ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL3



^^^"Bertemunya kembali menjadi awal kisah dimulai"^^^


...************************...


Sudah kebiasaan seorang Angkasa ketika bel berbunyi langsung menuju ruang yang tidak terlalu besar namun membuatnya merasakan kenyaman dan kelelahan.Tempat ia menghabiskan waktunya disekolah.Tempat untuk melupakan segalanya dan berfokus pada apa yang seharusnya ia kerjakan.Baru beberapa menit Angkasa berada di ruang itu, Melliana datang menghampirinya seperti seorang kekasih yang menghampiri pasangannya untuk bertemu dan bercanda tawa dengan pasangannya.Entahlah, menurut Angkasa, Melliana selalu datang ke ruang osis, emang benar sii kalau dia pasangannya Angkasa tapi itu didalam organisasi bukan diluar organisasi.Dia selalu datang yang membuat Angkasa merasa risih.Kerisihan Angkasa baru bermula saat ia sedang hendak ke ruang osis dan mendengar orang-orang membicarakannya dengan Melliana.Angkasa paling anti kalau jadi bahan omongan, karena itu sebenarnya ia malas berurusan dengan Melliana tapi ia adalah seorang ketua osis udah tugas dia dan tentunya dibantu oleh wakilnya.


"Sa, besok hari pendaftaran anggota baru jadi lo yang harus jaga didepan"kata Meliana sang wakil osis.


"Kenapa gue, lo kan bisa, tugas gue ngatur anggota gue, paham"jawab Angkasa.


"Lo ketua osis udah seharusnya lo yang jaga paling engga hari pertama, paham Bagas Angkasa"jawab Meliana dengan tegas.


Yaappp kalau Angkasa udah kesal kebiasaan buruknya selalu meninggalkan orang yang membuatnya kesal.Ia hanya berjalan tanpa arah meninggalkan Melliana diruang osis sendirian.Jam sudah menunjukkan pukul 17.30, dengan moodnya sekarang ia memustuskan untuk pulang agar segera ia merebahkan tubuhnya dan melupakan semua yang terjadi tentang hari ini untuk kembali di hari esok, hari yang entah akan seperti apa.


...*************************...


"Assalamualaikum bu, Angkasa pulang"sambil menyalimi ibunya yang sedang duduk di teras sambil membaca majalah.


"Waalaikumsalam, anak ibu kok bau kecut sii, udah sana mandi dulu, habis itu kamu makan, udah ibu siapin makanan kesukaan kamu"kata ibunya sambil menunjuk ke arah dapur.


"Aaaaa ibu baik banget sii, pengertian banget sii sama anak ibu, Angkasa jadi berbunga-bunga bu"sambil wajah sok cute tapi mampu membuat ibunya meleleh.


"Aduhhh anak siapa si"jawab ibunya sambil terkekeh.


Sikap Angkasa memang berbeda kalau ia sedang bersama ibunya, ibunya adalah salah satu sosok yang harus Angkasa lindungi, cintai, dan pastinya sosok yang harus ia buat bahagia sampai kapanpun.Angkasa sekarang sedang berada dimeja bundar yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk mereka makan bersama.Tanpa lama Angkasa langsung menghabiskan makanan kesukaannya itu dan segera menuju kamarnya.


Saat ini Angkasa sedang duduk dimeja belajarnya, ia memang sedang melamun tapi itu semua karena ia sedang merasa lelah dan hanya duduk sebentar lalu melanjutkan aktivitas yang sudah seharusnya ia lakukan, entah mengapa, ia mengingat kejadian saat bertemu dengan perempuan yang tadi pagi ia temui dan saat ia diperpus, namun hal itu segera ia tangkas untuk tidak ia pikirkan.Baginya perempuan itu hanya sosok perempuan yang hanya mengandalkan kecantikannya tapi mulutnya tidak seperti wajahnya yang bisa dibilang cantik menurut Angkasa.Ia segera membuka tasnya dan melakukan tugasnya sebagai seorang pelajar.Yaa apalagi kalau bukan belajar, alasannya engga hanya itu tapi juga karena besok ujian fisika.Kalau ia tidak belajar mau ditaruh kemana muka seorang ketua osis kalau ga pintar walaupun sebenarnya fisika adalah mata pelajaran yang sangat susah untuk ia pahami, terlebih lagi kalau ketemu bab tentang katrol udah meledak duluan tu kepala.Dengan separuh hati semuanya harus ia jalani, mau hasilnya gimanapun yang penting udah berusaha dan hasilnya diserahin sama yang diatas karena menurutnya hal baik akan berbuah baik juga, begitu juga saat ujian, ia yakin kalau sudah belajar hasilnya pasti bagus walaupun kadang ga sesuai ekspetasi.Namanya juga hidup pasti seringlah ga sesuai ekspetasi.


...************************...


Rutinitas pagi hari selalu sama bagi Angkasa tapi tidak membuatnya mengeluh malah membuatnya amat sangat bersemangat.Angkasa sangat cepat dalam melakukan segala hal apalagi kalau kebiasaan yang sama pasti hanya membutuhkan waktu yang bisa dihitung jari.


"Bu Angkasa berangkat dulu" teriak Angkasa.


Ibunya hanya menjawab"Hati-hati sa, goodluck buat hari ini"


Angkasa hanya mengangguk kepada ibunya dan segera berangkat sekolah dengan montor kesayangannya, montor ninja dengan warna biru dan disampingnya tertulis BA yang pastinya inisial namanya sendiri.


...************************...


Sampai disekolah Angkasa langsung segera menuju ruang osis karena hari ini adalah hari pertama pendaftaran anggota baru.Ia mengeluarkan meja dan kursi untuk ia duduki sambil menunggu orang yang akan mendaftarkan diri menjadi bagian dari osis.


"Tap tap tap" suara langkah kaki itu mampu membuat Angkasa menoleh dari bukunya dan melihat pemilik langkah kaki itu.


"Permisi, formulirnya harus ditaruh dimana ya?" tanya Allysa sambil menyari kertas formulirnya didalam tas.


"Hmmm, bukannya dikertas pemberitahuan tertulis dengan jelas"jawab Angkasa dengan ketus.


Allysa menoleh, betapa terkejutnya dia melihat sosok laki-laki yang ia harap tidak bertemu ataupun berkomunikasi dan berurusan dengan orang yang bernama Bagas Angkasa.Mau gimana lagi, takdir mempertemukan mereka kembali dengan perdebatan yang tiada henti.


"Maaf yaa, hanya memastikan saja, kalau lo ga mau ngasih tau yaudah gausah kasih tau"


"Nii, gue titip formulir pendaftaran, maaf  kalau mengganggu lo, dasar cowok kok gitu banget, mana ada cewek yang mau sama cowok kayak lo"Allysa menaruh formulirnya dimeja dan bergegas meninggalkan cowok yang bernama Angkasa itu.


"Dasar cewek kok sikapnya kasar, galak, jutek lagi"batin Angkasa.Angkasa tidak menggubrisnya dan kembali fokus pada buku fisikanya.