
Hari Kamis—
“woi, yang kemarin waktu pulang piket siapa?” Arif berteriak di depan kelas.
“Ada apa?” tanya Tirah.
“dari hari Senin, nilai kebersihan kita selalu A, hari ini kita dapet B+, padahal cuma sampe hari Sabtu penilaiannya, harusnya target kita seminggu harus dapet nila A berturut-turut” ucapnya kesal.
“Yah...” banyak yang mengeluh mendengar nilai kebersihan hari ini B+
“Kemaren kan pada sibuk latihan, pada lupa kali” sahut Felix mengingat kemarin hampir semua murid laki-laki latihan untuk pertandingan, sebagian besar murid perempuan juga ikut menonton mereka latihan.
“nah bener” sahut seorang laki-laki yang merasa kemarin dapat jadwal piket tapi dia ikut latihan untuk pertandingan nanti.
“berarti harusnya yang dapet jadwal piket yang gak sibuk latihan buat lomba” sahut Tina.
“Rah, rombak jadwal piket jangan sampe kayak kemaren” titah Arif pada Tirah.
“oke” Tirah mulai mengeluarkan buku tulis dan bolpoin nya, membuat jadwal piket kembali.
“btw, hari ini taman kita udah di siram air?” tanya Arif teringat dengan sepetak taman bagian kelas mereka.
“lah, belum. Lupa gue” sahut seseorang.
“gih, yang ciwi-ciwi mending siram dulu tuh taman dari pada sibuk ngegosip” suruh Felix.
“canda gosip” sahut Ana yang meledek Felix, karena sebenarnya yang sibuk ngegosip itu Felix.
“Udah ah, Yo mending siram tanaman. Kasihan mereka juga makhluk hidup yang butuh air biar tetep hidup, nanti layu yang mampus kita” ajak Gina—salah satu murid perempuan XI IPA-2.
.........
“Tin, kok sekarang dah bisa bahasa Inggris? Tips dong” tanya Tirah pada Tina sambil menyiram tanaman.
“kok tahu?” Tanya Tina dengan kaget.
“kemarin gue ke ruang guru, mereka kan pada sibuk rekap nilai ya, terus waktu gue ketemu Bu Dara (guru bahasa Inggris XI IPA-2) dia bilang gini ‘Tirah kapan naik nilai inggrisnya?, Padahal Tina akhir-akhir ini bhs. Inggrisnya udah ningkat lho, kemarin aja nilai ujiannya udah bagus’" jelas Tirah.
“kok bisa di bandingin sama Tina?” tanya Tea penasaran, saat ini dia sedang sibuk mencabut daun mati yang ada pada tanaman sambil berjongkok.
“Tina kan sobat gue, kemana-mana selalu bareng mana tetanggaan lagi terus kita juga sama-sama jelek bahasa Inggrisnya, mungkin karena nilai inggrisnya dia ningkat masa kok gue enggak” jelas Tirah.
“Tina les Inggris kali” celetuk Aryn.
Tina langsung menggeleng, “nggak”
“Aku belajar lewat aplikasi Busuu, Cake, Duolingo terus lagi belajar lewat nonton film kayak Harry Potter, Beauty and the beast, Alice in wonderland, coba aja nanti juga sedikit-sedikit ada peningkatan” jelas Tina.
“Woahhh, rempong amat ya, tapi karena nilai Inggris Lo ningkat pasti emak gue rempong nanti, gue coba belajar mulai dari nonton film aja kali ya. Nanti tolong kirimin link filmnya ya Tin” ucap Tirah.
“oke”
“tir, nih kayak gue, jago Inggris nya udah sampe puncak” sahut Gina menyombongkan kemampuan Inggrisnya.
“sombong amat Bu” cibir Aryn dengan nada bercanda.
“coba deh Lo follow akun tiktok @jagobahasacom, di sana juga ada pelajaran bahasa Inggrisnya, pokoknya mantul” ucap Gina mempromosikan akun tiktok yang selalu membantunya belajar bahasa Inggris.
“kayak gini ya, kita kan sering ngomong CMIIW, BTW, LOL, POV, FYI, FAQ—dari awal gue ngomong gitu gue kira itu cuma bahasa gaul ya, ternyata itu singkatan-singkatan bahasa Inggris” cerita Gina dengan heboh.
“gue dari dulu tahu BTW tuh by the way alias ngomong-ngomong” sahut Cinta (salah satu murid perempuan XI IPA-2).
“gue cuma tahu LOL itu bodoh” ucap Tirah.
“Yang bener aja” protes Ana.
“Yeeuu, LOL itu singkatan Laughing Out Loud artinya tertawa terbahak-bahak” jelas Gina yang tertawa mendengar ucap Tirah.
