ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL33



Allysa duduk tanpa melihat ke arah Satria sedangkan ia duduk menghadap Allysa dan berharap Allysa melihatnya dengan tatapan seperti dulu, tatapan hangat yang selalu di rindukan Satria.


"Gue ga pernah mainin lo sa, semuanya salah paham"ucap Satria dengan tatapan masih sama berkaca-kaca.


"Ga salah paham gimana, gue denger sendiri waktu itu"ucap Allysa dengan nada bicara kesal.


"Lo belum denger semuanya sa, gue waktu itu emang taruhan sama temen gue tapi gue beneran sayang sama lo sa, gue ga bisa kalau ga ada lo apalagi saat gue terpuruk karena keluarga gue, lo tau kan sa, gue ngerasa tenang sama lo"ucap Satrio menarik tangan Allysa untuk mendekap di pelukannya.Allysa berusaha sekuat tenaga untuk melepas rangkulan itu tetapi apalah dayanya sudah sangat jelas ia tidak mungkin bisa mengalahkan sosok Satria.


"Sat, gue mohon lepasin gue"teriak Allysa.


"Sebentar aja sa, gue mau lo dengerin gue dengan tenang dan ga marah-marah"ucap Satria.


"Yaudah cepet lo jelasin"ucap Allysa yang masih dalam pelukan Satria.


"Lo mungkin ga pernah tau kalau semenjak lo pindah tiba-tiba, gue udah coba tanya kesana kesini kayak orang gila, gue ga bisa hubungin lo sama sekali, gue kayak orang gila buat nemuin lo sampai akhirnya gue ketemu lo di taman tapi lo lagi sama cowo lain, gue juga sakit sa, bukan lo aja yang ngerasain sakit, gue juga tau emang dari awal salah makanya kita berakhir seperti ini tapi kita bisa mengulang dari awal lagi sa, gue mohon kasih gue kesempatan buat balikin keadaan seperti dulu lagi"


"Lo sendiri yang bilang kan kalau kita dari awal udah salah, artinya kita juga ga bisa ngelanjut lagi sat, lo harus tau dan sadar akan hal itu, gue udah ga mau lagi berurusan sama masa lalu, gue udah bukan Allysa yang dulu gue udah ga bisa sama dan gue juga ga bisa ngasih lo kesempatan lagi, maaf"balas Allysa yang aegera melepas pelukan Satria.Satria dengan rasa kecewanya melepas pelukan hangat yang ia rindu-rindukan sedari dulu.Allysa beranjak pergi dari sana.Baru beberapa langkah Allysa pergi, Satria menghalangi jalan Allysa


"Lo suka sama Angkasa?"tanyanya yang membuat Allysa diam dan mengkerutkan keningnya.


"Kayaknya tanpa lo jelasin gue udah tau jawabannya, terimakasih Allysa Jaya Mangunkusumo, berkat lo sekarang gue udah bisa melawan diri gue sendiri, gue masih bisa temenan sama lo kan?"tanya Satria dengan raut wajah memelas dengan senyum yang tidak pernah ia tunjukan ke cewek-cewek lain berharap Allysa menerima tawarannya kali ini.


Allysa hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Satria yang masih memandangi punggung gadis pengisi hari-hari kelamnya.


"Gue harap lo bahagia sa"batin Satria.


"Satria udah jelasin semuanya kan sa, gue harap lo bisa maafin dia dan setidaknya lo masih bisa berteman dengan Satria, lo tau kan gimana dia sama keluarganya, gue harap lo bisa bersikap dewasa dan mengerti sa, yaudah kita sekarang balik ke tenda, lagian juga pasti banyak yang nungguin kita sa"ajak Devina mengulurkan tangannya untuk Allysa genggam.Allysa hanya menuruti Devina dengan pikiran-pikiran yang masih kelam akan masa lalunya dengan Satria.


...***...


Selama perjalanan menuju tenda Allysa selalu memikirkan setiap kata yang terlontar dari mulut Satria, bahkan ia hampir jatuh akibat tersandung batu didepannya untungnya Devina sedang memegang tangan Allysa jadi refleks saat Allysa jatuh otomatis Devina langsung menarik Allysa.Devina hanya diam dan tersenyum karena ia sudah tau apa yang sedang Allysa lamunin hingga hampir jatuh.


