ANGKALYSA

ANGKALYSA
AL27



Terangnya sinar matahari pagi ini mampu membuat perempuan yang terlelap dalam mimpinya bangun menyambut mentari yang sudah menyapanya dulu sebelum perempuan itu terbangun dari zona nyamannya.Pagi itu Allysa tumben terbangun dengan sendirinya.Ia tidak tau mengapa tubuhnya menyeretnya untuk meregangkan tubuhnya yang telah lama tidak ia bahagiakan.


"Dek bangun temenin kakak olahraga"teriak Allysa ditelinga Dina dan mau tidak mau membangunkan adeknya itu.


"Ihh kakak pagi-pagi udah ngajak berantem aja, Dina mau tidur lagi jangan ganggu, udah sana kakak pergi sendiri"usir Dina dengan mendorong kakaknya agar segera pergi dari kamarnya.


"Dasar punya adek berasa ga punya adek, huhh, yaudah kakak pergi sendiri, entar kakak mau mampir makan di warung bubur mbok nada yakin gamau ikut"bujuk allysa lagi yang sudah tau jelas bahwa adeknya suka bubur ayam apalagi bubur ayam di warung mbok nada, bisa-bisa habis 3 piring dimakan adeknya.


Kali ini mau gimana lagi, adeknya sama sekali tak tergoda dengan tawaran yang diberikan Allysa.


"Ayo jalan lysa, sendirian ga semenakutkan itu kok, lagian juga disana pasti rame gabakal ada yang berani macem-macem"ucap Allysa menyakinkan dirinya.


Berangkatlah Allysa dengan sepeda jepang warna ungu miliknya.Bukan tidak bisa naik montor tapi ia ingin menikmati udara pagi yang terasa jauh lebih sejuk dari biasanya.Hal yang paling Allysa sukai di dunia ini adalah hujan dan suasana yang sejuk mau itu pagi, siang, sore, malam yang penting mampu membuatnya jauh merasa lebih baik.Jalananpun tidak terlalu ramai seperti pagi pada hari biasanya.


"Mungkin karena hari libur jadi orang-orang memilih tetap tertidur dipagi hari untuk merileksan penat yang terjadi di hari sebelumnya, alasan yang logis".itulah yang terlintas dipikiran Allysa.


...********************...


Di bawah pohon Allysa memarkirkan sepeda satu-satunya.Mulailah ia memasangkan headset ditelinganya dengan lantunan lagu percayakan rindu milik Chris Andrian dan segera ia berjalan-jalan memutari lapangan kira-kira satu setengah kilometeran.Kalau disuruh lari Allysa sudah menyerah dulu, ia bukan atlet jadi gabakal kuat deh napasnya.Allysa juga sayang jantungnya kali, kalau tiba-tiba ia kehabisan napas karena lari, gabisa dibayangin apa yang akan terjadi sama dirinya sendiri.Gimana engga, olahraga aja jarang dan sekarang ia hanya bersepeda juga hanya jalan saja udah ngos-ngosan.


Udahlah Allysa juga gapeduli tentang itu.Berjalan juga sudah membuatnya merasa lebih bugar dari sebelumnya.


"Drrrrr drrrr"handphone Allysa berdering.Segera allysa melihat layar handphonennya dan dilihatnya sebuah pesan masuk.Ternyata mamanyalah yang memberinya pesan lewat whatsapp.


Mama


"Allysa bawa uang kan? kalau bawa mama titip beli sarapan ya nak, gas rumah habis mama males ke supermarket nya"tanya mamanya yang to the point.


Allysa


"Lysa belum jawab bawa uang apa engga udah langsung disuruh beli aja ma, assalamualaikum dulu juga kali ma"


Mama


"Mama lagi banyak kerjaan sa, jadi lupa, yaudah assalamualaikum anak mama, anak mama emangnya ga bawa uang?"


Allysa


"Waalaikumsalam mamanya lysa, lysa bawa kok ma, tenang aja ma nanti lysa sekalian beliin sarapan"


Mama


"Dasar anak mama, yaudah kamu lanjut gih, mama mau nyuci dulu"


Allysa


"Iya ma, assalamualaikum ma"


Mama


Saking ga fokusnya, Allysa menabrak seseorang.Lebih tepatnya Allysalah yang tertabrak.Orang itu sama sekali tidak berpindah tempat, Allysa pun sama hanya kepala bagian belakangnya saja yang sakit sedikit.


"Eh sorry gue ga sengaja"ucap pria itu.


Allysa mengenal suara bazz itu.


