
Aku membuka mata separuh,Aku ingin tau siapa yang mencium Aku,alAku terkejut sekali pemuda yang mencuri ciuman ini saat Aku tidur ternyata Yudi,Aku langsung bangkit dari kasur dan tertuduk,sedangkan Yudi duduk ditepi ranjang, "sssss" telunjuk Yudi mendarat dibibirku,takut kalau Aku teriak karena Aku pucat dan terkejut.
"Mau apa abang kesini?,Abang pergilah entar ada yang lihat" kataku sambil menatap tajam Yudi,Aku juga bersiap siaga andai Yudi melecehkan atau berbuat hal buruk.
"Tenang Yun,mereka udah tidur semua,aku gak aneh-aneh,aku mau bilang sesuatu sama kamu" jawab Yudi bersuara pelan.
"Ya tapi gak mesti pakai cium aku"kataku sambil buang muka,Aku mau marah tapi gak mungkin pasti entar rumah ini jadi gempar.
"Maaf Yun,aku gak tahan lihat kamu tidur, terlihat menggoda" kata Yudi sambil tersenyum manis padaku.Aku tidak membalas senyumannya.
"Yun..aku suka kamu pandangan pertama,apa kau mau jadi pacarku?"tanya Yudi dengan megang kedua tanganku.Aku menarik kedua tangan lalu menatap tajam Yudi.
"Maaf bang aku udah ada yang punya" jawabku menolak halus Yudi.
Yudi jadi termenung lalu dia menatap Aku sendu,mungkin Yudi merasa kecewa karena Aku menolak langsung dirinya.Aku melirik Yudi yang terdiam.
"Abang keluar sana,entar mereka terbangun,apa lagi Abang mau banguni orang sahurkan?"kataku seraya ingin mengusir Yudi secara halus.
"Aku gak marah kalau yunita jawab itu,aku ngerti mungkin Yunita belum suka padaku, ya sudah lanjut tidur lagi" kata Yudi sambil beranjak pergi keluar kamarku,Aku megang bibir ini,Aku merasa bibirku ini sudah tiga Cowok yang merasakan.
Ku**rang ajar nih cowok pakai cium-cium segala,aku mau marah takut kalau jaka dan anto ribut sama Yudi,anggap saja Yudi khilaf. Batinku.
Aku menarik selimut lagi lalu mencoba memejamkan mata,karena sebentar lagi akan sahur,karena Aku datang bulan Aku gak puasa jadi molor saja sampai pagi.
******
🌺ESOK HARINYA🌺
Burung-burung berkicau merdu bertengger dipohon jambu milik Iak Midah,sinar mentari mulai hadir diufuk barat,Aku membuka mata sembari mengumpulkan nyawa,Aku terduduk dikasur walau Aku tidak mendengar suara Manusia satupun dirumah ini.
Aku keluar dari kamar,Aku melihat Anto yang tertidur dilantai beralaskan tikar tebal,sedangkan Jaka Aku tidak melihatnya,Uak Midah dan Suaminya juga tidak ada dirumah, hanya Aku dan Anto saja dirumah ini.
Aku tatap Anto yang tidur terlentang, dari dekat sambil menunduk badan karena Aku masih berdiri,bibir merah itu kelihatan ranum,mata besar sayu itu terpejam.
Ganteng juga sepupuku ini,ah mikir apa aku, cih aku mulai gatal,jauh-jauh fikiran gila mu ini Yunita. batinku sendiri.
Aku berjalan menuju dapur,karena tidak puasa Aku hendak membuat teh, saat Aku didepan lemari besar ingin mengambil gula pasir, tanganku tidak sampai meraih gula pasir itu, Aku coba menjinjitkan kaki juga tidak sampai.Sampai lenganku dipegang seseorang yang ada dibelakangku,Aku takut kalau itu Yudi tapi kenapa lebih tinggi kelihatannya.
