yunita

yunita
yun bab 25



🌺SEWAKTU LEBARAN🌺


Setelah maaf-maafan Aku bergegas mengumpulkan pakaian kedalam tas ranselku, lebaran ketiga ini Aku akan pulang kedesa,ada secercah malas untuk pulang kedesa yang pastinya Aku akan meninggalkan rumah Uak Midah,otomatis akan berpisah dengan Anto.


"Sudah siap yun?" kata Uak Midah saat masuk kedalam kamar yang selama ini Aku tempati.


"Sudah Uak,siapa yang antar Aku Uak?" tanyaku pada Uak midah.Anto mendengar itu lalu dia masuk juga kedalam kamar.


"Aku yang antar Yunita"kata Anto sambil mengambil tas ranselku.


"Ya sudah sekarang berangkat keburu sore"kata Midah saat melihatku keluar dari dalam kamar dibarengi dia,Aku melihat Jaka duduk sambil mencicipi kue lebaran tersebut.


"Hati-hati dik,abang gak bisa antar lagian semalam Mama kamu kan sudah kesini" kata Jaka saat Aku sudah berdiri didepan pintu rumah.


"Gak apa bang,lagian bang Anto yang antar Aku" jawabku sambil memakai sendal sedikit berhak tinggi,Jaka melirik Anto seperti menaruh curiga dengannya.


"Tumben kau mau antar-antar segala,biasanya paling malas naik bus umum" kata Jaka sambil kernyit dahi.


"Berisik...ya sudah kami berangkat ya"kata Anto sambil memakai sepatu. "Ma..., kami pergi" kata anto lagi sambil salam jemari Uak Midah dibarengi denganku,Uak Midah tersenyum


"Hati-hati ya" kata Midah sambil melambai tangan "kirim salam sama mama Yun" kata Uak midah lagi. "iya Uak" jawabku.


Kami menuju kesimpang dengan jalan kaki, walau lelah Aku sangat senang karena jalan dengan Anto,Anto tersenyum sambil merangkul bahuku karena sedari tadi kami belum bermesraan.


"Capek?" kata anto sambil menatapku,aku hanya melontarkan senyum sembari menggeleng kepala saja.


"Jauh lho..kok gak capek?" kata Anto sambil berjalan melewati kebun karet,Aku melihat Yudi mau melintas dari jalan setapak ini.


"Ada Yudi" kataku dengan cepat Anto melepaskan pelukan kami,karena takut hubungan kami ketahuan apalagi mulut Yudi pastinya akan mengadu keJaka kalau tau kami punya hubungan.


"Ei..jalan kaki kalian? apa tidak capek?" tanya Yudi sambil duduk diatas motornya,Aku dan Anto agak sedikit kikuk. "Ah enggak" jawab Anto sambil melihati Yudi yang melirik padaku, "mau kemana kalian?" kata Yudi sambil melihat tas ransel kepunyaanku yang dicincing Anto.


"Tapi Yunita mau pulang,jadi aku antar" jawab Anto sambil menatapku senyum,Yudi berfikir


"cepat banget kau pulang dik?" tanya Yudi seperti tak rela kalau Aku meninggalkan kampung mereka.


"Udah mau sebulan Aku disini bang,ya jelas entar lagi juga mau sekolah" kataku sambil melontarkan senyum lebar.


"Ya sudah kami duluan ya,entar kesorean" kata Anto sambil menarik lenganku lalu berjalan meninggalkan Yudi yang siap gas motornya.Aku melihat Yudi dari belakang menatapku sendu,lalu Anto tau dan memegang kepalaku supaya aku melihat kearah depan.


"Kenapa sedih...?, gak bisa lihat Yudi lagi?" cemburu Anto buang muka tak melihat wajahku, "Eng-enggak" kataku sambil sedikit gugup. "Hemm" dengus Anto memasang wajah manyun dan ketat.


Sampai disimpang jalan kami menunggu mini Bus menuju kota T, tidak berapa lama mini Bus melintas dari depan kami,kami akhirnya naik dan melaju kekota T,sampai dikota T kami berjalan keterminal langsung naik Bus menuju Desaku.


Aku duduk berdua didalam Bus,Anto melihatku yang sedikit mengantuk, lalu lengan Anto meraih kepalaku dan menyandarkan kepalaku kebahu Anto.


