
"Terkadang takdir tak sesuai harapan tapi percayalah bahwa takdir yang direncanakan sang pencipta adalah yang terbaik untukmu"
...************************...
"Okee, sekarang kalian bisa mengikuti kakak kelas yang tadi sudah saya bacakan untuk menjadi penguji kalian, semoga kalian bisa menjadi salah satu bagian dari osis, lakukan sebaik mungkin dan jadilah yang terbaik"ucapan Melliana untuk peserta calon anggota osis baru.
"Baik kak, terimakasih"jawab para peserta dengan serentak.
Kali ini Allysa sangat kecewa dengan keadaan, namun ia percaya apapun yang terjadi semua sudah direncanakan oleh sang pencipta.
Angkasa memang sudah tau kalau ia harus menguji cewek yang kemaren telah bertemu ibunya dengan takdir yang datang tanpa permisi meminta sang pemilik menerima jalan takdirnya.Dengan status Angkasa sebagai ketua osis membuat Angkasa tak berkutit, Angkasa tak tau apa yang dirasakan Allysa cuma ya sudahlah itu semua hak Allysa.
Sebenarnya kalau Angkasa peramal, ia pasti tau kalau sekarang ini Allysa sangat tidak ingin melihat wajahnya bahkan berbicarapun rasanya Allysa ingin menjambak rambut Angkasa.Padahal dia udah berdoa seharian agar tidak berurusan dengannya namun Tuhan malah mempertemukan mereka lagi.
Dalam tubuh Allysa kobaran api masih membara yang artinya ia masih marah sama Angkasa tentang tadi pagi tapi apa boleh buat.
Allysa hanya bisa membuntuti Angkasa tanpa tau arah tujuan mereka akan kemana.Daripada ia tidak berhasil jadi anggota osis, lebih baik kali ini ia mengalah serta perlahan meredakan api yang masih berkemuruh dan segera menuruti kemauan Angkasa karena menjadi bagian dari osis adalah salah satu impiannya yang sudah tertulis di papan tulis besar dikamarnya yang bernuansa maple.
Yapp Allysa sangat menyukai pohon maple dan ia berencana untuk pergi kesana.Semoga saja ia tidak hanya mengunjungi negara maple itu tapi ia bisa melanjutkan studinya disana untuk menggapai cita-citanya dengan sesekali menyambi bekerja paruh waktu untuk menambah pengalaman.Semuanya sudah ia rencanakan matang-matang dan tertulis rapi di papan tulis kamarnya.
Allysa tersadar dari lamunannya, sekarang mereka berhenti di taman tempat tadi pagi sosok Angkasa datang tanpa diundang.Angkasa lantas menyuruh Allysa duduk disampingnya dan bergegas mengeluarkan kertas yang ada di map yang tadi ia bawa dengan tujuan menguji calon anggota osis baru.
Allysa dengan polosnya mengikuti kemauan Angkasa dan berharap semoga semuanya segera berakhir dengan cepat agar ia tidak berlama-lama berdekatan dengan Angkasa.Angkasa akan melakukan tiga uji.
Selanjutnya Allysa diberi kertas yang berisi sebuah ungkapan yang harus Allysa ringkas atau lebih tepatnya mengambil makna dalam ungkapan itu.
Hanya sekitar sepuluh ungkapan saja ia harus menyelesaian uji kedua itu .Karena Allysa sangat menyukai buku, ia hanya membutuhkan waktu sekitar lima belas menit saja untuk menyelesaiakannya.Angkasa yang melihatnya kagum tapi hanya sedikit.Menurutnya zaman sekarang masih adakah orang seperti Allysa.Dah lah mari lupakan, Angkasa segera menyelesaikan uji tahap yang terakhir.
Pengujian terakhir adalah melakukan gerakan baris berbaris.Ia sendiri juga bingung kenapa Melliana memilih tahap terakhir dengan melakukan uji baris berbaris tapi ya sudahlah, wakilnya itu pasti mempunyai kejutan tersendiri untuk anggota osis baru.
Allysa berdiri dihadapan Angkasa, saat ini terlihat bahwa Allysa hanya sepundaknya Angkasa, Allysa pun merasa sedikit deg deg an tapi ia merileks an dirinya dengan menarik napas perlahan dan mengembuskan napasnya perlahan juga, hanya hitungan beberapa detik ia sudah merasa lebih rileks.
Angkasa mengujinya dengan lencang kanan lalu lencang kiri selanjutnya balik kanan balik kiri dilanjut serong kanan serong kiri.Dan yang terakhir maju jalan.Ketika baru beberapa langkah, Allysa tidak menyadari ada batu didepannya, ia terjatuh, namun ia tidak merasa badannya jatuh ketanah yang ia rasakan ia masih berdiri dengan posisi jari kakinya menopang tubuh kecilnya itu dan ternyata yang terjadi adalah pundak milik Allysa sedang dipegang oleh Angkasa dengan kedua tangannya memegang erat agar tubuh milik orang yang berada didepannya tidak jatuh ke tanah bersamanya.
Allysa dan Angkasa saling bertatapan, mereka sedang kehilangan bumi yang sedang mereka tapaki ini dan yang ada hanya mata saling memandang,
"Cantik"batin Angkasa, rasanya ia ingin melihatnya lagi dan lagi.Entahlah Angkasa sedang kesurupan hantu apa, sampai-sampai tidak bisa berpaling melihat kecantikan alami orang yang selama ini selalu berdebat dengannya.
Lagi dalam momen yang pas buat mereka, seketika momen itu ancur seperti sedang melihat film kapal titanic yang awalnya dibuat baper, namun ending menyedihkan yang membuat sang penonton menghabiskan puluhan lembar tisu.Karena tak lama mereka saling menatap Melliana memanggil Angkasa dan Allysa untuk segera kembali ke ruangan.Baru saat itulah, mereka tersadar kalau mereka masih di bumi tidak berdua saja, namun manusia-manusia lain masih tinggal di bumi bersama mereka.
Angkasa yang mendengar suara Melliana langsung pergi dan menyuruh Allysa kembali ke ruangan tanpa melihat wajahnya.Betapa malunya dia kalau nanti ketemu lagi dengan Allysa apalagi kalau Allysa melihat wajah merona Angkasa saat ini, mau ditaruh mana muka Angkasa.
Begitu juga dengan Allysa, seketika ia merasa frustasi sendiri sambil menuju ke ruangan tempat para peserta anggota baru berkumpul.Untungnya disana tidak ada Angkasa dan segeralah para peserta calon anggota osis disuruh pulang dan melihat hasilnya akan diumumkan di papan pengumuman.