ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL2



"Dipertemukannya dua insan menjadi awal mula sebuah kisah"


"Pandangan kita terhadap orang tergantung persepsi kita ke orang itu dan lebih baik berpersepsilah yang positif saja karena semuanya akan balik lagi untuk diri kita sendiri"


...************************...


"Tap tap tap tap" suara langkah kaki Allysa dengan sepatu pantofel warna hitam miliknya dan pastinya sepatu yang sangat istimewa baginya.Gimana ga istimewa, sepatu itu dibuat khusus oleh kakeknya dengan sepenuh hatinya dan terukir jelas AJM di bagian belakang sepatunya.Allysa salah satu murid pecinta perpustakaan karena itu ia lebih sering menghabiskan waktunya diperpustakaan walaupun kadang ia tidak membaca buku.Yaaa ketenangan dan keheningan perpustakaan mampu membuat Allysa terhipnotis dengan dunianya.Dimana disana tidak akan ada yang bisa mengganggu dunianya, tempat yang besar tapi hening itu membuatnya sedang berada ditempat para bintang bertaburan di malam hari, yapp angkasa, tempat yang menurutnya gelap hening namun indah karena cahaya bintang dan bulan.


"Hhhmmmm, novel ada di rak nomer berapa ya?"tanya Allysa pada dirinya sendiri.


Yappp Allysa paling anti untuk bertanya pada orang lain, bukan karena ia tidak suka berkomunikasi dengan orang tapi ia hanya malas berbicara karena pasti ujung-ujungnya basa-basi.Bukan hanya itu, statusnya ia adalah orang baru orang pindahan pasti ditanya ribet-ribet, sekarang aja orang-orang diperpustakaan sedang melihatnya dengan raut yang bisa ditebak Allysa, tatapan mereka seperti sedang bertanya-tanya.


Ia pun tak menggubrisnya dan segera menyusuri rak yang berisikan banyak buku berwarna warni dengan judul buku yang pasti berbeda, tak lama ia akhirnya menemukan rak yang berisi karya sastra novel dengan nomer rak yang bertuliskan angka 19.Baru tiga buku yang dilihatnya, Allysa langsung tertarik dengan buku yang berjudul "Dua insan bercinta tanpa kata".Bukan hanya judulnya saja yang menarik perhatian Allysa tapi juga cover bukunya dengan gambar dua insan saling bertatapan di perahu berbackground senja ditengah sungai yang sangat cantik berwarna biru langit membuat Allysa tertarik untuk membacanya.Ia segera berjalan untuk mencari tempat yang pas untuk ia bisa menikmati rangkaian kata yang dijadikan satu oleh sang penulis dalam sebuah buku itu.


"Dug, aduhh sakit, kalau jalan pakai mata dong" kata Allysa dengan amat sopan karena statusnya itu.


Seketika Allysa terpaku karena sosok yang menabraknya itu cowok tadi pagi yang hanya meninggalkannya saat ia meminta bantuan.


"Oooo kamu lagi, dasar cowok ga berperasaan, tadi pagi ga mau nolongin sekarang nabrak ga minta maaf, emang dasar muka tampang kayak kamu udah bisa kelihatan sii watakkknya kayak apa"sambil menggenggam tangan dan menunjuk ke arah cowok tadi pagi itu.


"Kenapa si cewek ga jelas, bisanya marah-marah" jawab cowok itu dengan ketus.


"Waittt, what do you mean?, bukannya minta maaf malah belagu kayak gitu" jawab Allysa sambil melihat name tag nama cowok itu.


"Namanya Bagas Angkasa, nama yang bagus tapi kenapa sikap lo ga sesuai sama nama lo, harusnya nama lo Bag dibuang ketempat sampah, cocok banget namanya buat lo"jawab Allysa dengan sangat ketus karena sudah habis kesabarannya menghadapi sosok didepannya itu.


Angkasa langsung meninggalkannya dengan mukanya yang cuek.


Allysa hanya bergumam dan berharap tidak akan bertemu apalagi berurusan dengan orang yang namanya Bagas Angkasa.


...***********************...


"Kkkrrrriiiiiinggggg" bel tanda berakhirnya sekolahpun berbunyi yang menandakan seluruh murid diperbolehkan pulang.


"Al mau pulang bareng?" tanya perempuan yang bernama Devina.Walaupun mereka baru berkenalan tadi pagi tapi mereka sudah merasa nyaman dan cocok untuk berteman.


"Hhmm, kalau hari ini kayaknya aku ga bisa, aku pasti udah dijemput papaku" jawab Allysa dengan rasa bersalah.


"Oooo, yaudah gapapa al, lagian besokkan kita ketemu lagi disekolah" jawab Devina dengan senyum.


"Dadah dev" jawab Allysa dan langsung bergegas pulang.


Baru hendak keluar gerbang Allysa sekilas melihat lowongan anggota osis baru, ia sangat tertarik dan ia berencana akan mendaftar besok.Segeralah Allysa keluar gerbang karena pasti papanya sudah menunggunya diluar dan kalau kelamaan pasti papanya bergeromet dan membuat Allysa merasa bersalah


Thanks for reading gaesss


Maaf yaa kalau membosankan dan kalimatnya masih acak-acakan


Love💖💗