
🌷HARI SABTU.🌷
Matahari menjulang tinggi,panas yang menyengat bisa membakar kulit,karena desa ini dataran sedikit tinggi,jadi gersang dan tandus kalau tengah hari,beda dikota M panas nya tidak menyengat dikulit Aku.
Setelah Aku mandi,Aku berhias diri didepan cermin,memakai lipstik mama sedikit, walau sebenarnya Mama marah kalau Aku pakai lipstik,mumpung gak ada Mama karena lagi berdagang,jadi Aku bebas melakukan apa saja.Ayah juga lagi kerja karena ini masih jam satu siang,Adik sepulang sekolah pasti pecicilan ditempat tetangga.
Setelah Aku berhias diri,Aku berjalan keruang tengah menekan tombol On Televisi.
"Ah gak ada yang enak filmnya" kataku sendiri saat memutar-mutar Chenel Televisi mencari siaran. Aku tidak jadi nonton televisi karena bosan.
"Ah kerumah Viva aja deh" gumamku sambil semangat karena ide itu terlintas,Aku melihat jam dinding,mungkin Viva sudah pulang sekolah.kalau kerumah Wati jauh, jadi Aku putuskan kerumah Viva saja.
Aku berjalan sambil membawa payung, maklum takut gosong,karena Aku sedikit kemayu orangnya, selain plin-plan sih.Tak berapa lama akhirnya Aku cepat sampai kerumah Viva, hanya pohon-pohon pisang membatasi rumah kami, lalu Aku berjalan mendekati pintu belakang dapur rumah Viva.
"Viva....Viva..." panggilku dari pintu dapur rumah belakang Viva.
"hei dari depan Yun" sahut Mama Viva yang mengintip Aku dari cendela depan rumah Aiva, Aku langsung berjalan kedepan rumah teman Aku ini, mama Viva bilang dia ada disamping rumah Hadi,jadi dia tidak menahu Aku datang.
Aku berjalan kerumah hadi, "Hei" ucap Viva senyum sambil melihatku yang berjalan mendekatinya,Viva terduduk sendiri dibangku panjang buatan bapak kandung Hadi.
"sendirian kau Vi?,baru pulang sekolah?" tanyaku,Aku langsung duduk disebelah Viva dibangku kayu tersebut yang terletak disamping rumah Hadi.
"Lagi mikir nih nanti malam ketemu putra, iya aku baru pulang,baru aja habis makan" kata Viva sambil lengan Viva menopang dagunya.
"Enaklah yah,ketemu pujaan hati nanti malam" kataku sambil melihat Hadi yang berjalan kearah dapur.
"slow kau,nanti malam aku ajak kau kenalan sama dia"sahut Viva sambil nyengir.
"nanti aku jadi obat nyamuk,gak enak dong" jawabku sambil kernyit dahi.
Kata Viva biasanya pacar dia datang bawa teman lain,jadi aku gak akan jadi obat nyamuk mereka nanti malam,aku iya-iya saja gak enak juga ganggu orang kencan,ya sebagai teman Au hargai ajakan Viva.
Tiba-tiba aku kebelet pipis,tanpa kata lagi Aku berlari saja,Viva mengerti dan tau karena Aku berlari kecil kearah toilet kepunyaan keluarga hadi.Aku tidak bisa berlari kencang karena takut jahitan operasi ini terbuka lagi,atau kenapa-kenapa.
Rumah kami sama semua terbuat dari kayu, karena rumah dinas khusus karyawan,itu jatah dari perusahaan,kamar mandi Hadi berada diluar rumah, beda dengan kamar mandi rumahku,karena Ayahku tukang bangunan,dia merubah semua dan membuat kamar mandi sendiri didalam rumah kami.
