yunita

yunita
Yun bab 14



🌺pindah🌺


Mama datang menemuiku dirumah Ibu Wadinah,Aku membujuk Mama supaya Aku bisa tinggal dan Indekos tempat Ibu Gendut, awalnya Mama ragu dan menolak,tapi karena biaya perbulan sedikit murah Mama akhirnya setuju,Aku jadi senang karena gak jadi tinggal diAsrama.


Setelah mengumpulkan semua barang-barang Aku dikamar,Aku juga pamit sama Buk Wadinah dan Mak Lampir, mereka tidak bisa bilang apa-apa karena Mama yang bicara,apa lagi bukan uang mereka yang membayar.


Setelah semua tersusun rapi,Aku dan Mama berjalan menuju jalan raya,Aku menoleh kegang rumah itu mengingat lagi kenangan yang pernah Aku buat dirumah itu.


B**ye Deny... bye Andri..bye semuanya,selamat tinggal suatu hari kita akan bertemu lagi, iya kalau jodoh, oh Deny gak usah karena iya jahat. batinku


Aku dan Mama naik angkot menuju rumah Ibu gendut,Aku ngobrol sebentar sama Mama soal buk gendut,Ibu Gendut baik, ramah, pokok nya cerita bagus tentang Ibu Gendut, mama tersenyum dia semakin yakin menitipkan Aku dirumah Ibu Gendut.


Sampai gang rumah Ibu Gendut kami berjalan lagi dan tanya sama orang setempat, biar gak nyasar,karena baru ini kami hendak kerumah Ibu Gendut.


"Assalamua'alaikum" kata Mama saat sudah sampai dirumah buk gendut,Ibu Gendut berjalan membuka pintu rumah,dan menjawab salam dari kami.


"masuk-masuk Bu,jangan sungkan" kata Ibu Gendut, kami masuk dan duduk diruang tamu.


"Yunita sudah bilang bu, katanya dia mau disini, saya juga setuju" kata Mama sambil tersenyum. Aku melihat seorang gadis membawa teh untuk kami berdua, dia tersenyum sambil menyuguhkan teh.


"Yunita...ini anak bungsu Ibu,namanya Milla" kata Ibu Gendut,lalu Aku berkenalan dengan Mila, Mila juga salam Mama Aku dan tersenyum.


"Milla ini yang mau kos,antarkan Yunita kedalam kamar,kasih tau kalau dia butuh sesuatu" kata Ibu Gendut lagi.


"iya Mak" jawab Milla sambil membawaku kedalam kamar, ternyata Aku akan tidur berdua sama Mila,panteslah biaya kos murah, karena bukan spesial kamar sendiri. Melainkan sama Mila sekamar, rumah Ibu Gendut sederhana hanya dua kamar, kamar mandi juga satu.


Aku mendengar suara pria diluar kamar, Aku kernyit dahi lalu Mila tau, dia menjelaskan semuanya tentang rumah ini,Anak Ibu Gendut ternyata ada tiga, dua laki-laki satu perempuan yaitu Mila. Nama anak Sulung Ibu Gendut Jony dan yang kedua Tony.Ibu Gendut seorang janda sudah lama ditinggal pergi sama Suaminya.


Setelah Mama ngobrol panjang dengan Ibu Gendut, Mama kasih uang Kos buat Ibu Gendut,lalu pamit pulang, Aku keluar dari kamar hendak mengantar Mama.


"Mama gak usah diantar,udah ada anak Ibu ini yang antar, jaga diri baik-baik Yun, jangan malas dirumah orang, jangan nakal ya, awas kalau Mama dengar yang aneh-aneh" kata Mama sambil memakai sepatu Mama yang ada didepan pintu utama rumah.


"Ya ma, hati-hati" kataku sambil cium tangan mama sebagai salam kehormatan,setelah itu mama diantar sama Jony anak sulung Ibu Gendut, Aku mendengar Jony sudah berkeluarga beranak dua, dia tinggal dirumah Ibu Gendut juga beserta Istrinya, sedangkan Tony seorang duda beranak satu,kadang iya tinggal dirumah,kadang inap ditempat kerja Tony.


