
^^^"Memulai semua dari awal dengan kenyamanan justru membuat hubungan antara dua orang jauh lebih baik" ^^^
...***********************...
"Yaudah kuy kita bersenang-senang, let's go"sambil memegang tangan Devan.
Mereka mengunjungi akuarium yang letaknya disebelah kiri rumah berhantu.Memang tidak terlalu besar akuarium itu tapi jenis ikannya sangat langka, ikan yang tidak pernah Allysa lihat bahkan Devan pun tidak pernah melihatnnya dan tersenyum lebar melihat ikan-ikan yang ada disana.Sesekali Devan mengajak berbicara ikan yang ada di akuarium itu, hal itu membuat Allysa dan Angkasa tertawa terbahak-bahak.Allysa sangat senang melihat Angkasa tertawa karena mana pernah Angkasa tertawa, tersenyum pun jarang.
"Devan menggunakan sihir seperti apa hingga Angkasa bisa tertawa seperti itu"gumam Allysa.
Devan sosok anak kecil kuat yang sangat pemberani menurut Allysa.Pertama ia berani datang sendirian ke taman yang sangat luas ini dan pastinya disini sangat ramai.Kedua saat ini Devan sedang memegang lumba-lumba dan menciumnya sangat dekat, padahal kira-kira ia berumur sekitar 6 atau 7 tahun.
"Orang tuanya seharusnya mengajak Devan dan bermain dengannya, padahal ini hari minggu harusnya meluangkan waktu untuk anak mereka, lihat deh sa orang tuanya pasti bangga punya anak sepemberani ini"
"Mungkin mereka punya alasan yang kita gatau, orang tuanya pasti sangat hebat hingga Devan seperti ini"jawab Angkasa.
"Hmmm, iya juga si, yaudahlah hari ini kita harus buat Devan bahagia, deal sa?"sambil menjulurkan tangannya ke Angkasa.
"Okey, buat Devan aku setuju"Angkasa hanya mencueki tangan Allysa dan itu membuat Allysa geram tapi mau gimana lagi tugasnya sekarang buat Devan bahagia, biarlah urusan Allysa dengan Angkasa biar jadi urusan pribadi mereka.
Sudah puas Devan berada di akuarium, ia dengan cepat menarik tangan Allysa dan Angkasa untuk keluar dari sana dan pergi ke wahana lain.Allysa dan Angkasa hanya menuruti kemana Devan membawa mereka.
Berhentilah mereka di sebuah wahana yang ga menyeramkan juga tapi bisa membuat perut kekocok-kocok hingga nantinya mengeluarkan isi yang ada diperut mereka.
Mau ga mau Allysa dan Angkasa hanya mengikuti kemauan Devan.Segera Angkasa membeli tiket permainan Kora-Kora untuk mereka bertiga.
Sudah waktunya mereka menaiki wahana itu, kapal itu bergerak perlahan-lahan.Awalnya terasa biasa saja, namun sudah membuat Allysa pusing hingga akhirnya bergerak dengan sangat cepat yang membuat Allysa sudah ingin muntah.
Untung saja Allysa bisa menahannya, namun setelah turun ia segera berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya yang sudah terkocok.
Angkasa yang melihat Allysa berlari langsung mengejarnya sambil menggendong Devan.Angkasa cemas dengan keadaan Allysa, namun saat keluar dari kamar mandi Allysa sudah lebih baik dan membuat Angkasa tenang melihatnya.
Karena khawatir dengan Allysa, Angkasa mengajak Allysa dan Devan untuk beristirahat dulu.Mereka duduk di salah satu kursi yang tersedia untuk beristirahat.
Angkasa tiba-tiba pergi, entahlah pergi kemana, Allysa dan Devan hanya menunggu Angkasa datang menemui mereka lagi.Lagian mana mungkin Angkasa meninggalkan mereka begitu saja.
