
"Terimakasih telah hadir membawa sejuta rasa yang ingin kugenggam selamanya"
...Bagas Angkasa ...
...*****************...
"Huwaapppp"Allysa terbangun dari kasurnya yang terasa nyaman dan empuk untuk dirinya.Sejak kejadian malam itu, Allysa selalu tersenyum dengan mata berbinar bahagia bukan seperti dulu, mata berbinar karena kesedihan.
"Ma, Allysa mau berangkat dulu"ucapnya yang hampir 30 menit lalu ia mandi dan sudah rapi dengan seragam sekolah serta kardigan rajut orange membuatnya terlihat lebih fresh.
"Kamu belum sarapan, sarapan dulu sa entar kamu sakit"jawab mamanya.
"Gausah ma, Allysa berangkat dulu ma, Assalamualaikum"ucapnya sambil salaman ke mamanya.
"Waalaikumsalam, dasar Allysa"ucap mamanya lirih sambil melihat anaknya yang keluar dari pintu rumah.
"Sa"ucap seseorang dan membuat Allysa mengarahkan badannya ke sumber suara.
Melihat Angkasa yang sudah berdiri di samping rumahnya Ayesha langsung menarik Angkasa untuk pergi dari rumah Allysa.
"Sa kenapa ditarik"ucap Angkasa yang tidak didengar Allysa yang masih saja menarik Angkasa pergi dari sana.
Allysa membawa Angkasa pergi ke halte bus yang pada saat jam sekarang ini notabennya masih sspi dan tidak banyak orang yang akan datang ke halte bus.
Sambil mengatur napas, Allysa duduk di kursi yang sudah disediakan di halte bus itu dan Angkasa hanya mengikuti Allysa yang masih saja mengatur napasnya.
"Udah?tanya Angkasa sembari memberikan botol minumnya.
Allysa hanya mengangguk dan segera meminumnya sampai habis dan membuat Angkasa tertawa.
"Sa, kalau lo mau kerumah bilang dulu jangan asal main nerobos aja"ucap Allysa bete.
"Kan aku pacar kamu, masak ke rumah aja harus bilang dulu"ucap Angkasa yang sok romantis ditambah lagi matanya yang terlihat tersenyum dengan alis kanannya ia naik-naikan ke atas.
"Sa..."ucap Allysa yang menjauh dari Angkasa.
"Pacar Angkasa ceritanya lagi ngambek nii, mau dibeliin apa biar ga ngambek lagi?"tanya Angkasa mendekat ke arah Allysa dan sekarang ini ia jongkok didepan Allysa sambil memegang kedua tangan Allysa dan membuat Allysa merona tetapi ia tutupi dengan rambut panjangnya yang tidak ia ikat ke belakang.
"Ihhh Angkasaa"jawab Allysa yang langsung berlari masuk ke bus dan disusul Angkasa yang juga masuk dan duduk di sebelah Allysa.
Merek menikmati perjalanan menuju sekolah.Sederhana tapi mampu membuat sebuah kenangan kecil yang indah.Allysa yang merasa hampa mengeluarkan headset yang ada di dalam tasnya dan memutarkan sebuah lagu beautiful in white.
"Mau?"tanya Allysa karena Angkasa melihat dirinya dari tadi.
Tanpa membalas ucapannya, Angkasa mencopot headset sebelah kanan Allysa dan memakaikannya sendiri.
Alunan lagu membawa mereka berdua dengan hening menikmati waktu yang sedang berjalan bersama mereka.
...*****...
"Duluan aja, entar aku bisa ke kelas sendiri sa"ucap Allysa pada Angkasa di depan gerbang sekolah.
Angkasa justru tidak mau menuruti Allysa dan tanpa persetujuan Allysa menggenggam tangannya membawa perempuan disebelahnya itu untuk ke kelasnya.
"Sa, malu sa"ucap Allysa lirih sambil menarik tangan Angkasa.Karena Angkasa lebih kuat dari Allysa dan ditambah keinginan Angkasa yang besar membuat Angkasa tidak peduli dan terus menggenggan perempuan yang sudah menjadi kekasihnya itu.
