy lagi.


Angkasa hanya melihatnya dari jarak yang tidak terlalu jauh.Melihat Allysa yang merayu rayu orang yang ada didepannya untuk membiarkan Allysa menggantikan posisinya membuat Angkasa tak bisa diam saja, segeralah ia menyusul Allysa dan dengan hebatnya Angkasa mampu mendapat antrian paling depan.Allysa keheranan karena para remaja itu justru ketika melihat Angkasa dan Angkasa memintanya untuk menggantikan posisinya malah mau mau aja.


"Tu orang pakai pelet apa si?"tanya Allysa pada dirinya sendiri.


Angkasa yang sudah mendapatkan item itu langsung menuju ke Allysa yang sedang mengantri dan menarik tangannya lalu memberikan item itu kepada Allysa.Spontan Allysa kaget melihat tingkat Angkasa, Allysa sendiri bingung sebenarnya Angkasa sosok seperti apa, sikapnya selalu berubah ubah menurut Allysa.


"Nii"sambil memberikan item botol bergambar BTS dan bonusnya gambar polaroid setiap anggota BTS.


"Makasih banyak sa, gue terharu nii"sambil memberikan senyumannya.


"Hmmm, lo suka BTS?"


"Engga sii, Dina yang suka makanya tau itu item BTS langsung gue beliin, dia pasti seneng pake banget"


"Ohh"


Allysa dan Angkasa melanjutnya tujuan mereka berdua ke toko itu, saking banyaknya barang barang yang lucu membuat Allysa ingin memborongnya tapi karena ini untuk acara sekolah mereka Allysa tidak bisa melakukannya ia hanya bisa memilih barang yang akan mereka beli sesuai kebutuhan dan pastinya yang harganya murah.


Diambilah kertas yang ada di tas milik Allysa yang berisikan list yang akan mereka beli, Allysa mengajak Angkasa untuk membagi tugas agar mereka bisa segera pulang dan Angkasa menyetujui saja keinginan Allysa.Segeralah mereka mencari barang sendiri sendiri hingga mereka pun selesai dengan tugas mereka.


Mereka berjalan bersama untuk menuju kasir, namun kedua bola mata Allysa tiba-tiba melihat sebuah kotak yang ukurannya tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil, desain kotak itu mampu menyulap Allysa, ia mendekati benda itu yaa ternyata kotak itu adalah sebuah kotak musik berwarna cokelat pastel dengan lima kuda poninya.Suara lantunan lagu itu sangat indah dengan kuda kudanya yang saling bergerak mengelilingi dua insan yang sedang saling berpelukan.Lama Allysa menatap kotak musik itu membuat Angkasa paham apa yang dirasakan gadis yang ada didepannya itu.