ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL13



"Tidak semua perempuan selalu sama karena hakikatnya manusia punya sifat yang berbeda-beda tergantung orangnya.Lambat laun semuanya akan berubah seiring berjalannya waktu"


...**********************...


Mereka sudah berada di depan rumah Allysa.Allysa langsung turun dari montornya Angkasa dengan wajahnya yang masih sedikit bengkak.


"Emm sa, soal tadi aku minta maaf"ucap Angkasa.


"Iya sa makasih udah mau anterin aku, i'm okey"jawab Allysa.


"Sa, kamu tau rumahku darimana?"tanya Allysa.


"Waktu itu aku ikutin kamu sampai rumah"


"Waktu kita di taman hiburan bareng Devan? kok gue ga liat lo sa, tapi btw makasih sa"


Angkasa tidak menjawab pertanyaan Allysa yang ada hanya mengangguk dan segera menyalakan montornya untuk pulang ke rumah.


Waktu itu Angkasa memang sengaja mengikutinya, ia bukan sosok yang akan meninggalkan seorang gadis pulang malam-malam.Apalagi itu semua karena Angkasa.Ia akan bertanggung jawab dalam keadaan apapun itu.


...*********************...


"Assalamualaikum" sambil melepas sepatu.


"Waalaikumsalam, kamu darimana mama tungguin dari tadi, hp kamu juga mama telepon kok ga diangkat, mama khawatir lho"tanya mama Allysa.


"Maaf ma tadi hp lysa baterainya habis, juga lysa ga bawa powerbank ma, lysa boleh ke kamar ga ma, lysa mau mandi lysa capek ma".


"Yaudah sana mandi, kalau laper mama udah masakin makanan kesukaan kamu, jangan lupa juga solat sa"


"Iya ma lysa ke kamar dulu ma".


Mamanya sebenarnya ingin menanyakan banyak hal tapi karena melihat anaknya yang kelihatan lelah membuatnya mengurungkan niatnya.


Allysa hari ini merasa sangat lelah sekali.Tubuhnya lemas seperti seharian ia dihukum sekolah karena terlambat ditambah tidak membawa tugas yang disuruh oleh guru.Allysa merasa kenyamanan hingga tak sadar ia telah terlelap tidur di kasurnya.


********************


Matahari telah terbit dengan cahaya mentarinya menyinari sebagian bumi ini.Orang-orang telah berlalu lalang dijalan dengan kendaraan milik mereka.Angkasa yang sedang berada dijalan seketika matanya tertuju pada seorang gadis diseberang perempatan jalan.


Ia menghentikan montornya dan melihat apa yang dilakukan gadis itu.Gadis itu adalah Allysa.Ia melihatnya sedang membantu seorang nenek yang sedang membawa banyak barang dan hendak menyebrangi jalan.Angkasa seketika meleleh melihat kejadian itu.


Menurutnya Allysa seperti sosok yang cuek galak gapeduli orang lain, namun ternyata ia salah menganggapnya.Ternyata perempuan tidak semuanya mempunyai sikap jelek.Pikirannya karena kekecewaan yang dialami di masa lalu telah membuatnya hilang akal dan hilang kepercayaan kepada perempuan.Angkasa memang belum sepenuhnya percaya kepada perempuan, namun sudah membuka matanya dan mungkin lambat laun pikirannya benar-benar 100 persen akan terbuka.


Angkasa hanya mengikuti arah tujuan Allysa bersama nenek itu.Allysa benar-benar mengantar nenek itu ke suatu toko kue, yang mana ternyata adalah pemilik toko kue itu.Toko kue itu tidak terlalu besar namun sangat aestetik.Ketika melihat dari depan sudah terlihat jelas kesan-kesan era 80 an.


Nenek itu terlihat tersenyum dan mengajak Allysa untuk masuk kedalam karena rasa berterimakasih pada Allysa.Allysa bukan menolak ajakan sang nenek namun sudah saatnya ia berangkat ke sekolah agar tidak terlambat.


Saat hendak mencari angkot atau taksi, Angkasa sudah berada di sebelah Allysa.Ia menyuruh Allysa ikut dengannya untuk berangkat sekolah karena sudah hampir terlambat.Mau ga mau Allysa berangkat bersama Angkasa.


Selama perjalanan hanya ada rasa hening tapi mereka sangat menikmatinya.Indahnya kota tempat mereka sekarang tinggal sangat sejuk karena angin dingin masih bertiupan menyejukkan orang-orang yang sedang berlalu lalang untuk melakukan aktifitas mereka.


Gerbang hampir saja tertutup, hal itu membuat dua sejoli itu bersyukur dan menghembuskan napas karena kalau telat sedikit pasti mereka sudah terlambat.Allysa menatap sebentar wajah Angkasa, Angkasa terlihat keren saat melepaskan helmnya.


"Sa sekali lagi makasih, kalau ga ada lo gue pasti telat dan sekarang pasti dihukum"


"Hmmm"jawab Angkasa


"Yaudah gue kekelas dulu sa"


"Hmmmm"


Dua kali jawaban yang sama terlontar dari mulut Angkasa, namun itu tidak membuat Allysa bergumam lagi karena sekarang ia mulai sedikit tau karakternya.