“malu gue oy” gerutu Tirah.
“Coba yang lainnya tahu gak apa aja arti yang tadi gue omongin?” tanya Gina angkuh.
“POV itu Point the view artinya sudut pandang, aku tahu karena sering baca novel” jawab Tea.
“tunggu, gua tadi denger ada yang fu*k ya? Emang itu ada singkatannya?” tanya Aryn pada Gina.
“Heh” Ana menyentil bibir Aryn yang tanpa sengaja mengatakan kata umpatan kasar.
“Issh, sakit lho ini An” protes Aryn mengusap bibirnya yang terasa cenat-cenut.
“mana ada, gue nyebut FAQ ya F. A. Q singkatan dari Frequently ask Question artinya yang sering di tanyakan” jelas Gina.
“itu mah bukan bahasa gaul atau kekinian, gak pernah denger gua” protes Aryn.
“Lo aja yang kuper” cibir Gina.
“CMIIW itu correct me if I’m wrong artinya koreksi jika saya salah, terus kalau FYI itu For your information artinya sebagai informasi. Udah ah kok malah jadi kayak les Inggris” jelas Tea.
“eh gue baru sadar, gara-gara Gina tuh. Balik ke kelas aja, udah beres ini nih taman” ajak Tirah.
“Lo ya yang awalnya mulai topik tentang bahasa Inggris” sangkal Gina membela dirinya.
“stop, ayo balik”
.........
“Heh, jangan masuk” teriak Arif yang melihat Tea dan yang lainnya berniat masuk ke kelas.
“ada apa?” tanya Ana, bingung kenapa Arif menghentikan mereka.
“pada buka sepatunya dulu gih, baru boleh masuk, coba lihat—sepatu Lo pada kotor kena tanah” jelas Arif dan menunjuk rak sepatu berwarna cream di samping pintu masuk kelas.
“kok ada rak sepatu?” tanya Aryn beranjak mendekati rak sepatu yang baru terlihat.
“baru di pasang itu” jawab Arif.
“buruan buka sepatu kalau mau masuk” desak Arif.
“issh, masa harus nyeker?” protes Cinta tak terima kakinya harus bersentuhan langsung dengan lantai.
“Jangan banyak protes” ucap Arif memelototi Cinta.
Tea menjadi yang pertama bergerak melepaskan sepatu sekalian dengan kaos kakinya, “hih... dingin” Tea bergidik merasakan sensasi dingin di telapak kakinya.
“Kaos kakinya mah gak usah di copot atuh neng” jelas Arif dengan gemas pada Tea.
“Gak boleh ya?” tanya Tea dengan pelan.
“eh, boleh juga sih kalau mau kaos kakinya di lepas” ucap Arif.
“Yaudah” Tea langsung berjalan masuk ke dalam kelas.
“Tea” panggil Ken.
“Kenapa?” tanya Tea menghampiri Ken.
“Kenapa kaos kakinya ikut di lepas?” tanya Ken sambil menyipitkan matanya dengan tajam, tangannya menarik Tea agar duduk di sampingnya.
“pengen aja, kakinya gerah” ucap Tea.
“Pake lagi ya?” pintanya pada Tea.
“Gak boleh?” tanya Tea heran kenapa Ken tak memperbolehkannya bertelanjang kaki.
“Kakinya kelihatan” jelas Ken mengusap dengkul kaki Tea.
“Sebentar aja ih, gerah kakinya, sejuk tahu nyaman banget” rengek Tea menggerak-gerakkan kakinya.
“diem” tukas Ken menahan kaki Tea agar tidak bergerak hiperaktif.
Sudah di bilang, rok seragam hanya mencapai paha di tambah tidak menggunakan kaos kaki yang membuatnya mempertontonkan kulit putih nan mulus Tea—mana sudi Ken membiarkan ini jadi pemandangan para buaya di kelas. Hohoho~ jangan harap.
“kali ini aja, ke depannya jangan boleh” peringat Ken lalu dia mengeluarkan sandal bulu beludru lembut dari bawah meja dan menyerahkannya pada Tea.
“woahh, lucunya gambar kucing” Tea menganga dengan kagum.
“coba pake” titah Ken.
“pasangin” pinta Tea sambil menggerak-gerakkan kakinya.
“Di bilang jangan gerak in kakinya kayak gini” ucap Ken sebal, tangannya menahan kedua kaki Tea sambil memasangkan sandal bulu beludru pada kaki gadis kecilnya.
“lucu” Tea berjongkok dan memainkan bagian telinga kucing yang ada di sandal beludru nya dengan gemas.
“TEA... sini ikut tiktokan” teriak Ana pada Tea.
