
"Sekali sudah menganggap buruk selamanya akan dianggap buruk"
...************************...
"Devinaaaa"kata Allysa sambil merengek.
"Kenapa-kenapa al, cerita pelan-pelan biar aku paham"jawab Devina dengan wajah kebingungan.
Allysa pun menjelaskan panjang lebar tinggi kejadian dari kemaren ia bertemu dengan yang namanya Bagas Angkasa.Allysa sudah menceritakan sampai mulutnya berbusa, namun Devina hanya tertawa terbahak-bahak.Hal itu membuat Allysa mutung kepada Devina.
"Ihh Al jangan gitu dong, lucu aja denger cerita kamu, kamu masa ga tau Bagas Angkasa itu siapa?"tanya Devina
"Ga tau tuhh, emang dia siapa, anak konglomerat atau anak pemilik sekolah ini terus dia bersikap seenaknya sendiri gitu"jawab Allysa ketus.
"Sabar kali al, dia itu ketua osis disini, tapi ya emang sii sikapnya cuek jutek gitu"
"Pantes aja"jawab Allysa singkat padat dan jelas yang membuat Devina hanya menggelengkan kepala saja.
Tiba-tiba Bu Raisa guru bahasa indonesia mereka datang kekelas menyapa mereka sekelas dengan gaya bahasa yang kesundaan mampu membuat mereka tertawa tapi mampu membuat mereka diam tak berkutit seketika.Bagaimanapun Bu Raisa termasuk salah satu guru termuda, tidak hanya itu, Bu Raisa adalah guru tercantik dan terkenal dengan sebutan Ms.Beauty Raisa.Seketika candaan itu terhenti karena Bu Raisa sudah menyuruh mereka mengeluarkan buku bahasa indonesia untuk memulai pembelajaran.
...***********************...
Bunyi perut Allysa berbunyi dengan keras membuat Devina tertawa melihatnya.Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin.Disana Devina menawarkan kepada Allysa untuk mencoba mie ayam buatan mbok indah karena mie ayam dimanapun ga ada yang bisa ngalahin rasa mie ayam mbok indah, porsinya juga ga main-main dan harganya sangat terjangkau di kalangan seorang pelajar.Mereka menyantapnya dengan lahap, apalagi Allysa, dia pecinta mie ayam dan benar ucapan Devina kalau mie ayam buatan mbok indah adalah mie ayam terenak yang dia pernah makan walaupun porsinya menurut Allysa sangat banyak buatnya tetapi tidak membuat Allysa berhenti untuk memakannya.Saking enaknya mie ayam mbok indah, Allysa tak sadar disebelahnya ada sosok yang sangat ia harap tidak bertemu dengannya.Yaapp sosok itu Angkasa.Angkasa pun tak menyadari kalau disebelahnya ada perempuan yang membuatnya pernah dengan tidak sengaja rekaman kejadian dengannya terlintas dibenaknya begitu saja tanpa meminta izin pemiliknya untuk menayangkan layaknya film yang tersetel di dalam bioskop.Devina yang tau disebelah Allysa adalah Angkasa langsung mengajak Allysa untuk pergi dan kembali kekelas.Allysa kebingungan segeralah ia melihat kemana arah mata temannya itu.Tak disangka Allysa terkejut melihat orang yang disebelahnya adalah Angkasa.Namun karena Allysa bukan orang yang suka ngalah ia menolak ajakan Devina dan malah mencoba mengusir Angkasa.
"Eheemmm, maaf dehhh, perasaan tuu kursi banyak yang kosong, lo bisa kan pindah?tanya Allysa sambil menunjuk kursi yang kosong.
"Lo nyuruh gue?"jawab Angkasa seperti biasa singkat padat dan jelas.
"Oooo, kalau gitu lo aja yang pindah, ngapain gue kan lo yang ga mau disebelah gue"sambil menghabiskan makanannya.
Tanpa sepatah kata lagi Allysa memutuskan untuk pergi ke kelas karena pasti orang seperti Angkasa tidak akan mengalah dan akan terus mengajaknya untuk berdebat.
...*************************...
Mereka tidak jadi pergi ke kelas dan memutuskan duduk di taman yang letaknya tidak jauh dari lapangan.
"Ehh Al, lo berani banget sama Angkasa?biasanya yang berani ngomong kayak gitu cuma tuu wakil ketua osis" sambil menunjuk ke arah Melliana.
"Ooo itu wakilnya, ya mana gue tau dong dev".
"Gue bangga banget sii punya temen yang berani kayak lo, apalagi berani sama Angkasa, pingin ketawa dehh"jawab Devina sambil menahan agar tidak tertawa.
"Ahhh dev, udah ahh Devina gitu, bye gue mau ke kelas"
"Al, kok ninggalin gue sii, maaff dehh" teriak Devina.
Allysa meninggalkan Devina dan segera disusul Devina yang masih dengan senang hati menggoda Allysa.
...************************...
Sudah saatnya siswa SMAN 8 pulang sekolah, perlahan lahan kelas mulai sepi begitu juga sekolah yang sudah mulai sepi seperti tak berpenghuni.Hari ini tugas Allysa untuk piket kelas, tadinya Devina ingin membantunya, namun karena ia sudah janjian dengan kakaknya, ia pun berpamitan ke Allysa untuk pulang terlebih dahulu.Allysa hanya mengangguk dan mengizinkan Devina untuk pulang terlebih dahulu karena menurutnya keluarga lebih penting daripada apapun.Tak butuh lama Allysa dengan cepat menyelesaikan tugasnya.Allysa yang sudah selesai membersihkan kelas langsung keluar kelas untuk pulang karena pasti adiknya sudah menunggunya karena mereka berencana membelikan hadiah ulang tahun untuk mamanya.