ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL6



"Kisah lalu yang sangat berarti kembali terlintas di pikiran, indah namun entah itu kenangan menyakitkan atau justru kenangan bahagia dihidup seseorang"


...***********************...


Montor dengan inisial BA sudah berada di parkiran sekolah yang artinya ketua osis SMAN 8 itu sudah datang ke sekolah.Memang terlihat tidak aneh kalau jam setengah tujuh montor Angkasa sudah ada disana.Bisa dibilang sifatnya menjengkelkan tapi kalau sudah berurusan sama tanggung jawabnya, ia tidak akan mengecewakan siapapun itu dan yaappp mungkin itu salah satu alasan ia jadi ketua osis.


Manusia penghuni sekolah SMAN 8 yang selalu datang pagi tentunya juga bukan cuma Angkasa saja tapi juga jerry nya Angkasa, tepatnya Allysa.Dia paling anti kalau berangkat kesiangan apalagi kalau telat, dia pasti akan menyesalinya dan bisa-bisa ga makan sehari karena keteledorannya.Yang perlu di highlight juga, Allysa menjadi salah satu perempuan pintar di sekolah walaupun bukan paralel satu tapi ia termasuk kedalam sepuluh besar paralel seangkatan dan juga kalau ia mengikuti lomba, ia akan selalu bisa membawa piala kerumah setidaknya juara 3 sudah membuat hatinya berbunga-bunga seperti layaknya pasangan kekasih yang sedang menikmati hangatnya musim semi di sungai han sambil menikmati cokelat hangat dibawah pohon menghadap sang kumpulan air yang menjadi satu dengan teriknya matahari yang tertutup awan sebagian.


Hari ini adalah hari Allysa harus menghadapi ujian yang sangat berat buatnya karena seleksi pendaftaran anggota osis dimulai hari ini.Mau ga mau siap ga siap ia harus bertemu dengan cowok yang paling tidak ingin ia lihat ada dihadapannya.Tapi mau gimana lagi, Allysa hanya bisa terus-terusan berdoa agar nanti sore setelah pulang sekolah setidaknya walaupun bertemu dengan Angkasa bukan Angkasalah yang akan mengujinya sehingga ia hanya perlu menunduk saat tidak sengaja bertemu Angkasa.


"Dor, ngelamun aja, mikirin apa si?"suara mengagetkan itu berasal dari temannya yaitu Devina.


"Astaughfirullah, kerjaan lo kalau ga ngagetin nggoda temennya doang ya Dev?"tanya Allysa sambil memukul kecil pundak Devina.


"Jadi, Allysa ga suka kalau Devina yang cantik ini jailin Allysa temennya Devina niii".


"Engga gitu juga tapi kan.., yaudah ga usah dibahas lagi, okeyyy Devina temen kesayangannya Allysa yang manis ini"jawab Allysa dengan mengibaskan rambutnya menggunakan salah satu tangannya tapi malah membuat Devina ngeri melihatnya.Allysa yang melihat temannya itu hanya tertawa terbahak-bahak.


"Btw tumben lo dah berangkat"tanya Allysa penasaran.


"Yaela sa temennya berangkat pagi ga boleh gitu"


"Yaa, boleh aja si, malahan gue seneng ada lo disini, gue kesepian nii bingung lagi mau apa, perpus pasti belum buka"sambil mengambil handphonennya yang ada di dalam tas.


Belum dijawab ajakan Devina, Devina sudah menarik tangannya.


Pagi itu suasana taman benar-benar sejuk nyaman damai dan lebih menyenangkannya hembusan angin dingin menyapu wajah dan rambut mereka.Itulah salah satu alasan kenapa Devina mengajaknya ke taman pada pagi hari.Seketika terlintas dengan sendirinya, Allysa menanyakan sesuatu yang membuat Devina membeku dan tak bisa membalas pertanyaan Allysa.


"Kok lo bisa tau dev kalau pagi disini benar-benar nyaman?bukannya lo sering kesiangan yaa bahkan kadang lo telat"tanya Allysa.


Devina hanya diam membeku, entah kenapa saat itu ia benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan Allysa.


"Pacarnya dulu sering ngajak dia kesini, bahkan dari subuh mungkin mereka dateng"


Mereka saling melihat darimana sumber suara itu datang.Seketika mereka terkejut, Angkasa cowok yang dibenci Allysa datang tanpa diundang, menjawab tanpa disuruh.Devina yang ga tau harus gimana, ia langsung berlari menuju kelas dan disusul Allysa karena ia merasa tidak enak telah menanyakan hal yang mungkin pertanyaannya telah menyakitinya dan mungkin pertanyaannya adalah kenangan pahit atau bahagia yang dulu pernah hadir dalam kisahnya.Entahlah Allysa sendiri pun bingung.


...***********************...


Allysa merasa tidak enak dengan Devina, namun ia bingung harus bertindak seperti apa.Ia hanya bisa meminta maaf kepada Devina dan untungnya Devina adalah perempuan baik yang akan selalu memaafkan siapapun yang menyakitinya baik sengaja ataupun tidak.


Pulang sekolah Devina langsung pulang dan berpamitan pada Allysa, Allysa hanya bisa mengangguk karena ia ingin membiarkan Devina menenangkan pikirannya dulu.


Allysa berjalan lebih lambat dari biasanya takut kalau tiba-tiba sosok itu muncul dihadapannya, bukan takut juga sii lebih tepatnya males kalau udah ketemu pasti ujung-ujungnya berantem kalau ga ya buat masalah kayak tadi, yaa walaupun tadi dia hanya menjawab pertanyaan Allysa ke Devina tapi tetap saja karena hal itu Devina jadi murung seharian.Kan nyebelin banget jadinya, lagi tenang-tenang tiba-tiba dateng kayak jailangkung aja dateng ga diundang malah nyaut juga lagi.Pokoknya nyebelin banget hari ini tu karena Angkasa.