"Minta tolong gitu susah amat" kata Anto sambil mengambil gula pasir tersebut dengan mudahnya,sedangkan Aku mesti pakai usaha. Gitu nasib hanya tinggi seratus enam puluh saja fikirku.
"Ma-makasih ya bang" Aku sedikit gugup karena anto masih dibelakangku begitu dekat.
"Buat dua ya dik" kata Anto sambil berjalan duduk dimeja makan,Aku kernyit dahi dan melihat Anto.
"Abang gak puasa?" tanyaku heran sambil memanaskan air diatas kompor.
"Kamu juga gak puasa,malah tanya abang gak puasa" kata Anto membalikan kata.Aku memandang Anto heran lalu mengambil gelas.
"Kalau aku gak puasa wajar,karena aku palang merah" kataku sedikit malu,karena Sepupu Aku nyeplos saja.
"Aku juga palang merah jadi sama kita gak puasa" ledek Anto sambil tersenyum,Aku balik badan dan mandang Anto yang sudah mulai tertawa.
"Perasaan,mana bisa cowok palang merah" kataku sambil menjulurkan lidah.
"Nisa, siapa bilang gak bisa?"kata Anto sambil mendekati Aku,lalu Anto mendekati wajahnya kepadaku,Aku jadi kikuk karena sedikit lagi kami bisa saja ciuman.Aku lihat bibir merah itu dari dekat,lalu Aku buang muka dan canggung.
"Sana..sana..jauh ihhh.." kataku sambil mendorong tubuh Anto tanpa melihat wajah Anto.Anto tersenyum saja lalu duduk kembali dimeja makan.
Aku melihat air sudah matang lalu Aku matikan kompor,setelah itu Aku membuat dua gelas teh manis.Satu gelas Aku suguhkan pada Anto sambil mengaduknya menuju meja makan.
"Makasih ya" kata Anto tersenyum manis,Aku membalas senyumannya,lalu Anto mengambil roti yang ada diatas meja,kini kami makan berdua, sambil menikmati segelas teh ini kami mulai ngobrol.
"Uak kemana ya?"kataku saat mengunyah roti,Anto berfikir dan tersenyum.
"Mungkin kerumah nenek abang,kalau uak laki kerja mungkin"jawab Anto sambil menghabiskan roti yang Anto makan.
"Ooo" kataku sambil anggukan kepala,Anto menatapku lagi buat aku kikuk dan gugup.
"Kau sudah pacaran Yun?"tiba-tiba Anto bertanya hal itu,Aku jadi kernyit dahi dan terkejut,sepupuku ini tanya hal yang pribadi banget.
"Ah..mmmm.." Aku gak bisa jawab hanya tertunduk malu, lalu Anto berdiri dari meja makan dan mendekatiku,Aku diam saja dan berfikir apa yang akan dilakukan Anto.
"Masih kecil jangan coba-coba pacaran ya" kata Anto sambil mencubit kedua pipiku.
"Ihhh" gerutuku sambil menepis kedua tangan Anto,karena pipiku terasa sakit.
Anto menghentikan cubitan pipi Aku,lalu menatapku penuh arti,Aku membalas tatapan anto melihat mata sayunya yang teduh.
"Emm..aku kedepan dulu" canggung Anto meninggalkan Aku begitu saja.Aku cuma diam dan merasa aneh.
Aku membawa gelas teh tersebut ketempat piring kotor,lalu Aku berjalan menuju ruang tamu,Aku melihat Anto duduk sambil menonton Televisi.
"Aku bau ya?..kayak jauh duduknya" kata Anto sambil menatap Aku dari samping.
"Iya bau belum mandi" ejekku,padahal Aku juga belum mandi bangun tidur langsung minum teh.
"Sok bilangin,sama kita belum mandi,ya sudah aku mandi duluan" kata Anto sambil beranjak dari kamar.Aku melihat Anto menaruh handuk mandi diatas bahu lalu Anto berjalan menuju kamar mandi.