"Bryan?"sambil membalikkan tubuhnya ke arah orang yang menabrak Allysa.Seketika Allysa merinding, ternyata benar sekali dugaan Allysa.Suara itu milik Bryan, Bryan yang mendengar namanya dipanggil langsung melihat ke orang yang tidak sengaja ditabrak olehnya.Bryan melihat bahwa perempuan itu adalah Allysa, sekarang ini ia sungguh tak percaya.


"Kebetulan yang sangat tak terduga, dunia ini sungguh sempit"menurut Bryan.


"Lo ngapain disini?"tanya Allysa yang masih memegangi kepalanya.Sudah tidak sakit juga tapi masih terasa nyut-nyutan.


Bryan yang hendak mengelus kepala Allysa tiba-tiba tangannya terhenti.Allysa sudah menjauhkan kepalanya terlebih dahulu sebelum Bryan memegang kepalanya.


"Gue ga bermaksut buat nyentuh lo kok, maaf sa gue tadi ngelamun jadinya nabrak lo deh"ucap Bryan dengan wajah tampannya yang sudah dilirik cewek-cewek yang ada disekitar mereka.Ditambah lagi jaket yang terlihat basah karena keringatnya mampu membuatnya terlihat cool.Pemandangan yang tidak boleh terlewatkan bagi cewek-cewek itu.


"Gue tau kok, yaudah gue duluan"jawab Allysa meninggalkan Bryan yang masih dilirik cewek yang berlalu lalang.


Tanpa persetujuan Allysa, Bryan mengekori Allysa dengan berjalan bersama disamping Allysa.Rasanya Allysa ingin menabok laki-laki yang sekarang ada disampingnya.Bagaimana tidak, mereka seperti selebriti saja.Bukan mereka tapi hanya Bryan saja, allysa menyadarinya kok, ia tak secantik song hye kyo dan selucu kim hye yoon yang mampu dilirik kesana kemari.Yaudahlah, allysa tidak ingin memedulikan mata yang selalu melihat mereka berdua, Allysa hanya ingin segera ke warung mbok nada untuk membeli sarapan yang dipesan mamanya.


"Sa, temenin gue makan dong, please"rengek Bryan seperti anak kecil.


"Gue ga mau Bryan, gue udah ditunggu mama gue buat beliin sarapan"jawab Allysa ketus.Ia sudah kehilangan kesabaran karena cewek-cewek yang selalu menatap mereka dengan sinis.


"Ada yang pingin gue tanya, mau lah sa"bujuk Bryan dengan wajah sok cutenya tapi mampu membuat perempuan disekitar mereka yang melihatnya teriak histeris seperti sedang bertemu idolnya saja.


"Gue ga mau Bryan, kalau mau tanya langsung tanya aja, ga usah basa basi bisa kan, tapi kalau seputar pribadi gue, gue ga mau jawab, mau lo alesan apapun itu gue ga mau peduli"jawab Allysa sambil memesan bubur untuk sarapan keluarganya.


"Lo disekolah ga judes kenapa sekarang judes si sa?"tanyanya keheranan karena sikap Allysa yang berbeda jauh saat di luar maupun saat di sekolah.


"Lo ga lihat apa tu cewek-cewek pada lihat gue dengan tatapan sinis kayak gitu, gue risih Bryan makanya cepetan lo mau ngomong apa"minta Allysa pada Bryan dengan wajah yang berkerut menandakan ia sudah tak tahan berlama-lama dengan Bryan.


"Oke, gue akan tanya tapi lo harus jawab,....sebenernya lo suka Angkasa ga si sa?"tanyanya to the point agar penasarannya terpuaskan.


"Pertanyaan yang ga perlu gue jawab"


"Sa tolong dong jawab, Allysa kan baik, pinter, cantik pula"bujuk Bryan agar Allysa mau menjawab pertanyaannya.


"Yaudah gue jawab niii, jawaban gue......engga tau, dah gue jawab kan, dah gue mau pulang"dengan membawa dan membayar pesenan bubur yang sudah dipesan allysa.Allysa segera berlari menjauhi Bryan dengan senyumnya yang ingin segera menertawakan ekspresi bryan, kalau kelamaan juga Allysa disana sama saja ia berada di kandang harimau.Bisa disergap dan dimakan kapan aja.


"Sungguh menyebalkan berada dekat orang-orang tampan"batin Allysa.


Allysa sungguh tak bisa menahan tawanya, biarlah orang menganggapnya gila.Habis gimana lagi, ekspresi Bryan tidak mencerminkan wajahnya yang tampan.Allysa juga tidak mau menertawakannya terlalu lama, dinaiki sepeda miliknya dan segera ia mengayuh pulang ke rumah.Keluarga tercintanya pasti sudah menunggu Allysa untuk sarapan.