"Tidurlah entar kalau udah sampai aku banguni" kata Anto sambil elus pucuk kepalaku.


*N*yaman banget kalau didekat dia, aku ingin bersama dia lebih lama oh..tuhan. Batinku.


Aku belum terlelap hanya memejamkan mata saja saat bersandar dibahu Anto,Aku merasakan dia mengecup pucuk kepalaku dengan mesra,membuatku senang lalu aku menatap Anto melihat mata yang sayu itu teduh dan pasrah.


"Kok belum tidur? tapi mengantuk?" tanya Anto saat tau Aku mendongak melihat wajahnya, "gak bisa tidur" jawabku sambil tertunduk,lengan Anto memeluk dan mengelus pundakku.


Tidak berapa lama Bus melaju menuju desaku, aku membuka kaca mobil supaya udara masuk kedalam Bus,sejuk rasanya karena sedari tadi Aku sedikit gerah,tapi karena ada Anto disamping Aku membiarkan tubuh ini sedikit berkeringat, poni rambut Anto sedikit berterbangan dihempas udara yang silir masuk kecendela kaca.


*T*ampannya..aku baru ini melihat wajahnya dari dekat,selama ini hanya malam hari,dirumah Uak aku tidak berani mendekati dia kalau ada orang. Batinku.


"Lihati terus,entar gak bisa lupa" ledek Anto dia tau aku pandangi terus,Aku malu lalu buang muka,Anto megang erat jemariku.


"ini dibus,ih sopan lah dikit" kataku saat Anto mau mencium bibirku. Cup Anto mencium pipiku karena takut juga terlihat Penumpang lain.Aku tertunduk malu.


"Lusa aku juga akan kerja,hari libur udah habis,entah kapan bisa pulang lagi" kata Anto tiba-tiba membuatku menoleh menatap wajahnya dengan sendu. "Tapi jangan cemas kalau aku pulang,aku akan datang temui kamu duluan" kata Anto lagi supaya aku tenang.


*K*enapa ya semua Laki-Laki yang mengungkap kan kata cinta untukku seperti melintas saja, aku kayak tempat persinggahan saja,apa memang aku belum temukan cinta yang sesungguhnya?. Batinku.


"Hei kok melamun?" kata Anto sambil mengibas tangan diwajahku,lamunanku terhenti aku jadi kebingungan.


"Mmm...mmm gak apa kok" kataku sambil mempererat pegangan jemariku pada Anto.


"Jangan takut,aku percaya takdir pasti kita akan ketemu lagi,asal jangan ketemu dipelaminan kamu sama orang lain" kata Anto sambil manyun dan menatap kedepan.


"Iiih...aku masih sekolah,mana mungkin cepat-cepat menikah" kataku sambil memukul bahu Anto karena sedikit kesal dengan ucapannya.


"Eheheh..aku kan cuma menebak saja, siapa tau....,kitakan gak tau kedepannya gimana sayang" kata Anto sambil mengelus bahunya mungkin tinjuku sedikit sakit.


"Kalau kamu mau serius dengan hubungan ini,aku akan jujur sama mama dan bapak aku, tapi aku gak tau orang tua kamu setuju apa enggak?" kata Anto sambil mengeluarkan nafas panjang,Aku jadi berfikir dengan ucapan Anto barusan.


Benar juga ya apa kata dia,aku tau sifat mama keras pasti mama tidak suka dengan hubungan ini, ah entah lah..Batinku.


Maaf ya dik..aku udah sayang sama kamu, tapi aku gak jamin hubungan kita ini akan direstui orang tua kamu,aku tau gimana sifat mama kamu batin Anto sedih.


"Eh udah sampai" kataku saat Bus sudah melintas didesaku,Supir menekan pedal rem seketika Bus terhenti,kami berdua turun dari pintu bus,lalu berjalan menuju kerumahku.


"Apa ya kata mama kamu kalau aku antar sampai kemari?" kata Anto sambil tersenyum.


"aku juga gak tau,mereka gak akan curiga kok tenang saja,aku juga tidak tau respon mereka bang" kataku sambil berjalan terus menuju rumah.


*J*angan sampai ada Wijaya lewat,maka matilah aku,katanya dia lebaran pulang,aku kok kayak play girls ya?..Batinku jadi resah.