Jony berciri botak sedikit didaerah dahi alias dahi lebar,hidung nya mancung, perutnya buncit,kulitnya putih,dibilang tampan gak tapi lumayan, sedangkan Tony berbadan kurus pendek,sedangkan Milla sama kayak buk gendut berbadan gemuk tinggi,Mila manis jika tersenyum.


Awalnya Aku kurang srek dihati kalau ternyata mereka tinggal dirumah sekecil ini, ditambah Aku apa gak jadi beban,tapi karena Aku bayar jadi Aku cuek saja,mending disini dari pada diasrama, setelah Mama tidak nampak lagi dari pandanganku, Aku masuk kedalam rumah.


Aku masuk kedalam kamar hendak menyusun pakaian kedalam lemari dua pintu berbagi sama Mila, Mila dengan senang hati membantu juga,semoga Mila tidak seperti nordiana,Aku harus mendalami dulu sifat Mila.karena Aku tidak mau terjebak lagi berkawan akrab-akrab. Apa lagi Milla juga seumuran denganku.


"Selesai ini, kamu mandi Yun,lalu makan malam, bang jony nanti yang siapkan" kata mila saat sudah selesai membantuku susun barang-barang miliku.


"Bang Jony pandai masak?" kataku ingin tau sebenarnya seperti apa suasana rumah ini.


"Ya dia yang masak,sarapan, makan siang, dia jago masak sama kayak Mama aku, dia baik penyayang Yun, dia abang Aku yang paling Aku sayang,beda sama bang Tony yang cuek gak betah dirumah" jawab Milla panjang lebar sambil duduk ditepi ranjang lima kaki.


"Ow gitu,jadi anak-anak bang Jony tidur dimana?kamar cuma dua?" tanyaku lagi semakin penasaran,lalu Aku duduk disebelah


Milla.


"kedua anak bang Jony tidur sama dia,istrinya juga, kalau Mama aku tidur diruang tamu, dia gak betah tidur dikamar,sumpek kata Mama" jawab milla,aku berfikir aneh tentang keluarga ini,Mila juga bilang Jony pengangguran, kasihan juga buk gendut cari uang.


"Udah Yun mandi sana,entar lagi maghrib"


kata mila sambil baringan diatas kasur, Aku nurut perkataan Mila lalu aku keluar dari kamar menuju kamar mandi, kamar mandi tertutup sepertinya ada orang didalam.


Jony membuka pintu kamar mandi,dia juga melihatku berdiri didepan kamar mandi.


"Hei .adik mau mandi?"kata Jony dengan suara lembut dan senyum indah.


"Iya bang.." kataku sambil tersenyum. Jony minggir seakan menyuruhku masuk kedalam kamar mandi, Aku mengerti lalu masuk dan mengunci pintu kamar mandi.


Tidak berapa lama Aku selesai mandi, Aku memakai baju didalam kamar mandi,karena Aku tau ada pria didalam rumah ini, tidak mungkin Aku keluar kamar mandi pakai handuk saja berjalan menuju kamar, itu seperti memancing nafsu seseorang.


"Adik gak lapar,abang yang siapi,mama abang lagi pergi?" kata Jony saat Aku melewati meja makan yang tidak jauh dari kamar mandi. Aku tersenyum dan melihat Jony menyusun sejumlah lauk pauk.


"Ya sedikit bang,ow Bu Gendut pergi" jawabku sambil berdiri dekat meja makan.


"Panggil Mila ya,biar kita makan" kata Jony tersenyum ramah padaku, Aku berjalan menuju kamar hendak memanggil Mila.


"Mil ayo makan, bang Jony nunggui tuh" kataku saat didepan pintu kamar.


"Ayo" kata Mila,aku melihat Milla berdiri dari duduknya lalu kami barengan berjalan menuju meja makan, Aku lihat kedua anak Jony sudah duduk sembari makan,istri Jony juga sudah ada dimeja makan,Aku dan Mila duduk bersebelahan, Aku melihat Jony dan istrinya seperti tidak pasangan suami istri, mereka diam saja tak bicara.