Tidak berapa lama Anto keluar dari kamar mandi bertelanjang dada,hanya handuk saja yang melingkar dipinggang Anto,Aku melihat roti sobek itu semakin jelas terlihat,tapi Aku hanya melihat sekilas saja supaya Anto tidak tau,tanpa kata Anto masuk kedalam kamar mungkin hendak ganti pakaian.
"Yun...Yun.."panggil Anto entah kenapa dia manggil aku dari dalam kamar,Aku yang penasaran langsung bangkit dari duduk dan berjalan masuk kedalam kamar tersebut.
"Apa bang?,ada yang mau aku bantu?" kataku sambil melihat Anto sudah mengenakan celana jeans panjang,hanya baju saja dia belum pakai,seperti pamer sama otot-otot nya padaku.
"Naju apa yang cocok buat aku?"tanya Anto yang memperlihatkan kedua baju kaos ketat berwarna merah dan warna hitam.Aku asal menunjuk saja kaos hitam,karena Aku suka warna hitam,jadi tanpa sadar aku tunjuk warna itu.
"Pakaikan" kata Anto sambil tersenyum genit,Aku terkejut untuk apa Anto menyuruh aku pakaikan baju,seperti anak kecil saja,Aku geleng kepala lalu Anto tertawa renyah,mungkin dia hanya bercanda.
"Serius amat dengarin perkataanku,aku bisa pakai sendiri" kata Anto sambil memakai kaos hitamnya.
"Ihh..nyebelin" ucapku sambil membalikan badan, entah apa yang Anto fikirkan entah memang ada perasaan denganku,tiba-tiba lengan Anto melingkar dipinggangku,dagu runcing Anto berlabuh dibahu kananku dan meluk Aku dari belakang.Aku jadi terkejut apa maksud Anto.
"Jangan merajuk ya"kata Anto bersuara nada rendah sambil meniup telingaku,Aku merasa geli dan terpekik,Anto masih tetap saja memeluk Aku dari belakang,perlahan Anto membalikan badanku,Aku diam saja karena masih canggung dan terkejut.
Anto megang daguku dan mendongakkan wajahku karena Aku tertunduk,mungkin maksud Anto supaya Aku bisa memandang anto lebih leluasa saat dihadapannya,perlahan bibir merah Anto sudah mendarat kebibirku,Aku sangat terkejut apa yang dilakukan sepupuku ini?
Anto sudah mencium bibirku,Aku ingin menolak tapi tak kuasa,bibirku seperti menginginkan ini,Anto mendengar suara pintu belakang terbuka langsung Anto melepas ciuman ini,dia langsung pergi meninggalkan Aku yang terdiam dan terpaku didalam kamar.
"Gak puasa kau kan?" kata Jaka yang melihat anto duduk santai disofa,Anto geleng kepala.
"Dasar kafir" ejek jaka sambil membuka jaketnya, "kau puasa?" tanya Anto balik pada Jaka yang mulai duduk disofa juga.
"Puasalah.."kata Jaka sambil mengambil majalah dibawah meja tamu.
"Yunita mana?" kata Jaka sambil melihat Anto yang tenang tanpa ada gugup atau apa.Mendengar Jaka sebut namaku,Aku langsung keluar dari kamar,Aku malu bertatap mata dengan Anto,apalagi Anto yang sudah mencium Aku barusan.
"Hadir" tanyaku sambil berjalan menuju sofa yang tidak begitu jauh dari kamar, Anto tersenyum padaku,jantungku masih berdetak kencang karena adegan ciuman tadi,beda dengan Anto yang tidak merasa bersalah telah menciumku tiba-tiba.
"Kenapa kau kayak gugup gitu?,ada masalah Yun" kata Jaka karena sedari tadi perhatikan Aku yang salah tingkah,Anto naikan alis lalu menarik lenganku duduk disampingnya,Aku gak berdaya ikut kemauan Anto saja.
