
"Membuka diri untuk orang lain akan menjadi sebuah hubungan yang berbeda nantinya".
...*************************...
"Syukur deh Bu Rita belum dateng"sambil ngos ngos an
"Al, tarik napas dulu tarik napas dulu"ucap devina
"Dev minta minum cepetan, haus ni"
"Ni minum dulu, tumben telat biasanya kalau aku telat cerewetnya kayak emak emak kemalingan"tanya devina sedikit cengingiran karena bahagia melihatĀ Allysa yang sedang merah merona.
"Ceritanya panjang nanti deh pas istirahat aja, lagian juga Bu Rita udah dateng tu, kalau ketauan skakmat kita"
"Oke deh, ditunggu ceritanya, kalau ga cerita siap siap aja harus traktir mie ayam titik ga pake koma"
"Iya iya devina sayang"
Pembelajaran Bu Rita memang mengasyikkan bagi Allysa tapi tidak dengan Devina.Pasalnya devina paling anti sama pelajaran berbau hitung-hitungan, berbeda dengan Allysa yang sangat menyukai hitung-hitungan.
Waktu berlalu sangat cepat dan saatnya mereka istirahat.Mereka segera menuju kantin karena keburu rame dan nantinya mereka tidak akan kebagian kursi.Allysa menceritakan kejadian tadi pagi agar devina tidak merengek lagi kayak anak kecil yang kelaparan menunggu sang induk membuatkan makanan.Saat sedang menikmati makanan mereka dan berbincang, Allysa melihat Angkasa yang hendak menuju ke kantin.Seketika Allysa langsung menarik lengan devina dan membawanya ke taman.
"Kenapa sa kok langsung narik sii, belum abis tauu kan mubadzir sa"tanya devina dengan wajah kebingungan.
"Ya maap dev, tadi tu ada Angkasa, malu tau kalau ketemu dia lagi"
"Mau ga mau siap ga siap lha kita satu sekolah bakal ketemu terus lahh, apalagi sekarang kamu kan anggota osis, ya gaa"sambil menggoda Allysa.
"Deviiiinaaaaa, jangan gitu dehh nyebelin banget kamu tu"
"Tapi kam bener sa"
"Ya iya sihh tapi jangan gitu juga dong, aduhh kalau sering ketemu Angkasa gimana lagi"
"Dahh ahh devina ga tau sii"
Devina yang mendengarnya hanya tertawa.
"Ehh sa lo ketemu sama orang yang gue suruh nemenin lo di taman ga?"tanya devina.
"Temen lo sekolah disini kan?"
"Engga kali sa, dia tu homeschooling, berarti lo ga ketemu ya, kok dia ga ngomong gue si"
Allysa seketika bingung karena sebenarnya ia bertemu dengan Angkasa dan ia kira Angkasalah yang disuruh Devina untuk menemaninya.
"Yaudah lah kapan-kapan juga bisa ketemuan kan"
"Iya juga si, yaudah deh nanti gue atur buat ketemuannya"
Allysa yang masih bingung hanya mengangguk saja.
...************************...
Hari itu pembelajaran sudah cukup membuat Allysa merasa lelah dan ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur, namun sekarang ia sudah menjadi anggota osis ditambah lagi hari ini anggota osis baru harus berkumpul di ruang osis yang membuatnya harus menahan lelah.
Ruang osis kali ini tidak seperti waktu pertama Allysa memasuki ruangan itu.Disana sudah ada beberapa orang bahkan ia melihat Angkasa lagi.Rasanya ia ingin terjun dari lantai 14 tapi takut juga kalau ia mati arwahnya masih gentayangan.
Angkasa melihat keberadaan Allysa yang sekarang ini duduk di sofa panjang yang jaraknya tidak jauh dari Angkasa.Angkasa menyadari kalau Allysa sepertinya tidak nyaman dengannya.Padahal waktu itu bersama Devan ia kelihatan nyaman-nyaman saja, tapi sekarang perempuan itu hanya diam dan arah pandangannya menuju luar pintu.Angkasa tidak ingin suudzon tapi kemungkinan benar perkiraan Angkasa.
"Duhhh kenapa dia disitu sii, kenapa aku takut sendiri kalau ketemu Angkasa sii, mungkin karena belum terbiasa aja kali ya, udah ahh gausah dipikirin" batin Allysa
Melliana sang wakil ketua osis menjelaskan beberapa program kerja osis, tidak hanya itu tapi juga visi misi osis sebagai organisasi penting di sekolah.Allysa memang tertarik dengan gaya berbicara melliana tapi tetap saja menurutnya membosankan mendengarnya.Sesekali Allysa melirik ke arah Angkasa walaupun tidak sengaja tapi tetap saja terkadang Angkasa sudah melihatnya terlebih dahulu.Allysa hanya bisa menenangkan dirinya sendiri supaya tidak ada kesalahpahaman diantara mereka dan nantinya ia kacau balau dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota osis.