Tidak seperti Ibu Wadinah sama Om Alzy kalau lagi makan, apa orang menikah beda-beda ya? fikirku.


Selesai makan aku lihat Istri Jony berjalan pergi dari meja makan menuju pintu utama, dengan wajah tanpa senyum dan bicara, Mila juga melihat itu.


"Kenapa?" Aku berbalas bisik kepada mila, Mila melanjutkan makan saat Jony perhatikan kami berdua berbisik-bisik.


"Habisin Yun,Mila jangan ajak ngobrol teman nya lagi makan" kata Jony tersenyum manis kepada Aku dan Mila.


"Iya bang,bawel" kata Mila sambil melanjutkan makan, Aku diam dan ikut makan saja, Aku tidak menunggu jawaban Mila,karena mungkin Mila tak berani cerita kalau ada Jony dihadapan kami.


Selesai makan Aku dan Mila berjalan kembali kedalam kamar, kami duduk ditepi ranjang.


"Kamu udah tau kan abangku nganggur, jadi Istrinya yang cari duit buat Anak-Anak mereka, mungkin iparku itu gak tahan,Aku ngerti jadi Aku cuek saja,itu urusan mereka,soal lain aku gak tau" kata Mila bersuara volume rendah takut ada yang dengar.


Aku angguk-angguk kepala saja,Aku salah paham, kirain Ibu Gendut yang biaya orang semua dirumah ini, ternyata Istri Jony juga turut serta.


"Yun aku keluar bentar ya,mau ambil buku tempat kawan sekolah" kata mila sambil berdiri mengambil jaket lea untuk iya pakai keluar rumah,karena ini sudah malam.


"Ya hati-hati mil" kataku lagi, lalu Mila keluar dari kamar,kurebahkan tubuh ini kekasur empuk, Aku bernafas lega bisa tinggal disini walau orangnya aneh-aneh.


"Mil ... Mil...Mila..!" suara Jony terdengar dari luar kamar, Jony masuk saja kedalam kamar Aku dan Mila,seperti tak punya etika secara ini kamar cewek,apa udah kebiasaan Jony main nyelonong saja,Aku gak tau mungkin karena Mila Adiknya kali, tapi kan sekarang sudah ada Aku apa dia gak berfikir.


"Abang mau apa?,Mila gak ada bang dia keluar" kataku sambil cepat bangkit dari tiduran berdiri dihadapan Jony.


"Oh dia keluar, ya sudah...abang buat cemilan didapur,kalau yunita mau ambil saja ya" kata Jony biasa saja saat didepan pintu kamar.


"ah iya bang makasih"jawabku, lalu Jony keluar dari kamar.


S**ialan tuh buncit, sudah main masuk saja, syukur aku tidak ganti pakaian,kenapa sih kamar ini gak dibuat daun pintu, buat gak nyaman aja,apa dia gak tau mila pergi?,seharusnya dia tau mila pergi, karena rumah ini sepetak gak ada sekat-sekat lain.batinku.


Karena daun pintu tidak ada Aku cepat-cepat menutup tirai yang ada didekat pintu, Aku lihat dari celah tirai Jony duduk sambil menonton Televisi tapi matanya melirik kearah kamarku.


N**gapai bang Jony lirik kekamar ini, bikin curiga aja,apa memang dia gitu?, ah aku gak boleh suudzon,aku kan baru sehari disini belum kenal sifat mereka semua. Batinku.


Aku mengambil buku pelajaran hendak membaca,saat mengambil buku sejarah surat riandi jatuh kelantai,karena Aku selipkan dibuku sejarah, Aku memungut surat dari Riandi,seketika Aku jadi bahagia.


B**ang aku rindu banget, kapan ya aku bisa pulang ketemu dia, kayak nya lama deh, sebentar lagi ujian kenaikan kelas,mana bisa aku pulang,menunggu libur. Batinku.


Aku baca lagi ulang surat dari Riandi biar rasa rindu ini berkurang sedikit,tak terasa airmata kerinduan ini jatuh membasahi kertas yang ditulis Riandi, Aku mengusap air mata karena takut surat Riandi jadi basah,karena Aku menyimpan suratnya terus.