"Sreet" kakiku hampir terpeleset jatuh tapi tidak kelantai, karena Hadi menangkap tubuhku, tangan Hadi melingkar dipinggangku, seperti dance romance,Aku menatap matanya dia juga begitu,kami saling menatap sedikit lama,Aku tersadar riandi lalu cepat-cepat Aku menarik tubuh menjaga jarak dari Hadi.
"Ma-maaf ya bang,aku buru-buru udah sesak banget" kataku sedikit canggung tanpa melihat wajah Hadi,hanya melihat air didalam tong tersebut.
"Hati-hati..tadi mama abang habis nyuci kain,jadi belum disiram,abang depan dulu ya" kata Hadi sedikit canggung juga.
Aku menutup pintu kamar mandi.Didalam kamar mandi Aku menuntaskan hasrat buang air kecil ini, sesambil terjongkok Aku memikirkan kejadian tadi.
bodoh amat sih aku,kok bisa aku mau jatuh tadi, ah malah Hadi yang tangkap badan aku ini,syukur gak ada yang lihat. ucap batinku.
Selesai dari kamar mandi aku berjalan lagi ketempat tadi, Aku melirik Hadi yang lagi duduk dibalkon teras depan.
"Woi.. lama kali kau Yun,ngapai aja?" tanya Viva karena ternyata dia menunggu Aku.
"Lama ya..?,tadi banyak minum aku ehehe" jawabku sambil menutupi kejadian tadi, Viva memanggil Hadi kami jadi sedikit canggung. Entah kenapa jadi canggung begini, mungkin karena hadi menyentuhku secara tidak sengaja, soal wajah kami sedikit lagi bersentuhan.
"Vi aku pulang dulu ya,udah sore nanti malam kita ketemuan ya,bye Vi...bye bang Hadi" ucapku sambil berjalan dan melambai saja. Hadi menatapku saat aku berjalan,Aku tau tatapan itu ah..apa semua pria begitu ya? entahlah...
************
🌷MALAM HARINYA🌷
Aku sudah siap dengan baju kaos oblong dan celana jeans panjang,sebenanya Mama sudah marah karena aku gak pakai hijab,Aku yang keras ini mana mau dipaksa-paksa, jadi Aku keluar rumah tanpa hijab dari sejak Aku opname kemarin.
Aku ngendap-ngendip siapa tau Mama melihat Aku keluar dari rumah, karena dia melarangku,apalagi Aku baru sembuh,tapi Aku jenuh dirumah saja,Aku berlari kecil menuju dapur karena kalau dari depan Ayah akan tau Aku keluar malam,masalah pulang nanti urusan belakangan,yang penting Aku bisa pergi tanpa halangan dari Mama.
"Sut..sut..sut" ada orang berdecis mulut dari arah pohon besar dekat rumahku,Aku melihat bayangan cewek,aku tau pasti itu Viva, Aku berjalan menuju pohon tersebut.
"Kayak maling kau, pasti kau gak izin sama mama kau yun" kata Viva,kami berdiri berhadapan.
"Payahlah Vi,kalau aku izin pasti gak dikasih, mending aku diam-diam,masalah pulang entar banyak alasan eheheheh..." kataku sambil tolak pinggang dihadapan Viva.
"Ayo kita nunggu disebelah rumah kau Yun, putra nanti disana tunggu aku" ucap Viva lalu kami berjalan menuju rumah sebelah rumahku,karena disitu ada warung.
"Hai" suara Putra sudah memanggil saat kami berjalan menuju rumah warung kelontong itu. Sepertinya memang sudah direncanakan putra sama Viva ketemuam disini, hanya lewat telepati hati,jam yang sama bisa tau kapan datangnya.
"Sayang kenalin ini Yunita" kata Viva sambil duduk disepeda motor putra. Aku berjabat tangan dengan Putra menyebut nama masing-masing, Aku sedikit kecewa,Viva juga sama, karena Putra tidak bawa kawan lainnya hanya sendirian dengan sepeda motor.
"Udahlah gak apa,entar kalau kita kencan kita menjauh"kata putra saat kami bingung karena Viva gak mau aku jadi obat nyamuk.