"Nii minum teh angetnya biar lebih enakan, wajahmu pucat"sambil memberi teh yang tadi dibeli Angkasa.
"Makasih sa"Allysa meminum perlahan lahan karena masih sedikit panas.
"Kalau ini punya Devan, Devan minum dulu baru nanti kita lanjut lagi mainnya, okey"
"Makasih kak, kak Allysa gapapa?"tanya Devan.
"Kak Allysa gapapa kok Devan, cuma mau istirahat bentar, nanti kita main lagi"sambil mengelus kepala Devan.
Sekarang Allysa sudah merasa lebih baik, mereka melanjutkan kegiatan mereka untuk bermain menaiki wahana komedi putar, mereka sangat menikmati wahana itu, gimana engga, ketika wahana dimulai kuda yang mereka naiki sudah bergoyang namun tidak seperti di wahana sebelumnya yang bergerak sangat pelan lama kelamaan pergerakannya menjadi lebih cepat.Iringan lagu indah dan menenangkan juga bisa dirasakan saat mereka menaiki wahana komedi putar ini.
Tidak seperti wahana kora-kora, mereka terlihat gembira sambil saling menatap antara Allysa, Devan, dan juga Angkasa.Tak terasa begitu cepat wahana itu berhenti, mereka merasa sudah puas menaikinya dan Allysa serta Angkasa hendak memulangkan Devan kerumahnya.
"Kak kita main itu dulu ayok, satu lagi aja kak"ajak Devan.
"Iya iya, satu lagi ya Devan"
Jawab Allysa.
"Yeayyy"Devan tersenyum gembira.
Tempat terakhir yang diinginkan Devan adalah Bianglala, mereka saat ini sudah ada diatas, disana Devan sama sekali terlihat tidak takut.Hal itu membuat Allysa tersenyum begitu juga Angkasa yang melihat Allysa tersenyum jadi ikutan tersenyum.
Terkadang Allysa dan Angkasa saling menatap entah sengaja ataupun tak sengaja.Namun kali ini Allysa sudah merasa nyaman dan tidak seperti waktu itu yang masih canggung dengan Angkasa.
"Sa, makasih udah buat Devan seneng"
"Lo juga udah buat Devan seneng kok, liat aja tu Devan ga berhenti senyum"
Allysa hanya mengangguk dan dibalas anggukan juga oleh Angkasa.Bianglala itu menjadi permainan terakhir mereka, setelah itu Allysa dan Angkasa akan mengantar Devan kembali kerumahnya.
...***********************...
"Kak itu rumahku"tunjuk Devan ke arah rumah tingkat 3 dengan warna biru yang lebih dominan dan pagar hitam yang disekitarnya tumbuh bunga merambat yang sangat indah.
Angkasa segera menghentikan montornya ke rumah yang ditunjuk Devan.
"Devan, kamu darimana aja, mami papi khawatir"kedua orang tuanya memeluk erat anak mereka itu.
"Devan habis main sama kakak-kakak ini mi pi, kak lysa sama kak Angkasa baik lho mi pi"
"Terimakasih ya nak, kalian anak-anak baik, mau mampir dulu?"tanya maminya Devan.
"Ehhh gausah tante, kita langsung pulang aja, makasih tante udah disuruh mampir dulu"
"Harusnya tante yang makasih sama kalian, berkat kalian Devan tidak murung lagi"jawab sang ayah.
Mereka berpamitan dan Angkasa mengantar Allyza pulang, namun malah Allysa meminta pulang sendiri menggunakan taksi.Karena Allysa sedang keras kepala, Angkasa hanya bisa mengikuti kemauan Allysa saja.Ia menunggu Allysa hingga perempuan itu benar-benar sudah mendapatkan taksi.
Hari ini mereka sangat menikmatinya, hari yang sangat indah dan hari mereka memulai untuk saling merasa nyaman agar keadaan lebih baik untuk hari esok dan seterusnya.