"Hei jalan sambil melamun,sudah didepan rumah nih" kata Anto sambil menaruh tasku didepan rumah, "duk duk duk" Anto ketuk pintu rumahku,Aku juga terdiam disamping Anto dan kami sedikit menjaga jarak.


"Dari belakang saja bang,mungkin Mama dan Ayah tidak dengar,ayo" kataku sambil berjalan menuju pintu belakang,Anto jadi nurut dan mengikuti jalan kebelakang rumah, benar saja orang Mama dan Ayah lagi masak lemang didapur.


"Assalammu'alaikum...."


"Wa'alaikum salam" jawab Ayah dan Mama serentak melihat kami berdua berdiri dihadapan mereka.


"Lah kan Ocik bilang semalam biar saja Yunita disana, biar kami yang jemput besok" kata mama sambil tersenyum.


"Tidak apa Cik,aku juga mau main kesini,kan baru ini main kerumah Pakcik sama Ocik" kata Anto sambil mengambil duduk dikursi kayu panjang.


Aku berjalan masuk kedalam kamar sambil menaruh tas diatas kasur,Aku membiarkan Anto ngobrol sama Ayah dan Mama sambil manggang lemang didapur.Sedikit lelah jadi berbaringan sebentar.


Sedikit hilang lelah ini saat berbaring dikasur otot-otot yang tegang sedikit lemas,saat aku memejamkan mata Aku terkejut Anto sudah didalam kamar sambil kecup keningku.


"Iih..gak sopan ada Ayah sama Mama entar ketahuan bodoh" kataku sambil dorong tubuh Anto keluar dari kamarku.


"Mereka pergi kekebun belakang katanya cari bambu,mangkannya aku berani heeh" kata Anto sambil mencubit pipi kiriku.


"Ya tapi gak boleh..ih..ayo..ayo kita kedapur" kataku sambil mendorong tubuh Anto berjalan kedapur.


"Takut ya..gak berani ya" ledek Anto sambil memeluk Aku, Aku sedikit gak nyaman takut kepergok Mama dan Ayah,Aku melepas pelukan Anto. Sepertinya Anto senang membuatku cemas.


"Bukannya kamu inginkan ini?" kata Anto sambil duduk dikursi kayu panjang.


"Ya tapi gak mesti mesra-mesraan gini, dasar genit" kataku sambil berjalan keluar dapur hendak meninggalkan Anto takut kalau dia nekat lagi memeluk atau menciumku.


"Main pergi saja" kata Anto sambil beranjak dari duduk mengikuti Aku kemana pergi. Akhirnya kami membantu Mama dan Ayah, Anto sesekali melirikku Aku takut Mama dan Ayah curiga Aku pura-pura tak memperhatikan Anto.


"Ini lemang nya mau dibawa kemana cik?"kata Anto sambil mengajak Ayah ngobrol memotong bambu hijau yang kecil.


"Tempat teman,nanti bawa juga ya untuk Mbak Midah,kalau kamu pulang" kata Ayah sambil mengumpulkan bambu.


"Kamu kapan pulang?,nginap sinikan?" kata Ayah lagi sambil melihat Anto yang berdiri.


"Nginap disini Pakcik,sekali-kali"jawab Anto sambil membantu Ayah angkat bambu kedapur rumah.Mama juga mengikuti mereka kembali kedapur,disusul Aku membawa sedikit bambu.


******


Malam harinya entah kenapa Anto meminta izin pada Mama dan Ayah untuk membawaku jalan keluar rumah.Ayah mengiyakan saja tidak menaruh curiga,tapi beda dengan Mama yang seperti berfikir mencurigai kami.


"Kayak ada yang aneh" kata Mama saat melihat kami berdua sudah pergi dari rumah.


"Maksud nya?" kata Ayah sambil menonton Televisi menikmati lemang buatan sendiri.


"Mereka kayak pacaran yah,aku tidak setuju kalau Yunita sama anak Kakak kamu itu,nanti keluarga kita itu-itu saja,Saudara ya Saudara" kata mama ketus sambil menonton Televisi.


Ayah Yunita diam saja mendengar perkataan Mama Yunita. "biarkan lah mereka,lagian Anto udah dewasa dia gak akan berbuat buruk pada Putri kita" kata Ayah Yunita seperti tidak suka dengan omongan Istrinya.


