
"Dalam keadaan apapun mau takut gelisah sedih jangan langsung bertindak diluar akal karena kita sendiri tidak akan tau akibat yang akan terjadi jika bertindak tanpa akal dan jiwa yang tenang".
...*************************...
"Huaaaa, kenapa mang danang belum juga dateng, kalau kayak gini bisa kemaleman ni aku pulang, udah sepi lagi ni sekolah, apa aku naik taksi aja kali, udahlah naik taksi aja daripada disini kelamaan sama hantu, hiii udah merinding lagi"ucap Allysa sambil mengeluarkan handphonennya.
"Mang aku udah pulang naik taksi jadi mang gausah jemput aku"sms dari Allysa untuk mang danang.
"Iya neng, maaf ya neng bannya bocor neng, neng beneran udah naik taksi kan?"tanya mang danang untuk memastikan.
"Belum si mang tapi ini lagi nyari mang, kalau nunggu mang bakal kelamaan kalau naik taksi paling bentar lagi dateng mang"
"Yaudah neng ati-ati ya neng, sekali lagi mang minta maaf neng"jawab mang danang dengan diberi emoticon nangis.
"Gakpa mang"jawab Allysa.
Jam 17.30 Allysa belum juga mendapatkan taksi, biasanya jam segini taksi sering lewat didepan sekolahan Allysa tapi entah kenapa hari ini sangat sepi sekali bahkan angkotpun ga ada.Allysa mencoba untuk memesan gojek di aplikasi hpnya tapi baterainya keburu habis dan ia tidak membawa powerbank.
Allysa sangat menyesal mengapa tadi malah menyuruh mang danang tidak menjemputnya daripada bersikeras naik taksi dan sekarang malah ia tidak memdapatkan kendaraan untuk pulang.Ia bagaikan menunggu pangeran berkuda putih dengan kostum kerajaan datang menjemput tuan putri baik untuk ia jadikan selirnya.Berasa jadi tokoh dongeng tapi hanya hayalan Allysa karena rasa takutnya sekarang jauh lebih besar daripada tadi.
Keadaan di sekolah sangat sepi bahkan kendaraan didepan sekolahnya biasanya rame sekarang sepi.
"Apa karena ini malam jumat ya"batin Allysa
"Huaaaa gimana ni"sambil berpikir harus gimana.
"Udah sekarang jangan nethink dulu lysa, kamu harus jalan kaki nanti pasti kamu dapet kendaraan yang bisa nganter kamu pulang oke, tenang lysa, kalau pikiran tenang pasti nanti ada jalan keluar, jangan mikir yang engga-engga dulu deh"batin Allysa menyakinkan dirinya sendiri.
Baru berjalan beberapa langkah dari gerbang sekolah, Allysa dikejutkan dengan suara montor yang berhenti disampingnya. Allysa yang masih ketakutan karena pikiran-pikirannya itu, segera mempercepat langkahnya, namun tiba-tiba montornya mengejarnya.Allysa paniklah masa ga panik, ia segera berlari tapi sosok itu malah makin mengejarnya.
Allysa masih mendengar dengan jelas suara montor itu masih mengejarnya, namun saat Allysa hendak berlari lebih kencang, sosok itu memanggil namanya.
Allysa langsung menghentikan langkahnya dengan jantung yang masih berdetak sangat kencang karena emang sebenarnya Allysa sangat jarang berolahraga.Sosok itu membuka kaca helmnya.Allysa kaget ternyata itu adalah Angkasa.
Allysa yang tau itu Angkasa langsung memukulnya dengan lengan kecilnya tapi mampu membuat Angkasa merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya.
"Kuat banget ni cewek padahal dia kelihatan kecil tapi pukulannya sangat menyakitkan"batin Angkasa.
"Kamu ke na pa da ri ta di ga ngomong ka lau kamu Ang ka sa"tanya Allysa terbata karena rasa takut dan kagetnya kalau orang itu bukan Angkasa tapi laki-laki itu atau perampok.Apalagi di zaman sekarang perampok semakin berbahaya, bisa-bisa bukan hanya uang saja yang diambil tetapi nyawanya juga.
"Maaf, kamu tadi langsung lari, gimana aku bisa ngomong ke kamu"jawab Angkasa dengan wajah bersalahnya karena seketika Allysa menangis.
Bingung dong Angkasa, seketika ia refleks turun dari montor dan menepuk nepuk pundak Allysa.Rasa bersalah menghantui pikiran Angkasa sekarang ini.Hingga beberapa saat Allysa sudah jauh lebih tenang berkat Angkasa.
Wajahnya sekarang dilumuri dengan air mata bahkan matanya terlihat bengkak.Angkasa langsung mengeluarkan sapu tangan yang ada di sakunya dan mengelap wajah Allysa agar matanya tidak semakin bengkak.
"Udah kan nangisnya?"tanya Angkasa.
Allysa hanya menganggukan kepala saja.
"Kalau gitu kita mampir ke kedai aja dulu, biar jauh lebih tenang, kayaknya kamu masih takut?"
"Engga kok sa, aku mau pulang sa takut mama khawatir"
Angkasa yang paham dengan maksud Allysa langsung menaiki montornya dan segera menyalakan montornya begitu juga Allysa yang sekarang sudah berada di belakangnya.Sesekali Angkasa melirik ke arah spion, dilihatnya Allysa yang sedang bengong melihat kearah jalanan.
"Mungkin karena dia habis nangis"gumam Angkasa.