“Pengen ikut” seru Tea.
“jangan” cegah Ken.
“Ih, yang lain juga ikut tuh lihat ada Ana sama Aryn” tunjuk Tea pada kumpulan perempuan yang berkumpul dekat jendela.
Ken menghela nafas, “sana” ucapnya mengalah.
“dadah” Tea melambaikan tangannya lalu sedikit berlari menghampiri Ana.
“apaan tu dadah” gumam Ken lalu memilih bertumpu dagu dan memperhatikan kegiatan Tea.
“mau bikin tiktok apa?” tanya Tea.
“Itu kita bikin tiktok sindir-sindiran yang lagi viral, nah ini si Gina lagi bagi-bagi dulu kalimatnya” jelas Ana.
Tea mengangguk, “oke” ucapnya membuat tanda lingkaran dengan gabungan ujung jempol dan ujung telunjuk.
Setelah beberapa saat, “nah, udah gue kirim kalimatnya lewat chat, hafalin gih yang belum hafal” ucapnya lalu menyimpan HP-nya di jendela.
“kita butuh 4 kursi, jadi 4 orang duduk 4 orang lainnya berdiri di belakang” ucap Gina, yang lainnya langsung mengangkat kursi dan menyusunnya dengan rapi.
“nah ayo-ayo, Tea, Ana, Aryn, sama Tirah duduk di kursi terus gue, Cinta, Ayu sama Zara di belakang” ucap Gina menyusun posisi, menarik teman-temannya ke posisi yang tadi di sebutkan nya.
“udah hafal kan lagunya?” tanya Gina.
“Iya” ucap mereka serentak.
“satu orang satu sound, jadi ini tuh ada 8 sound tiap sound berubah berarti itu giliran orang lain” cerocosnya.
“Terus jangan lupa, ekspresinya itu lho, harus menghayati banget” peringatnya.
“Iya ayo mulai Gin, gak cape apa Lo nyerocos mulu” cibir Cinta dengan sinis.
“Eh, eh, minta bantuan dong, siapa aja nih yang ikhlas buat teken tombol play tiktok gue” teriak Gina berharap ada satu temannya yang mau membantu.
“gue, gue aja” sahut Felix yang penasaran dan mendekat pada mereka.
“heboh banget, cuma tiktokan doang ribetnya minta ampun” cibir Alex.
“tuh anak napa ikutan” heran Daren melihat Aryn yang ikut bermain tiktok.
“Gue hitung sampe 3 ya” ucap Felix bersiap menekan tombol play sambil menghitung.
“1. 2. 3” ucapnya dan menekan tombol play.
Sound dari apk tiktok pun terdengar— semua perhatian tertuju ke kedelapan perempuan yang tengah sibuk menggerakkan tangannya.
“Kukira beras,
Ternyata jamu,
Kukira mbaknya berkelas,
Eh di chat cowok orang mau...
Lanjut” ucap Gina.
“Kukira sepupunya,
Eh ternyata selingkuhannya...
Lanjutt” ucap Ana.
“wah, cari mati nih orang, emang bang El punya sepupu cewek?” gumam Alex menggelengkan kepala.
“Kukira pacaran,
Ternyata cuma dianggap teman,
Hahayyy...
Lanjuttt” ucap Tirah.
“Kukira gelas,
Ternyata plastik,
Kukira mbaknya berkelas,
Ternyata MUNAFIK,
Lanjuttt” ucap Cinta.
“Kukira tas,
Ternyata petasan,
Kukira prioritas,
Ternyata pelampiasan,
Lanjuttt” ucap Aryn.
Daren menggebrak meja dengan pelan tak terima dengan ucapan Aryn.
“ngomong apa tadi?” geramnya pelan.
“selow coy” ucap Alex yang kaget dengan gebrakan tangan Daren.
Ken menyipit tak suka, kira-kira kata-kata seperti apa yang akan Tea ucapkan?
“Kukira jagoan,
Ternyata cabe-cabean,
Hahayyy...
Lanjuttt” ucap Zara.
“Kukira permen ternyata es kulin,
Kukira mas nya jentelmen,
Ternyata kalau ada masalah suka cari cewek lain,
Lanjjuttt” ucap Tea.
“Heh” Ken bangkit berdiri, tak suka mendengar ucapan Tea—meskipun itu hanya untuk tiktokan. Tetap tidak suka, memangnya dia cari perempuan lain saat sedang ada masalah? Tentu TIDAK PERNAH DAN TAK AKAN PERNAH.
“Kukira rubik,
Ternyata arang,
Kukira baik,
Ternyata, suka nikung PACAR ORANG” ucap Ayu.
Ting Ting🎵
Malam malam Ruby...🎵