ANGKALYSA

ANGKALYSA
Al34



Malam memang sangat dingin tapi tak membuat orang-orang kedinginan.Api unggun yang besar sudah ada ditengah orang-orang begitu juga dengan Allysa dan Devina.Satria duduk disebrang Allysa yang mau tidak mau Allysa akan sering melihat Satria sedangkan Angkasa duduk di sebelah kanan Devina yang mana Allysa duduk di sebelah kiri Devina.Semakin larut bukan membuat mereka semakin takut dan kedinginan justru membuat semakin meriah acaranya.


Ada yang memainkan gitar dan yang lainnya ikut menyanyi.Ada juga yang sambil memainkan handphonennya dan ada juga yang memotong kayu agar apinya tetap hangat.


"Sa ikut gue bentar"ucap Melliana


Angkasa lalu berdiri dan hanya menuruti kemana arah Melliana berjalan.Tak butuh lama mereka sampai di lokasi, melliana mengajak Angkasa ke dekat sungai deras dekat dengan mushola.


"Kenapa ngajakin gue kesini lo kan bisa bilang disana aja, lagian ini juga udah malem ga enak sama yang lain"ucap Angkasa sambil memasukkan kedua tangannya ke saku jaketnya.


"Gue kan mau berdua sama lo emang ga boleh?"tanyanya yang malah membuat Angkasa berkerut.Tiba-tiba saja Melliana menarik tangan Angkasa yang ada di sakunya lalu menggenggamnya.


"Sa kasih kesempatan buat gue bikin lo jatuh cinta sama gue"ucapnya sambil memohon ke Angkasa.


Allysa melihat Angkasa yang sedang bersama Melliana di tepi sungai saat ia hendak pergi ke kamar mandi.Walaupun penerangan disana remang-remang tapi mata Allysa tidak seburuk itu.Allysa hanya diam melihat mereka berdua, ia merasa hanya bisa berdiri disana tanpa bisa menggerakkan badannya.


"Gue ga bisa mel, gue mau cabut"ucap Angkasa ketus dan pada saat yang sama, Angkasa melihat Allysa yang sedang melihat dirinya berbicara dengan Melliana.Angkasa langsung berlari mengejar Allysa yang saat itu masih diam di tempat, baru saat Angkasa berhenti berlari karena hanya tinggal beberapa langkah kaki saja, Allysa justru tersadar segera membalikkan badannya dan berjalan cepat hingga tanpa sadar ia berdiri di tepi jurang dan seketika ia terjatuh.Angkasa yang mengejarnya juga ikut terjatuh karena hanya butuh beberapa detik lagi Angkasa bisa menangkap tangan Allysa tapi Angkasa justru juga ikutan jatuh karena kakinya yang tidak seimbang.


Bergulirlah mereka secara bergantian.Jurangnya memang tidak terlalu curam tapi badan mereka tetap kesakitan terlebih lagi Angkasa yang kakinya tergores ranting kayu dan membuat celananya robek hingga terlihat kakinya yang terluka dan berdarah.


"Allysa lo gapapa kan?"tanya Angkasa yang sedang mengecek keadaan perempuan di depannya itu.Allysa pun hanya mengangguk dan menatap Angkasa


"Syukur deh lo gapapa"Angkasa segera berdiri tapi ia tidak bisa karena kakinya.Allysa yang melihat celana Angkasa robek ia langsung merobek syal yang ia pakai di lehernya lalu membalutkannya ke Angkasa yang sedang duduk.


"Gue gapapa sa"ucap Angkasa ke Allysa.Allysa langsung menatap Angkasa tajam dan melanjutkan untuk membalutkan syalnya ke lutut Angkasa.Angkasa yang melihat raut wajah itu justru sedang menahan tertawa begitu lucunya wajah Allysa saat sedang menatap tajam.


"Kalau dibiarin bakal infeksi, lo tu ketua osis tapi ga bisa jaga diri lo sendiri"dumel Allysa yang langsung duduk di samping Angkasa sambil menekukkan kedua kakinya dan kedua tangannya memeluk erat kakinya.


Angkasa tau sejutek-juteknya cewek sekuat-kuatnya cewek, kebanyakan ga akan kuat dengan dinginnya malam itu.Bayangkan saja suhu disana bagaikan musim salju.Terlebih lagi Allysa tadi memeluk kakinya sendiru Tanpa berpikir lagi,Angkasa melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Allysa.Allysa sontak kaget


"Lo mau ngapain"ucapnya sambil menjauhi Angkasa.Untuk kedua kalinya Angkasa tertawa tapi kali ini tidak ia tahan.


"Sekarang ngapain lo ketawa, emang lucu, engga kan"ucap Allysa dengan jutek dan kedua tangannya menggepal ke arah Angkasa seperti ingin meninjunya.


