ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL26



"Cinta ga pernah salah yang salah orangnya bukan cintanya, semua orang wajar bahagia, wajar mencintai dan wajar juga dicintai".


...*******************...


Dalam ruang kamar yang gelap tanpa penerangan satupun, Angkasa memikirkan apa yang telah terjadi hari ini.Ia bukan ingin menjadi seorang badboy yang akan menyakiti seorang wanita.Ataupun buaya darat yang selalu memainkan banyak wanita.Menurutnya tindakan yang ia lakukan ke Melliana sudah tepat.Ia tidak akan pernah bisa mencintai Melliana, bagaimana tidak pikirannya selalu tentang Allysa.Walaupun jutek, Angkasa juga tau rasanya disakiti oleh orang yang ia sayang, ia tidak mau Melliana terlalu sakit hati karenanya.


Ia juga tidak mau menyakiti Allysa perempuan yang ia cintai.Angkasa sadar diri, ia tidak boleh memaksakan kehendaknya.Cinta tidak harus memiliki bukan?.Angkasa bukan menyerah tapi ia hanya ingin membuat Allysa lebih mengenal perasaannya.Angkasa akan memberi waktu untuk dirinya dan Allysa.Entah, ending seperti apa yang disiapkan semesta untuknya.Sudah larut malam,Angkasa sang penghias bumi telah tertidur ditempatnya.Semesta tidak kejam kepadanya, justru karena semesta tahu sang Angkasa kuat, ia memberinya hal yang istimewa untuknya dengan tahapan proses yang akan membuatnya jauh lebih hebat.


...***********************...


Sebelum bel berbunyi tanda bahwa istirahat telah usai Angkasa mampir dulu ke ruang osis.Tak sengaja Angkasa melihat Melliana yang sedang duduk di sofa panjang ruang osis memainkan handphonenya.Langkah Angkasa tidak berhenti ketika melihat Melliana, dengan tekadnya ia berusaha berbicara dengan Melliana.


"Mel, maaf soal kemaren, ga seharusnya gue ngelakuin itu ke lo tapi gue harap lo bisa mencari yang lebih dari gue, gue ga bisa lupain Allysa, sekali lagi gue minta maaf"dengan wajah memelas Angkasa mengatakan hal itu ke Melliana.


Sekilas Melliana merasa aneh dengan sikap Angkasa.Ia belum pernah melihat seorang Angkasa meminta maaf seperti seseorang yang menabrak orang hingga ternyata orang yang ia tabrak menghembuskan napas karena sang penabrak dan meminta keluarganya memaafkan perbuatan tak disengaja yang dilakukan sang penabrak.


"Apakah Allysa yang mengubahnya menjadi sosok seperti ini"batin Melliana.


"Gue maafin lo kok tanpa lo minta maafpun gue pasti maafin lo kok, tapi gue ga bisa janji buat ngelupain lo dan gue gabisa janji buat ngejauhin lo, maaf untuk itu"


"Gue mau kita cuma berteman Mel, gue ga mau lebih dari itu"pinta Angkasa memelas.


"Akan gue usahain tapi bukan berarti gue nyerah gitu aja"Melliana meninggalkan Angkasa yang masih diam membeku dengan ucapan Melliana.


Ditengah perbincangan mereka, Allysa datang ke ruang osis.Allysa tidak mendengar percakapan mereka seperti yang waktu itu dibelakang taman, allysa hanya ingin ke ruang osis dan sekilas ia melihat Angkasa berduaan dengan Melliana.Hatinya terasa sakit tapi ia masih menyakinkan dirinya bahwa ia tidak menyukai Angkasa.Daripada ketahuan mereka Allysa memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang itu tanpa masuk terlebih dahulu.


"Hayoo lo liat apaan"tanya Devina dengan nyengirannya.


"Husshh jangan kenceng-kenceng"tangan devina ditarik paksa Allysa untuk menjauhi ruang osis.


"Ihh kenapa lo narik-narik gue si"


"Gapapa kok, tadi ada yang lagi dugem, bahaya kalau lo lihat, mata lo ternodai nanti"jawab Allysa dengan muka cemberut.


"Lo bohong sama gue sa, jujur aja sa gue siap dengerin lo, jangan bohong gitu kalau sama gue, dari kemaren wajah lo ketekuk mulu"


"Engga kenapa-kenapa kok"menyakinkan Devina dengan senyum keterpaksaannya.


"Sa.., come on"Devina memberi jeda agar Allysa mau berbagi kisah dengannya.


"Gue bingung dev, gue bingung sama perasaan gue sendiri, gue denger kalau Angkasa suka sama gue tapi..."


"What what, lo ngomong apa?"tanya devina yang kaget dengan pernyataan Allysa.


"Angkasa suka sama gue devinaaaaa".sambil kegemesan Allysa menjawabnya.


"Lha terus salahnya dimana Allysaaaa"


"Gue belum siap jatuh cinta dev, gue trauma memberi cinta gue ke orang lagi dev, gue mau fokus ke impian gue, lo paham kan"


"Gue paham sa tapi gue mau nanya ke lo, ketika lo berada di dekat Angkasa apa yang lo rasain sa?"


