
Saat Ken dan Téa pergi untuk mencuci tangan, handphone Téa tergeletak di atas meja.
Tiba-tiba handphone Téa berdering
Elzaky duduk di samping Ken jadi ketika ada suara handphone berdering di sampingnya dia langsung tahu.
Zaky melihat nama yang muncul di layar hp Téa. Alisnya mengerut kemudian mengambil alih hp Téa untuk memperjelas.
'Mama Dewi tersayang' begitulah nama kontak yang menelepon Téa.
"Bukannya ini nama Tante gue?" gumam Zaky. Tangannya mengeluarkan hp miliknya dari saku dan langsung mencari kontak Tantenya. Dia menyamakan nomor telepon 'Mama Dewi tersayang' dengan nomor Tante Dewi-nya.
Sama
Sama persis. Berarti memang orang yang sama. Tapi kenapa Tea menamai kontak Tante Dewi dengan 'Mama Dewi tersayang?'
"Kenapa? Siapa yang nelepon Téa?" tiba-tiba Daren bertanya pada Zaky. Zaky terperanjat dari lamunannya.
"Gak tau," jawab Zaky asal. Dia memfoto layar hp Téa yang masih menunjukkan panggilan dari 'Mama Dewi tersayang' dengan kamera hp miliknya.
Kemudian dia menaruh hp Tea di tempat semula.
Dari awal ketika dia melihat Téa, pertama yang muncul di pikirannya adal Tante Dewi. Karena wajahnya memiliki beberapa kesamaan dan bahkan vibe dari keduanya mirip.
Apalagi setelah kejadian ketika Téa membantu Rita yang dipermalukan oleh Ken. Kata-kata yang diucapkan oleh Téa sama dengan kata-kata yang pernah didengarnya dari Tante Dewi.
Dia yakin ini semua bukan sekedar kebetulan. Dia akan mencari bukti untuk membuktikan dugaannya mengenai hubungan Téa dan Tante Dewi.
...…...
Téa berbaring di ranjang kamarnya sambil mendengarkan podcast. Dia baru saja memakai rangkaian skincare dan bodycare.
"Laki-laki itu sebaiknya Menikah ketika Siap, punya Prinsip, Berkecukupan, Sehat, tampil Senyamannya, jadi yang Dimau, Gak kasar sama perempuan, mau Mendengarkan. Kalau begitu, siapa sih cewek yang gak klepek-klepek sama cowok yang begitu?"
"BETUL!" Téa berseru kencang dan bangkit duduk sambil mengacungkan kedua lengannya ke atas, tangannya mengepal semangat.
Drrtt
Téa mengalihkan pandangan ke arah hpnya yang berdering, menampilkan nama kontak 'Aryn'.
Téa mengangkat panggilan dari Aryn. "Halo," sapa Téa saat panggilan terhubung.
"Téa, rekomendasiin lip balm atau lip glow dong yang bagus," ucap Aryn meminta saran.
"Bentar." Téa membuka aplikasi Shopee dan melihat riwayat pembeliannya.
"Aku beli Lip glow merk Heygurl. Baguss, bisa beli di Shopee atau instagram. Nama akunnya @Heygurl.id. Warna lip glow nya bagus semua dan udah lumayan terkenal juga," beber Téa.
"Boleh deh, kamu kirim link produknya di Shopee lewat chat ya," pinta Aryn.
"Oke siap."
"Kalau serum bibir yang bagus dan ampuh mencerahkan bibir merk apa ya?" tanya Aryn kembali.
"Merk Jiera, Noera, Blishful, pilih aja salah satu, sama aja ketiganya bagus," saran Téa.
"Oke, oke, Thank you beb," ucap Aryn.
"Iya sama-sama." Tut … Panggilan terputus.
"Ayo lanjut lagiii!" pekik Téa dan mulai fokus mendengarkan podcast kembali.
"BERHENTI LAKUKAN INI KALAU KAMU MAU SUKSES! Pertama, berhenti TIDUR larut malam."
Téa melihat jam digital yang ada di nakas samping tempat tidur. "Baru jam 8 malam, masih belum malem banget kan?" gumam Téa.
"Kedua, berhenti MELEWATKAN olahraga."
"Aku sering olahraga kok, kalau setiap pagi mau berangkat ke sekolah pasti turun lewat tangga ke arah parkiran motor, terus di sekolah juga ke kelas naik-turun tangga, jarang pake lift. Kadang juga lari pagi di hari minggu, terus latihan Tari, latihan Taekwondo. Kayaknya itu semua termasuk olahraga," tutur Téa sambil mengingat-ingat kegiatan apa saja yang dia lakukan dan termasuk kategori olahraga.
"Ketiga, berhenti PEDULI yang orang-orang pikirkan."
"GAK BISA," ngegas Téa protes.
"Ini susah banget sih, kadang overthinking terus mikirin pandangan orang-orang tentang semua yang aku lakuin," keluh Téa lemas.
"Keempat, berhenti DENGERIN omongan negatif."
"Mana bisa." Téa berguling-guling di kasurnya.