Akhirnya kami memutuskan pergi bertiga,kami tarik tiga naik diatas sepeda motor putra,sepeda motor astrea prima,motor Putra melaju ditempat remang, dibelakang rumah orang.Karena disitu ada joglo dari anyaman bambu,terletak begitu saja dibelakang rumah orang.
"Maaf ya yun,aku kira pacarku ini bawa teman nya"kata Viva saat kami sudah duduk diatas joglo tersebut.
Kami akhirnya ngobrol,mungkin Putra sudah mulai risih, karena Aku melihat kalau dia terus megang jemari Viva,Aku jadi gak enak.
Seseorang berjalan menuju kearah joglo, kami masih bisa melihat dan dengar langkah orang tersebut.
"Woi mampus yang punya joglo datang" kataku sambil menelan ludah ketakutan,Viva dan Putra yang bermesraan juga terkejut.
"Jangan takut kita gak berbuat apa-apa, biar saja uak itu datang hampiri kita" kata Putra seperti menantang.
Orang tersebut semakin dekat, dan melihat kami jarak dekat.kami sedikit tidak bernyali, apalagi ditempat gelap seperti ini.pasti fikiran yang melihat jadi kotor.
"Ah.. kau nya bang,aku kira siapa" kata Putra sambil berdiri dari depan joglo, Aku dan Viva kenal juga suara orang itu,ternyata Hadi yang menghampiri kami.
"Aku juga heran,aku kira siapa,ternyata kalian semua, eh yun ngapai ikut orang ini, jadi obat nyamuk kamu dibuat" kata Hadi lalu menarik lenganku begitu saja.
Aku nurut saja karena Aku juga tidak mau ganggu kesenangan Viva sama Putra,Hadi menuntunku ketempat sepi dan remang juga,entah apa maksud Hadi membawaku kebangku panjang yang terletak dipohon jambu air.
"Yun kamu cantik malam ini" puji Hadi saat memandangku,Aku tersenyum saja,getaran dihatiku hanya sedikit saja, saat berdua dengan Hadi,beda kalau Aku berdua dengan riandi.Sebenarnya Hadi tampan,hidung bangir, mata bulat,kulit sawo matang,cuma tubuhnya tidak terlalu tinggi,karena typeku suka cowok tinggi seperti Riandi.
"Yun abang ah.." ucap Hadi terputus saat berusaha megang jemariku,awalnya Hadi sopan dan mengajak ngobrol, lama kelamaan tingkah hadi jadi semakin aneh,mulai berani megang rambutku,saat Hadi mau mencuri bibirku,hendak mencium nya Aku berdiri dari duduk karena merasa gak nyaman.
"Kenapa Yun?" tanya Hadi heran kenapa aku jadi kesal.
"Gak apa bang, pingin berdiri aja" jawabku karena berusaha sabar,soal Aku kenal Hadi dulu, iya tidak suka menggangguku.
karena Aku berdiri Hadi jadi ikutan berdiri, Hadi mendekatiku lagi lalu memaksa untuk berciuman."plaak" Aku menampar keras pipi Hadi, karena Hadi sudah berlebihan dan keterlaluan.
"Sial..kenapa kami tampar aku?, kamu nolak aku?" kata Hadi sambil melotot padaku.
Aku menatap nanar Hadi dan emosiku memuncak.
"Abang lancang...!,mau cium aku sembarangan, pacar bukan, hanya teman main nyosor aja" kataku hendak menangis, karena Aku kecewa Hadi yang dulu enggak seperti itu.
"Dengarkan ya bang...aku bukan nolak abang tapi Aku udah ada pacar" ucapku lagi buat Hadi semakin marah dan buang muka.
"Pacar !!" Hadi menatapku marah,lalu Aku buang muka. "kenapa mau kamu kuajak ketempat gelap ini? artinya kamu mau denganku !" kata Hadi ternyata anggapan dia berbeda dari fikiranku.