"Hayoo...surat siapa tuh?!" tiba-tiba Mila sudah ada dibelakang tubuhku, entah sejak kapan dia sudah ada dibelakangku,Aku tidak sadar mungkin karena Aku mengkhayal tentang Riandi sampai jadi begini.


"Ah Mila, aku terkejut tau" kataku sambil menaruh surat dibawah buku sejarah takut kalau Mila tau.Mila melihat aku simpan sebuah kertas dibawah buku,seperti nya dia tau.


"Gak usah disimpan,aku udah tau, maaf ya yun aku gak sengaja tadi lihat sewaktu dibelakang kamu,jangan panik gitu yun aku juga punya surat cinta" kata Mila sambil menunjukan kalau dia juga sudah punya pacar.


"Wah..beneran mil,kirain cuma aku saja yang punya pacar,secara kita masih SMP aku takut pandangan yang lain jadi aneh" jawabku sambil duduk disamping Mila, Mila geleng kepala dan tersenyum.


"Perasaan mana bisa dibohongi,kalau saling suka apa salahnya,toh kita buat batas-batas pacaran yang sehat, pacarku ini anak SMA, dia satu sekolahan denganku, kalau pacar kamu yun?" kata Mila sambil menunjukan surat-surat cinta dari pacar Mila.


"Gimana ya, dia lebih tua dari kita,lebih tua dari pacar kamu Mil, aku jadi malu" kataku sambil nundukan kepala dan tersenyum.


"Ih ngapai malu, yang penting baik dan pengertian, sini Aku baca surat dari pacar kamu, kamu juga baca surat dari dino pacar aku" kata Mila wajah nya memancarkan aura positif padaku, jadi aku mulai terbuka dengan Mila.


Aku membaca surat dari Dino pacarnya Mila, Aku menahan tawa karena tulisannya jelek banget tapi berusaha aku tutupi,takut Mila tau Aku menahan tawa entar sakit hati,


Sedangkan Mila baca surat dari Riandi senyum-senyum sendiri seakan mengerti apa yang ditulis Riandi.Aku memperhatikan itu.


"Kenapa mil,apa ada yang aneh tulisan pacarku itu?" kataku udah gak sabar apa yang difikirkan Mila,sampai Mila segitu nya senyum dan angguk kepala dari tadi.


"Ya Allah surat ini so..sweet banget,tulisannya terukir rapi,kata-kata nya dewasa,dari kata-kata ini aku bisa nebak kalau dia sayang banget sama kamu Yun, pasti orang nya tampan,cocok sama kamu"kata Mila dia sangat mengagumi surat dari Riandi.


"Jangan berlebihan mil, entar pacarku disana bersin-bersin,pacar kamu tulisannya emang jelek tapi kayak nya dia sayang sama kamu" jawabku nyeplos saja karena Aku tidak mau ditutup-tutupi.


"Tapi beda Yun pacaran sama diatas umur kita, aku udah pernah rasakan Yun, pacaran sama cowok yang jauh diatasku" kata Mila sambil melihat surat dari Riandi lagi.


"Artinya Dino yang kedua ya?, kenapa putus dari yang pertama mil?" kataku sambil melipat surat dari Riandi.


"Gimana ya mau jelasin, gini karena dia udah cukup umur dia cari calon istri,sementara aku masih sekolah,kamu ngertikan?"jawab Mila sambil melihat keatas atap,sepertinya Mila mengenang masa lalu.


"Sabar ya Mil,sekarang kan ada Dino" kataku biar mila gak bersedih lagi, Mila senyum dan berdiri dari duduknya.


"yuk belajar Tun. Aku banyak PR nih" kata Mila mengalihkan situasi,Aku tau dia gak mau ingat mantannya itu,Aku mengerti langsung Aku mengambil buku.Mila belajar sendiri karena kami beda sekolah,Mila belajar dikasur sambil berbaring,sedangkan Aku duduk dimeja belajar sambil konsentrasi.


bersambung*


Mohon maaf ya kalau ada typo lagu atau gak ngerti alurnya, tapi jangan lupa like dan komen nya say..yang positif komennya . makasih.