"Pokok nya kalau mereka ada hubungan,aku tidak setuju,saudara ya saudara" kata Mama sambil mendengus kesal.


"Aneh kamu" jawab Ayah sambil kernyit dahi.


**


Sementara Aku dan Anto berjalan-jalan melewati sejumlah rumah tetangga,sampai kami berhenti ditempat remang.


"Besok aku akan pulang,kamu belajar yang baik ya,aku akan tunggu kamu lulus sekolah" kata Anto sudah berjarak dekat berdiri denganku.Aku hanya diam dan menatap sendu wajah Anto yang tampan.


"Jangan sedih,aku janji temui kamu Yunita,bila waktunya tiba,aku akan jujur pada mama dan ayah kamu" kata Anto sambil memegang kedua belah pipiku dan menatapku.


"Aku jadi sedih,kalau kita berpisah besok,apa abang gak berbohong?" kataku hendak menangis.


"Sssss jangan sedih sayang,aku gak mungkin bohong,aku sudah mencintaimu" kata Anto sambil memelukku,Aku diam saja membenam kan kepala didada bidang Anto,nyaman sekali pelukan ini membuatku tak ingin melepaskan pelukan ini,rasanya tak ingin juga waktu berlalu dengan cepat.


Anto melepaskan pelukan hangatnya,lalu mengecup keningku perlahan,mendarat lagi mencium bibirku dengan sekilas,embun dipelupuk mata ini hampir saja terjatuh seperti malu untuk menetes dipipiku,karena Aku menahannya supaya Anto tidak tau.


"Yuk kita pulang,malam semakin larut sayang,entar Mama dan Ayah curiga" kata Anto sambil menarik lenganku,Aku menahan kakiku supaya mencegah Anto berjalan,Aku tidak ingin kemesraan ini berlalu,Anto mengerti lalu menarik lagi tubuhku dan kamu pelukan dengan erat.


"Jangan pasang wajah sedih gitu,buat aku malas pulang dik" kata Anto sambil memeluk tubuhku dengan erat sekali,embun bening mengalir akhirnya dikedua pipiku, anto tau saat Aku terisak lalu dia melepas pelukan dan mengusap air mataku.


"Jangan nangis sayang,yakinlah kalau kita berjodoh" kata Anto sambil terbungkuk sedikit untuk melihat wajahku.


"Aku gak mau kalau pacaran nyata nya harus berpisah" kataku sambil membuang muka kecewa campur takut.


"Kan sudah aku bilang,aku janji akan menunggu kamu lulus sekolah,kalau aku pulang melintas aku akan temui adik sayang disini" kata anto sambil kecup keningku lagi dengan lembut. "aku janji " kata Anto lagi meyakinkan diriku.


" Ya sudah,ayo kita pulang takut mama dan ayah curiga" kataku sambil berjalan menggelayut tangan Anto,diperjalanan kami hanya diam tanpa kata.


Tidak berapa lama kami sampai rumah, tatapan mata Mama seperti tidak suka aku dan Anto pulang kerumah,mungkin dia sudah tau hubungan kami,biarlah Mama tau,aku juga ingin tau apa respon Mama.


Saat aku masuk kedalam kamar tidur,Mama datang dengan suara pelan.


"Kau pacarankan sama dia?,hah !" kata mama ketus walau suara pelan mungkin takut kedengaran sama Anto.


"Eng-enggak ma" Aku berbohong supaya Mama jangan marah,walau jantungku mau copot takut dipukul Mama.


"Ingat ya yun...Mama gak akan restui kau dengan anak Uak mu itu,saudara tetap saudara, jauhin dia jangan sampai aku tau kau berpacaran lagi dengan dia awas saja !" kata Mama,lalu Mama keluar dari kamarku.


Seseorang berbadan tinggi dibalik kamarku sepertinya mendengar perkataan Mama barusan,Aku melihat bayangan itu sepertinya Anto yang mendengar itu.Karena cuma dia yang berbadan tinggi sementara Ayah diruang tamu.


*S*udah aku tebak kalau Ocik Indi gak akan suka aku dengan anaknya,apa aku harus mundur? batin Anto saat berjalan keruang tamu lagi.


Bersambung*


readers kasih dong like and komen nya supaya author semangat menulis novel ini, melanjutkan novel ini, terima kasih ya.