"Gue seneng kalau deket sama dia, gue juga ngerasa nyaman walaupun awalnya kita sering berantem"


"Terusss....."


"Terus apaan dev"tanya Allysa kebingungan sambil menggarukkan kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


"Kalau Angkasa deket sama orang lain, apa yang lo rasain"


"Siapa yang mau deket sama dia coba dev"sambil memalingkan dari wajah devina.


"Melliana dong sa, siapa lagi yang deket sama Angkasa selain dia, hadehh Allysa".


"Ooooo, hmmmm......kadang gue ngerasa hati gue seketika sakit dev".jawab Allysa dengan suara yang agak dikecilkan.


"Lahhh itu tandanya lo suka sama dia Allysaaaa, gimana si loo gitu aja gapaham".


"Allysaaa, cinta ga pernah salah yang salah orangnya bukan cintanya, lo wajar bahagia sa, lo wajar mencintai dan wajar juga dicintai, lo gabisa memaksakan kehendak lo kalau lo ga cinta dia, kalau semisal dia tiba-tiba pergi menghilang tanpa lo pernah bisa melihatnya lagi itu justru bikin lo nyesel dan bisa-bisa lo nyalahin diri lo sa".


Allysa yang paham akan maksud temannya itu hanya menggangguk mengiyakan ucapan Devina.


"Yaudah kita kekelas aja, lo harus mikirin mateng-mateng karena itu hati lo dan hidup lo, gue cuma bisa kasih saran doang".ajak Devina yang sudah berdiri menunggu Allysa bangkit dari tempatnya.


...******************...


Sebagai ungkapan karena berhasilnya acara pertama anggota osis baru dan merayakan anggota baru osis, Melliana mengadakan sebuah acara untuk seluruh anggota osis.Ia memberikan pengumuman rencananya itu hanya lewat grup whatsapp osis saja karena suasananya juga masih ga karuan daripada entar malah ada keributan.Pikir Melliana itu jalan yang tepat.Toh juga anggota lain menyetujui saja, apalagi mereka gausah ribet-ribet mengurusnya karena katanya sudah diurus keluarganya Melliana.Emang tajir banget si keluarga Melliana, gimana engga, keluarganya sering keluar negeri dan pakainya jet pribadi.Daebak kan?


Puncak, itulah tempat pilihan Melliana.Tidak hanya sejuk tapi juga pemandangannya sangat indah.Bukan karena alasan itu saja tapi ia berharap Angkasa bisa segera sadar bahwa yang mencintainya adalah Melliana bukan Allysa.


Yang tidak kalah penting, mereka diperbolehkan mengajak orang lain jika berkenan.Hal itu membuat Allysa bahagia karena tandanya ia bisa mengajak Devina berjalan-jalan menikmati udara sejuk.Penat rasanya kalau dikota terus, sekali kali mereka bertamasya berdua dengan Devina.Lagian Allysa juga ingin mengenal jauh tentang Devina.


^^^Allysa^^^


"Dev pokoknya lo harus ikut gue"


^^^Devina^^^


^^^"Kebiasaan lo kalau ngomong setengah-setengah:<"^^^


^^^Allysa^^^


"Ya maaf kali dev, gue senengen si, jadi tu gini dev, osis mau jalan-jalan ke puncak dan diperbolehin ngajak temen gue mah ngajak lo ikut kesana,biar ada temennya😊, mau yaaaaaa"


^^^Devina^^^


^^^"Kalau gue ga mau gimana, gue sibuk nii ga waktu?"^^^


^^^Allysa^^^


"Devina gitu niiii😭"


^^^Devina^^^


^^^"Bercanda sa, mana ada gue sibuk sa, gue pasti ikut lo lah, apalagi jalan-jalan gratis kan lumayan pake banget"^^^


^^^Allysa^^^


"Yaudah entar gue kabari lagi deh, tidur dah malem besok kita sekolah, good night devinaaaa"


^^^Devina^^^


^^^"Besok libur kali sa, emang dasar temen gue yang satu ini sukanya sekolah mulu, hari libur masih pinginnya sekolah🙄"^^^


^^^Allysa^^^


^^^"Ya allah lupa gue dev, xixixixi, btw makasih lho dev berkat lo besok gue ga diketawain adek gue"^^^


^^^Devina^^^


^^^"Aduhh, kalau tau gitu tadinya gue gausah kasih tau lo sa biar lo diketawain adek lo😂"^^^


^^^Allysa^^^


^^^"Astaughfirullah dev, lo temen gue bukan si, dahlah devina gitu, gue mau tidur bye^^^


^^^Devina^^^


^^^"Yaudah bye juga, good night sa, jangan ngambek mulu entar mimpinya gue lagi"^^^


Allysa yang melihat chat itu tidak menggubris lagi.Marah? No allysa ga akan marah sama temen sendiri cuma ia sedang kesal saja.Biarlah allysa sungguh ingin merebahkan tubuh dan memejamkan matanya saja saat ini.