"Aku mau karena gak enak sama orang Viva dan Putra,maaf ya bang Aku buat kamu marah,tapi tolong jangan paksa aku" kataku sambil melangkah jalan,Aku lihat hadi sepak bangku kayu tersebut mencurahkan kekesalan Hadi.
Aku berjalan ketempat Viva dan Putra tadi, sampai menuju tempat itu, aku bertabrakan dengan Viva yang menangis tersedu-sedu.
"kenapa kau?,kok jadi nangis,mana Putra?" tanyaku pada saat Viva menangis terus dihadapanku.Viva mengambil nafas dan mengusap airmatanya.
"Putra maksa aku untuk melakukan itu, dia mau meniduriku"jawab Viva sambil menangis lagi,Aku mengepalkan tangan emosi meninggi, apalagi kejadian yang menimpaku juga,kami hampir sama,bedanya Hadi memaksa untuk menciumku,sedangkan sahabatku yang ini dipaksa untuk bercinta.
"Aku gak mau karena aku masih perawan Yun, dia masukan jarinya buat aku kesakitan, terus aku lari kesini" kata Viva lagi berusaha menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya.
"Jadi mana sekarang cowok sialan kamu itu?" Aku marah hendak membogem Putra, adu pukul-pukulan jadi,karena Aku tidak takut,aku pernah belajar taikwondo sewaktu sekolah dasar.
"Dia udah pulang,aku diputusi karena Aku gak mau diajak mesum" kata Viva sambil menangis terus, aku gak sangka kalau Putra gitu,kata Viva Putra dulu tidak seperti itu, mungkin karena pacaran digelap-gelapan ya, jadi setan ada dimana-mana?.
"Udah kita pulang aja,kamu bersyukur Vi artinya dia cuma nafsu aja sama kamu, buktinya kamu gak mau malah diputusi" kataku biar Viva gak berlarut dalam kesedihan.
"Leher sama dadaku merah gak?"tanya Viva saat membuka pakaian dihadapanku,Aku lihat kissmark ada dimana-mana,Aku geleng kepala ternyata Putra cowok gak baik,
Aku suruh Viva besok kalau mandi atau apapun pakai baju tertutup saja,supaya mama Viva tidak nampak bekas kissmark yang dibuat Putra diwilayah tubuh Viva. ternyata pacaran susah juga kalau dibarengi nafsu.
Sampai diperjalanan pulang Viva berusaha menghentikan tangisannya,Viva takut ketahuan orang tua Viva, aku mengantar Viva sampai kerumah.
Setelah itu Aku berjalan menuju rumahku, sampai didalam rumah Aku tidak menemukan Ayah dan Mama, Adik bilang mereka undangan kekampung sebelah, padahal sudah jam sepuluh malam, mungkin banyak yang pesta fikirku.
Sampai didalam kamar Aku memikirkan kejadian bersama Hadi,Aku jadi benci Hadi karena sifatnya yang berusaha memaksaku, ternyata kena juga keViva sepupu Hadi, gawat nya lagi minta begituan, buat aku menaruh iba dengan Viva.
bang aku hampir saja khianati kamu, maafkan aku bang,aku rindu banget sama kamu abang, kapan ya kita ketemu lagi? ucapku dalam hati.
Kubaringkan tubuh ini sambil memikirkan riandi,siapa tau dia masuk kedalam mimpiku.
Aku mendengar suara Ayah dan Mama berbicara didepan rumah, cepat-cepat Aku tarik selimut takut kalau ditanya-tanya Aku kemana tadi,Aku lihat bayangan Mama membuka gorden pintu kamarku, dia berdiri menatap Aku yang terbaring,lalu dia pergi mungkin kedapur.
bersambung*
Jangan lupa like and komenya.
kalau gak like nanti mata kalian rabun..
wkwkwk..just kidding.