ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL15



"Jangan karena ego semuanya menjadi kacau balau"


...***********************...


Setelah sekian panjang Melliana mempresentasikan osis, mereka diperbolehkan pergi dari ruangan osis.Beruntungnya Allysa karena ia tidak bertugas piket osis dan ia bisa segera pulang kerumah, namun keinginan itu sungguh hanyalah angan-angan Allysa saja karena walaupun ia tidak sedang piket, ia sudah diberi tanggung jawab sebagai anggota osis untuk membuat rancangan estimasi untuk acara yang akan diadakan minggu depan.Rasanya Allysa ingin segera kabur tapi apalah dayanya ia sudah menjadi bagian anggota osis.Ternyata apa yang ia angan-angankan tidak sepenuhnya benar.


"Arghhh kenapa harus aku sii, harus ngisi gimana lagi"


"Emmm butuh bantuan?"tanya Angkasa yang tiba-tiba datang entah muncul lewat pintu mana.


"Ehhh sa, ga perlu sa, inshaallah aku bisa kok"sambil tersenyum walaupun sebenarnya ia memerlukan bantuan Angkasa.


"Jangan bohong, kelihatan keningmu mengkerut gitu, apa susahnya ngomong iya, emang susah ya hmmm?"tanya Angkasa


"Engga gitu juga sa, emang kamu ga sibuk apa?"


"Sibuklah masa engga, tapi kalau tugas salah satu anggota ga kelar malah bakalan ancur semua, harusnya kamu mikir kesitu juga jangan karena ego jadi kacau balau semua".


"Ya maaf sa"sambil tertunduk karena ucapan Angkasa yang menyakitkan bagi Allysa.


"Hmmm, maaf juga kalau ucapanku buat kamu sakit hati"


Allysa hanya mengangguk dan menyakinkan dirinya bahwa ucapan Angkasa memang benar.Mereka mengerjakan berdua di ruang osis yang keadaannya sekarang sudah sepi hanya tinggal mereka berdua.Jantung Angkasa berdegup sangat kencang saat berdekatan dengan Allysa.


"Nii jantung bisa ga si tenang, tenang sa nanti jantungnya juga tenang, okeyyy"batin Angkasa.


Angkasa membawa banyak berkas tahun lalu untuk dijadikan pedoman agar Allysa dapat belajar dari sana walaupun sesekali Angkasa mengajari Allysa kalau menurutnya pekerjaan Allysa salah.Allysa sangatlah beruntung dibantu oleh Angkasa tapi kalau cuma berdua juga ia merasa canggung.


Hanya suara ketikan saja yang terdengar diantara mereka, hingga suara telepon membuat mereka bersamaan melihat telepon itu.


"Assalamualaikum ma, kenapa ma?"tanya Allysa kepada mamanya.


^^^"Waalaikumsalam, lysa kapan pulang?"tanya mamanya^^^


"Lysa masih ngerjain tugas osis ma, nanti kalau lysa pulang lysa telpon mang danang buat jemput lysa ma"


^^^"Yaudah hati-hati, jangan kemalaman juga pulangnya"^^^


"Iya ma"


Allysa menyadari kalau Angkasa sedang melihat kearahnya.Terlihat aneh menurutnya karena ga biasa Angkasa terlihat seserius itu.


"Kenapa sa?"tanya Allysa


"Iya kenapa sa?"


"Cuma nanya ga boleh?"


"Boleh kok, aku kan juga nanya"


"Yaudah lanjutin biar cepet selesai"


Mereka kembali melakukan aktifitas mereka.Waktu berlalu sangat cepat tanpa mereka sadari waktu sudah menunjukkan pukul 18.30.Mereka memutuskan untuk pulang karena Angkasa takut meninggalkan Allysa sendiri Angkasa menawarkan diri untuk mengantar Allysa pulang karena sudah malam juga.Allysa yang awalnya menolak akhirnya mengiyakan ajakan Angkasa.Kata mamanya kalau dikasih orang jangan ditolak kecuali orang yang ga dikenal.Yappp itu alasan pertama yang membuat Allysa tidak menolak ajakan Angkasa.Alasan kedua, ia takut kejadian waktu itu terulang lagi, lagian apa salahnya mempercayakan Angkasa untuk mengantarnga pulang toh waktu itu ia juga benar-benar mengantar Allysa pulang dengan selamat.


Mereka sudah berada di parkiran sekolah yang mana hanya ada montor Angkasa saja.Parkiran sekolahnya sungguh luar biasa, gimana engga coba masa cuma ada satu lampu dipojokan.Allysa bukan takut hantu tapi ia hanya takut kegelapan, apalagi saat itu tidak ada bintang dan bulan karena sepertinya sedang mendung dan akan turun hujan.


Angkasa menyadari sikap aneh allysa, ia sepertinya paham dengan sikap Allysa, segeralah ia menyalakan montornya dalam keadaan ia masih disebelah montornya dan belum menaiki montor kesayangannya itu.Lantas Angkasa langsung memberi Allysa helm untuk dipakai Allysa.


"Lo takut, sekarang udah ga takut kan?"tanya Angkasa.


"Udah mendingan kok sa,kok lo tau sa"tanyanya balik.


"Gerak gerik lo kelihatan"


Allysa hanya nyengir saja.Angkasa yang melihatnya juga tersenyum namun tanpa Allysa tau karena bibirnya tertutup helm miliknya itu.Segeralah mereka keluar gerbang dan pergi untuk pulang kerumah.


Bukannya Angkasa membawa pulang Allysa kerumahnya tapi ia justru membawanya ke kedai dekat rumah Allysa.Allysa disitu hanya mengikuti Angkasa.Entahlah pelet apa yang membuat Allysa menurut pada Angkasa.


"Maaf ga bilang kamu kalau aku berhentiin kamu disini, udah malem makan dulu nanti kalau sakit kerjaan malah ga beres"kebiasaan Angkasa mengeles kalau urusannya dengan Allysa.


"Tapi kan bisa makan dirumah sendiri sa"


"Udah nyampe juga, dah masuk aja dah terlanjur juga kan"


"Iya iya sa"


Mereka segera masuk dan memesan makanan.Hanya keheningan saja yang ada diantara mereka sambil menunggu makanan datang dan akhirnya makanan mereka datang.Angkasa dan Allysa segera menghabiskan makanan mereka hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah.


...************************...


Tak butuh waktu lama untuk sampai dirumah Allysa.Allysa langsung turun dari montor Angkasa dan menyerahkan helm kepada Angkasa.Untuk membalas kebaikan Angkasa yang sudah mengantanya pulang Allysa mengajak laki-laki itu untuk mampir ke rumahnya dulu toh juga mereka tidak berdua didalam, didalam kan ada mamanya juga adeknya pastinya.


Angkasa memang laki-laki yang sopan, ia menolak ajakan Allysa karena waktu sudah malam, ga seharusnya laki-laki bertamu di malam hari kan.Bukan karena itu juga tapi Angkasa dan Allysa belum senyaman itu dan status mereka masih belum jelas entah teman atau musuh.Mau gimana lagi kan itu hak Angkasa untuk menolak ajakan Allysa toh juga Allysa sudah berniat baik mungkin Angkasa punya alasan tertentu yang ga Allysa tau.


Hari itu merupakan hari kedua mungkin jadi hari terindah Angkasa karena kapan lagi coba ia bisa seharian sama Allysa.Entahlah menurut Angkasa ia hanya kagum kepada Allysa dan ingin berteman dengannya saja.