"Belum makan jadi gini" kata Anto sambil menatap Jaka yang membalik-balikan majalah remaja.
"makanlah Yun,kamukan gak puasa" kata Jaka sambil beranjak dari duduknya.Lalu Jaka pergi kearah dapur menuju kamar mandi.
Kini Aku berdua lagi dengan Anto saling membisu tiada sepatah kata yang terucap dalam bibir Aku dan Anto.Anto menatapku dan tersenyum manis.
"Maaf yang tadi,aku tau kamu juga suka,kalau mau lagi entar malam aku cium" kata Anto berbisik ditelingaku,Aku terkejut dan menatap tajam Anto.Aku memukul bahu Anto karena kesal dan geram dengan ucapan Anto.
"Aku tau kau menikmatinya" kata Anto sambil bangkit dari duduknya,Aku diam saja dan tertunduk malu.
"mandi sana kamu bau" ledek Anto sambil pergi berjalan,membuatku semakin geram.
sepupu gila, buat kesal saja ih.. udah tua seenaknya perlakukan aku gini.Batinku.
Aku memegang bibir sudah empat orang yang merasakan bibirku ini,Aku jadi kesal tapi Aku seperti suka dengan ciuman Anto yang lembut dan kenyal tadi,apa Aku mulai gila?.
tadi malam Aku menolak Yudi,sekarang sepupu Aku ini menggodaku.
Entah kenapa Aku nurut perkataan anto,Aku raih handuk menuju dapur hendak kekamar mandi,saat Aku melintas kearah dapur Jaka dan Anto ternyata sibuk perbaiki motor,Anto melihatku melintas dari hadapannya,lalu Anto mengkedipkan mata satu,Aku buang muka sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Aku sudah masuk kedalam kamar mandi,Aku berdiri didaun pintu sambil megang bibirku lagi,merasakan ciuman Anto yang terjadi beberapa menit yang lalu,Aku geleng kepala mulai tersenyum.
Hatiku bercabang-cabang memikirkan Riandi yang tiada kabar,menunggu janji Wijaya saat ketemu lagi lebaran nanti, memikirkam Anto yang bertindak layak nya sepasang kekasih padahal kami sepupuan.
Setelah Aku selesai mandi Aku menekan knop daun pintu kamar mandi,Aku terkejut Anto didepan pintu kamar mandi,Pemuda ini lama-lama bertingkah aneh padaku,sebenarnya Aku sudah peka apa maksud Anto,dari tatapan mata Anto saja Aku sudah tau,tapi Aku menyimpan didalam hati,serasa gak percaya sepupu Aku bisa suka padaku,Anto juga seumuran dengan Wijaya Aku tau itu.
"Kenapa kaget,aku udah gak tahan mau buang air" kata Anto yang langsung masuk saja kedalam kamar mandi,Aku diam saja lalu melihat Jaka sudah merapikan peralatan montir kedalam tas hitam.
"Entar malam jalan-jalan,kau ikut Yun?"kata Jaka sambil mengambil kunci kontak motor Jaka diatas meja makan,Aku tersenyum lalu menjawab perkataan Jaka.
"Serah Abang,emangnya kita mau kemana?" tanyaku balik lagi pada Jaka.
"Jalan-jalan aja,aku juga gak tau mau kemana,entar malam yudi juga datang" kata Jaka sambil duduk dimeja makan. "Yudi" gumamku karena Aku malu juga ketemu Yudi,apalagi Aku habis menolaknya.Apa yang harus Aku lakukan kalau ketemu Yudi lagi?, Aku mulai pusing,lalu Aku pergi saja kedalam kamar hendak menaruh handuk mandi.
Bersambung*
Author sangat bahagia kalau kalian like and komen yang positif.
maaf ya kalau ada kekurangan saya manusia biasa bukan Jiban wkwkwkw...