"Dev, gue mau istirahat di tenda aja gue capek"ucap Allysa yang terlihat pucat dan lemas.


"Gue temenin ya sa"balas Devina yang terlihat sedang mengkhawatirkan Allysa sambil memegang pundak Allysa yang kanan.


"Gausah Dev, lo nikmatin aja sama mereka, tujuan awal gue ngajak lo kan buat bikin lo seneng-seneng juga"ucap Allysa meyakinkan Devina akan ucapannya.


"Gue kesini karena lo juga, mending gue nemenin lo aja, gue ambilin makanan dulu ya"ucap Devina yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban Allysa karena pastinya Allysa akan terus menyuruh Devina gabung dengan mereka.


Allysa yang sudah berada di tenda dengan posisi duduk memikirkan banyak hal yang terjadi di masa lalunya dengan Satria.Kenangan saat ia pertama bertemu hingga ia merasakan jatuh cinta dengan Satria masih teringat jelas di benak Allysa dan penjelasa-penjelasan yang terlontar tadi membuat Allysa bingung dan harus percaya atau tidak dengan Satria.


Di sisi lain, Devina mengambilkan makanan untuk allysa.Ada beberapa lauk dan minuman ia ambil untuk diberikan ke Allysa.Mau atau tidak mau makan, Allysa akan tetap makan karena ia bukan tipe yang menolak kebaikan orang lain.Itulah yang Devina tau dan membuatnya betah berteman dengan Allysa.


"Ehh sa, gue sendirian Allysa ada di tenda, ini gue juga bawain makanan buat dia"jawab Devina yang menunjukan ia membawa piring dua ke Angkasa.


"Allysa sehat kan dev?"tanya Angkasa balik dengan raut wajah cemasnya.


Devina bingung harus menjawab jujur atau harus berbohong, Allysa pasti akan kecewa kalau ia memberitahu orang lain tentang kejadian tadi.


"Hmmmm, sehat kok sehat"terpaksa Devina harus berbohong ke Angkasa dan Angkasa pun hanya mengangguk paham dan menaruh curiga ke Devina.


"Untung Angkasa ga curiga, kalau curiga dan gue kebeberan ceritain ke Angkasa kan bisa berabe gue"batin Devina.


Devina pamit ke Angkasa untuk balik ke tenda dan memberikan makan serta makan bersama Allysa di sana.Angkasa pun hanya mengangguk kepada Devina.


...****...


Sampai di tenda Devina hanya memberikan makanan ke Allysa, ia juga tidak membahas Angkasa yang menanyainya tadi.Selama makan berlangsung hanya keheningan yang berlangsung, Devina juga melihat yang sedari tadi Allysa hanya mengaduk-ngaduk makanannya.


"Sa dimakan dong masak di aduk-aduk doang gitu, lihat tu nasinya lagi teriak-teriak minta diamakan"ucap Devina yang tertawa sendiri ddngan ucapannya.


"Tumben lo jadi pelawak, biasanya lo kan ngedumel seharian"jawab Allysa yang sudah tersenyum dan segera makan.


"Nah gitu dong nasinya dimakan, sa lo dah baik-baik aja kan?"tanya Devina yang khawatir dengan Allysa sambil membuka botol air mineralnya karena ia tadi lupa membawa minuman karena Angkasa.


"I'm fine dev, lo tenang aja okeeyy, gue udah maafin satria kok, lagian dia juga udah jelasin semuanya dan gue juga udah bisa buka pikiran gue, sesama manusia juga harus saling memaafkan kan"ucap Allysa yang sudah menghabiskan makanannya karena Devina memang mengambilnya sedikit daripada banyak ga habis kan mubadzir dan dosa.


"Ini niii temen gue, seneng deh punya temen kayak lo, nii minum dulu lo pasti haus habis makan"ucap Devina memberikan botol minumannya kepada Allysa.


Allysa segera mengambilnya dan meminumnya.


"Sa entar habis solat isya ada api unggun, kita harus disana pokoknya, buat happy in diri sendiri"ucap Devina yang dibalas anggukan oleh Allysa.


...****...


Yang kepo acara api unggun yuksss boleh merapat di chapter berikutnya


Selamat menikmati karya saya


Terimakasih yang selalu menyempatkan membaca karya saya


💗💗💗