ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL1



^^^"Awal tak terduga yang tak diinginkan"^^^


"Tentang siapa yang datang menjadi awal bagian separuh jiwamu"


...************************...


"Kkkkkrrriiiiiiiinnnggggg" bunyi alarm milik laki-laki berkulit putih dengan tinggi 170 cm dengan rambut yang masih dalam keadaan acak-acakan.Hidung mancung dengan alis berwarna hitam kecokelattan membuatnya terlihat cool di pagi hari.


"Huaaaaaa, kenapa fajar datang sangat cepat", yaaa itu salah satu kalimat yang selalu diucapkan sosok laki-laki bernama Bagas Angkasa.Ia pun segera mematikan alarm miliknya dan segera bergegas untuk solat subuh lalu mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah.Tak butuh lama Angkasa menyelesaikan rutinitas yang setiap paginya selalu ia lakukan.Angkasa bisa diibaratkan seperti pekerja kantoran yang selalu berangkat pulang diatur jamnya dan selalu harus cepat dalam melakukan segala hal.Ia juga bukan salah satu kaum rebahan, ia paling tidak suka kalau hanya dirumah, tidur, makan, nonton tv karena tubuhnya akan terasa sakit pegal serta nyeri kalau ia tidak beraktivitas.


"Angkasa cepat kebawah, sarapan dulu nanti kamu sakit" ucap perempuan berusia 40 tahun, sosok yang paling Angkasa cintai didunia ini dan sosok yang akan selalu ada disampingnya dan sosok yang tidak akan pernah mengecewakannya.Sosok itu ibu Angkasa, Angkasa sangat mirip dengan ibunya tidak hanya hidung dan alisnya saja tetapu karakter mereka disaat situasi tidak terduga, ibu dan anaknya itu pasti mengerutkan dahi sambil berpikir apa yang harus dilakukan.Yaaa benar sekali kata pepatah yang mengatakan"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya".


"Iya bu" balas Angkasa sambil teriak dan bergegas memasukkan buku kedalam tas lalu turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.


"Gimana sekolahnya, lancar?"tanya ibunya kepada Angkasa


"Lancar bu, kenapa bu? tumben ibu nanya tentang sekolah Angkasa, biasanya ibu selalu nanya, gimanaaaa kamu udah baik-bauk aja?masih sering mimpi tentang kejadian itu?".Jawab Angkasa sambil terkekeh melihat raut wajah ibunya itu.


"Yaudah sarapan dulu aja, semuanya udah ditakdirkan sama yang diatas, jadi kamu jangan merasa bersalah terus dan harus terus jalani hidup kamu"kata ibu Angkasa.


"Iya iya ibu, ibu pagi-pagi udah bawel, Angkasa berangkat dulu bu"sambil menguyah sisa roti dengan selai cokelat diatasnya.


" Ya udah sana belajar yang giat yaa anak ibu" sambil melambaikan tangan kearah Angkasa begitu juga sang ayah.


Angkasa merupakan anak satu-satunya keluarga Heri, sebenarnya Angkasa punya adik tapi karena sebuah kejadian tragis itu, semesta mengambil paksa adik kesangannya itu, gadis kecil dengan rambut kucir menggunakan pita merah kesayangannya dan gaun merah selutut dengan wajah polos tak berdosa dan senyum termanisnya masih teringat jelas dibenak Angkasa.Kejadian yang membuat hatinya terkikis mengingatnya.


...***********************...


Angkasa melihat arloji kesayangannya, waktu menunjukkan pukul 06.30 dan kelas baru akan dimulai jam 07.30.Saat-saat ini adalah saat dimana ia selalu bisa menenangkan dirinya sendiri dengan suasana yang mendukung cahaya mentari yang tak terlalu terik namun masih bisa memancarkan cahaya ke bumi.Tempat kesukaan Angkasa selain ruang osis, perpustakaan, dan ya sekarang ini ia sedang berada di rooftop dengan secangkir kopi hitam dengan caramel diatasnya mampu membuatnya tenang.Tidak lama ia berada di tempat dengan pemandangan kota dan awan abu menutup mentari pagi itu, ia segera turun dan menuju ke ruang osis, tempat ia bekerja sebagai ketua osis tapi terasa nyaman dan mampu membuat waktunya berjalan cepat.


...************************...


Ketika hendak membuka pintu, Angkasa mendengar suara entahlah cewek atau cowok, ia hanya mendengar suara buku jatuh dan segeralah ia menghampiri suara itu.Dilihatnya cewek berambut ikal bagian bawah dengan cepit rambut pita sedang mengambil bukunya yang jatuh dilantai.Seketika cewek itu melihat sepatu kets berwarna hitam dengan tali sepatunya berwarna putih.Cewek itu melihat tubuh seorang cowok yang menurutnya cowok itu terlihat keren walaupun wajahnya jutek.Ia meminta bantuan kepada cowok itu, namun malah ia ditinggal sendirian.


"Aaaa pagi-pagi dah buat orang emosi, hari pertama lagi, kalau bukan hari pertama awas aja tu cowok bakalan gue bikin babak belur"


...************************...


"Selamat pagi anak-anak"kata guru sejarah anak kelas XI ipa 2 sekaligus wali kelas mereka, yaapp namanya Pak Agus Salim, biasanya dipanggil Pak Agus.


"Pagi pak" jawab anak-anak kelas XI ipa 2 dengan serentak


Tak lama Pak Agus memperkenalkan murid baru yang sekarang berada di sebelahnya


"Silahkan nak kamu bisa memperkenalkan diri kamu ke teman-teman barumu"kata Pak Agus kepada murid baru itu


"Baik, terimakasih pak"jawab murid baru itu dengan senyum manisnya.


"Perkenalkan nama saya Allysa Jaya Mangunkusumo, kalian bisa memanggil saya allysa, lysa, atau sa saja, terserah kalian, saya pindahan dari Jakarta, salam kenal semuanya"


Murid-murid cowok langsung menggodanya karena Allysa adalah perempuan cantik namun ketika dia senyum dia sangat manis dengan lesung pipi disebelah kanan.Allysa yang mendengar itu hanya diam saja, karena ia sendiri sangat tidak suka digoda, apalagi cowok-cowok seperti itu, yaaa bukannya suudzon tapi menurutnya cowok-cowok itu cowok yang brengsek, maybe, pikir Allysa.


"Sudah-sudah kalian diam, pagi-pagi sudah ribut saja, Allysa silahkan kamu duduk di sebelah sana"kata Pak Agus


"Baik pak" sambil menunduk Allysa menuju ke kursinya yang berada di baris belakang dekat dengan jendela luar.


Ia melihat sosok laki-laki yang tadi pagi ia temui dan ia geruguti.Yaaa Allysa masih sangat kesal dengan laki-laki itu, ia berharap tidak akan berurusan dengannya.Ia pun tidak lagi menggubris laki-laki yang sekarang ia lihat sedang berada di halaman sekolah.


Selamat membaca teman-teman


Terimakasih bagi yang sudah mau membaca karya saya


Maaf kalau bahasanya kacau


Love💗💖