"Emang dasar Allysa, juteknya dikurangin jadi ga mikir yang negatif"Angkasa melemparkan jaketnya dan ditangkap oleh Allysa.


"Ya maaf kali, lagian ini juga udah malem maklum otak suka lowbat"ucap Allysa sambil memakaikan jaket Angkasa ke tubuhnya.Angkasa pun hanya bisa tertawa lagi.


"Lo tu dari tadi ketawa mulu ga capek apa"ucap allysa keheranan.


Angkasa yang mendengar ucapan Allysa hanya bisa diam dan mengeluarkan hp miliknya dan berencana untuk menelepon yang lain bahwa ia dan Allysa berada di jurang.


Sementara diatas sana orang-orang masih pada asiknya menikmati acara api unggun tak terkecuali Satria yang sudah cemas sedari tadi Allysa tidak balik juga.Satria menghampiri sepupunya itu dan mengajaknya keluar dari zona api unggun.


"Allysa ga balik-balik, lo yakin dia gapapa dev?"tanyanya dengan penuh kecemasan.


"Ataughfirullah, gue sampe lupa, mending sekarang kita coba susul Allysa deh ke kamar mandi, gue takut dia nyasar atau malah pingsan di jalan"ucap Devina


"Devinaaa, yaudah dah cari dulu aja semoga Allysa gapapa, kalau Allysa kenapa-kenapa gue ga bisa maafin diri gue lagi"ucap Satria untuk dirinya sendiri.


...*****...


"Cari sinyal lah sa, ngapain lagi coba, emangnya lo mau disini terus sama gue"ucap Angkasa sambil tertawa.


Allysa hanya cemberut dan memalingkan wajahnya dari Angkasa.Tak butuh lama Angkasa mulai duduk kembali di sebelah Allysa.


"Ga ada sinyal, gimana kita bisa naik ke atas coba"ucap Angkasa frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


"Yaudah tunggu aja, gue yakin devina bakal nyariin gue, tenang aja ga usah ribet deh sa"ucap Allysa sambil mengeratkan jaket yang diberi Angkasa karena semakin malam semakin dingin.


"Hmmmm, sa gue boleh nanya sesuatu?"tanya Angkasa menatap lekat Allysa dan Allysa pun melihatnya juga.Sekarang mereka sedang duduk tidak bersebelahan lagi tetapi duduk saling menatap.


"Kalau mau nanya-nanya aja kali"ucap Allysa dengan raut wajah bingungnya.


Angkasapun memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Allysa agar rasa penasarannya berkurang.


"Lo kenal Satria?karena gue lihat dia selalu ngelihatin lo dan gue rasa lo sama dia udah kenal jauh sebelum lo pindah ke SMA gue"ucap Angkasa.


Allysa sebenarnya sangat malas untuk membahas Satria tapi sekarang semuanya sudah jelas.Bukannya juga manusia harus saling memaafkan dan juga Allysa merasa bersalah juga karena ia tidak mendengarkan penjelasan Satria tetapi ia malah pergi begitu saja.


"Hmmmm, gue sama Satria satu sekolah dulu, gue deket sama dia dan suatu hari gue ga sengaja kepergokin dia kalau dia cuma jadiin gue taruhan dia sama temennya aja but semuanya udah jelas dan gue juga harua berdamai sama masa lalu kan"ucap Allysa menatap ke arah bintang sambil tersenyum dengan kakinya yang ia rapatkan.


"Sa, lo percaya kan sehabis hujan terbitlah pelangi?"tanya Angkasa yang justru membuat Allysa menatapnya kebingungan.


"Allysa Allysa, maksud gue lo harus buka hati buat yang lain, ga semua cowok sebuaya itu dan ga semua cowok sebaik itu juga, but ketika lo percaya dengan orang itu kemungkinan 90% orang itu juga ga akan nyakitin dan ngehancurin kepercayaan lo itu"ucap Angkasa yang sudah berada didepan Allysa.


"Terus maksud lo apa Angkasaa!!"tegas Allysa.


"Gueeee"Angkasa memberi jeda untuk melanjutkan ucapannya.


"Gue suka sama lo dan gue harap lo juga bakal buka hatj lo buat gue sa"ucap Angkasa dan diakhiri helaan napas.


Allysa yang saat itu mendengar ucapan Angkasa kaget tapi ia sendiri sudah tau hal itu akan terjadi, Angkasa akan mengatakannya langsung padanya.


"Sa..."panggil Allysa.


"Gue bakal nunggu lo sa, gue siap untuk lo"ucap Angkasa menyakinkan Allysa.


"Lo ga perlu nunggu gue karenaaa.....gue akan nerima hari lo"ucap Allysa tersenyum ke arah Angkasa.


Gimana nihhh Angkasa sama Allysa udah jadian


Emang dasar Angkasa telat banget siii


Nexttt yaaa


Jangan lupa vote dan pastinya follow author


Author akan sangat berterimakasihh


💗💗💗