"Kelima, berhenti MAKAN makanan junk food dan gak sehat."
"Kalau ini masih bisa diusahain, tapi gak perlu berhenti juga gak sih? kurangin aja jangan keseringan makanan gak sehat, kalau sekali-kali gak papa," imbuh Téa.
"Ke enam, berhenti BUANG-BUANG waktu."
"Nah, ini emang betul sih, tapi syukurnya aku terbilang orang yang produktif," cetus Téa.
"Terakhir, mulai BANGUN GOAL & MIMPIMU."
"Udah, nanti lulus SMA aku mau kuliah fashion designer, terus pengen jadi seorang designer pakaian. Punya brand pakaian sendiri juga," ucap Tea berharap.
Téa terus mendengarkan podcast sampai ketiduran.
...…...
"Kak Zaky terlalu cuek, susah banget deketin dia," ujar Ana mengeluh.
"Ah lo mah masa putus asa, dia kalau gak cuek ya pasti sekarang udah punya cewek," tukas Aryn savage.
"Pepet aja terus, lakuin apa yang lo mau sama dia, tapi jangan sampe kayak pengemis," lanjut Aryn sambil mengepalkan tangannya. Memberi semangat kepada Ana.
"Dibanding sama orang lain, Kak Zaky masih welcome sama kamu lho. Kalau orang lain yang ngejar-ngejar Kak Zaky pasti udah ditendang," ucap Téa sambil terkekeh.
Ana langsung duduk tegak mendengar ucapan Téa. "LO BENER!" teriak Ana.
"Shutt," tegur Téa dan Aryn bersamaan. Ana langsung membekap mulutnya.
"Lo bener, masih mending gue cuma dicuekin sama Kak Zaky tapi dia tetep gak ngancem gue untuk ngejauh. Beda sama cewek lain yang langsung diusir," jelas Ana bahagia.
Ana menyalakan hpnya dan langsung membuka aplikasi chat yang menampilkan room chat nya dengan Zaky.
Kak Zaky🖤
...Hari ini...
^^^Kak Zakyyy, Good morning✨😙^^^
^^^06.17^^^
[Read]
06.45
"Kirim gombalan kali ya," gumam Ana.
"Kasih kata-kata gombalan dong yang ada unsur pelajaran terus bisa bikin Kak Zaky kejang-kejang," pinta Ana pada Aryn dan Téa.
"Mana mungkin seorang Elzaky Blaugrafi Kendrick bisa kejang-kejang cuma karena gombalan," ledek Aryn sambil menoyor pelan kepala Ana.
"Ih lo ya!" Ana berseru kesal pada Aryn.
"Asam lemah ketemu basa konjugasi jadi larutan buffer. Aku ketemu kamu kok jadi baper? Ahaha bener ga si?" lontar Téa yang langsung tertawa malu mendengar gombalan darinya.
"Woah!" Ana dan Téa langsung bertepuk tangan heboh mendengar kata-kata gombalan dari Téa.
"Cakep," puji Aryn.
"Jago juga lo," ujar Ana yang langsung mengetik kata-kata gombalan yang tadi diucapkan Téa.
"Jadi apa tadi?" tanya Ana yang lupa kata-kata dari Téa.
"Jadi larutan buffer?" jawab Téa ragu.
"Nah iya, te—rus aku ketemu kamu kok jadi baper. Hahaha lucu … lucu," eja Ana sambil mengetik.
Terkirim✈
"Kira-kira gimana ya balesan dari Kak Zaky?" ucap Aryn sambil menerka-nerka.
"Ah dia pasti lama jawabnya atau gimana kalau cuma di read doang?" ucap Ana yang langsung overthinking.
"Gak boleh mikir yang buruk-buruk," nasehat Téa, mencoba menenangkan Ana.
Beberapa menit kemudian
Kak Zaky🖤
^^^Asam lemah ketemu basa konjugasi jadi larutan buffer. Aku ketemu kamu kok jadi baper🙈😚✨💋^^^
^^^10.15^^^
Kenapa? Dimana?
10.21
"AH! dibales dong!" teriak Ana excited.
"Apa? Apa balesannya?" tanya Aryn gercep. Téa juga langsung mendekat dan mengintip layar hp Ana.
"Katanya kenapa? Dimana?" ucap Ana menirukan gaya dingin seorang Elzaky.
"Halah, kirain bales godaan lo," cibir Aryn.
"Kayaknya itu bentuk perhatian dia deh," ucap Téa mengira.
"This!" tanya Ana menunjuk Téa. "Lo tau? Ini itu termasuk keajaiban! Keajaiban! Kapan lagi ditanyain keadaan sama lagi dimana ke gue." Ana menunjuk-nunjuk hpnya dengan heboh.
"Ya ya ya, udahhh … malu diliat yang lain," bisik Aryn sambil menengok kanan dan kiri.
Ana menutup mulutnya dan kembali tenang.
"Kayaknya love language lo Word of Affirmation, ditanya segitu aja udah senengnya minta ampun," seloroh Aryn sambil menggeleng-gelengkan kepala.