"Udah sampai sa, masih aja ngumpet di belakang aku, masih mau deket sama pacar ceritanya ni"ucap Angkasa ngegombal dan diteriaki oleh Bryan yang ternyata membuntuti Angkasa dan Allysa dari tadi.
"Mas Angkasa bisa ngegombal juga ternyata"ledek Bryan yang masih saja tertawa akibat gombalan Angkasa.
"Bryan jangan kenceng-kenceng, gue daritadi udah nahan malu, jangan bikin gue tambah malu deh"ucap Allysa melepas genggaman tangan Angkasa dan membuat Angkasa seketika cemberut ke arah Allysa.
"Ngambek tu pacar lo, ati-ati lo Allysa"ucap Bryan dan malah didorong Angkasa dan membuatnya hampir saja terjatuh ke lantai.
"Kalian berdua pergi dari sini deh, udahan bikin gue malu, hushh hempas cepetan"usir Allysa dengan wajah kesalnya.
Angkasa akhirnya hanya mengalah daripada putus cuma karena hal sepele, kan mubadzir perjuangannya selama ini.Bryan pun hanya mengikuti Angkasa karena kelas mereka juga sama jadi searah.
"Hebat lo bro, akhirnya bisa dapetin cewek yang lo suka"ledek Bryan sambil meletakkan tangannya ke pundak Angkasa.Angkasa hanya mencueki ledekan Bryan karena ia tau, kalau Bryan diladeni ga akan selesai-selesai.
...******...
"Allysa, lo pacaran sama Angkasa?"tanya Devina yang baru saja berangkat dan menaruh tasnya dikursinya.
"Lo tau darimana Ddv?"tanya Allyaa lirih dan membuat Devina harus mendekat ke arah Allysa.Untung saja Devina bukan salah satu teman yang heboh, bisa berabe Allysa akan malu lagi karena dilihatin sekelas.
"Tadi waktu gue ngelewatin kelas-kelas, banyak yang ngomongin kalau lo pacaran sama Angkasa"ucapnya lirih.
"Ya... ahh Dev, udah ahh males gue bahasnya"jawab Allysa dengan normal dan kembali duduk seperti sediakala.
"Allysa, lo kan temen gue, masak gue ga boleh tau"ucap Devina dengan kesal.Allysa yang melihat temannya itu hanya mengangguk karena takut juga kalau temennya benar-benar ngamuk kan bisa pusing tuh kepala.Tadi karena Angkasa dan Bryan sekarang temennya ngambek, ga akan kuat deh.Devina yang mengerti akan anggukan Allysa akhirnya bisa diam dan mengajukan pertanyaan lagi ke Allysa.
"Gaess, disuruh Bu Tari ke ruang lab sekarang"teriak Bani karena memang sedari tadi bel tanda masuk sudah berbunyi.
"Yuk dev, keburu telat malah dapet kursi dipojokan"ajak Allysa dan mereka keluar kelas dengan membawa alat tulis serta handphonenya.
...*****...
Meja praktikun sudah dipenuhi dengan alat serta bahan untuk percobaan.Beruntungnya Allysa dan Devina dudu di meja tengah.
"Eh sa, ambil bahan kimia di lemari, buruan"ucap Stella yang sedang menuangkan bahan lainnya, karena hanya Allysa lah yang tidak ada kerjaan.
"Okee, ketemu juga akhirnya"ucap Allysa pada dirinya dan langsung menutup lemari tersebut agar segera bergabung dengan kelompoknya.
"Bughh"tumpahan bahan kimia mengenai tangan kanan Allysa.
"Awwww, perihh"teriak allysa dan seluruh murid yang ada di laboratorium langsung menghampiri Allysa.
"Sa, sorry, gue ga sengaja"ucap Bobi yang memang tidak sengaja menumpahkannya ke Allysa.
Satria yang melihat kejadian itu langsung menarik tangan Allysa dan segera membawanya ke uks.Devina hanya mengikuti Satria dari belakang, sedangkan teman-teman lainnya melanjutkan praktikum kembali karena suruhan Bu Tari.
...*******...
...Sampai dsini dulu yaaa, entar akan aku lanjutin lagii...
...Author harap bisa komen, biar author bisa lebih baik lagi dalam menulis ...
...Terimakasihh...